Senin, Agustus 24, 2026
spot_img

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG – H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda.

Dikatakan Toto, Jawa Barat merupakan provinsi yang masyarakatnya memiliki keanekaragaman tiga bahasa, yaitu Bahasa Sunda, Melayu dan Jawa.

Sehingga ia mengaku khawatir jika Jawa Barat berubah nama menjadi Tatar Sunda, justru akan mengganggu nilai-nilai pluralisme yang selama ini sudah terbangun dan terjaga dengan baik.

Lebih jauh, mantan Ketua DPRD Karawang tersebut merasa khawatir akan timbulnya perpecahan diantara kelompok masyarakat, ketika nama Jawa Barat berubah menjadi Tatar Sunda.

“Menurut saya selama ini nama Jawa Barat itu sudah sangat pluralis untuk menyatukan beberapa bahasa di masyarakat. Kalau harus diganti dengan Tatar Sunda, saya justru khawatir akan mengganggu nilai-nilai pluralisme masyarakat yang selama ini sudah terjaga dengan baik,” ujar H. Toto Suripto, Selasa (7/7/2026).

Berita Lainnya  3 Kali Mangkir Panggilan, Kejari Bekasi Tahan Mantan Dirus Perumda Tirta Bhagasasi

Lebih Setuju Pemekaran Kabupaten/Kota atau Desa/Kelurahan untuk Pemerataan Pembangunan

H. Toto menambahkan, ketimbang harus mengganti nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda, ia mengaku lebih setuju dengan usulan pemekaran wilayah kabupaten/kota atau pemekaran desa/kelurahan yang jumlah penduduknya sudah terlalu padat.

Karena dengan cara seperti itu (pemekaran, red), maka setiap skala prioritas program pembangunan akan lebih merata dan tepat sasaran, ketimbang harus mengganti nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda yang lebih beresiko tinggi menganggu nilai-nilai keberagaman masyarakat.

Berita Lainnya  Tanpa 'Money Politic', Pemilihan BPD Pasirkaliki - Rawamerta Sukses Tanpa Ekses

“Saya lebih setuju pemekaran wilayah, dari pada mengganti nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Saya pikir pemerakan lebih realistis untuk program pemerataan pembangunan,” katanya.

Oleh karenanya, Toto berharap agar DPRD dan Pemprov Jabar mempertimbangkan kembali usulan pergantian nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda dari beberapa kelompok masyarakat ini.

“Karena persoalannya bukan hanya masalah administrasi dan anggaran pemerintahan. Tetapi yang lebih penting adalah menjaga nilai-nilai pluralisme masyarakat Jawa Barat yang selama ini sudah terjaga dengan baik,” tandasnya.

Berita Lainnya  Bukan Hanya 269 Siswa di Karo, 45 Siswa di Kota Dumai juga Keracunan MBG

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi I DPRD Jabar, Rahmat Hidayat Djati menjelaskan pembahasan usulan perubahan nama tersebut bukan tanpa alasan.

Menurutnya, salah satu pertimbangan utama DPRD melanjutkan aspirasi itu ke tahap legislasi adalah demi menjaga identitas budaya Sunda yang dinilai mulai tergerus.

“Urgensinya karena identitas jati diri suku Sunda terancam punah,” kata politikus PKB itu, Senin (6/7) dikutip dari detikJabar.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Viral Pengunjung Taman Safari Nekat Buka Kaca Mobil, Langsung Dihampiri Harimau

BOGOR - Video seorang pengunjung membuka jendela mobil di area harimau Taman Safari Bogor, Jawa Barat, beredar di media sosial. Terlihat jendela yang terbuka...

Dari 89 Laporan, Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla

JAKARTA - Bareskrim Polri menetapkan puluhan tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Total sudah 72 orang yang ditetapkan sebagai...

Gagal Menyalip, Mobil Damkar Terguling saat Perjalanan Memadamkan Kebakaran, 7 Personel Luka-luka

LAMPUNG - Satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) terbalik di Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (23/8/2026). Mobil damkar itu...

Sempat Akting di Publik, Polisi Tangkap Ayah Kandung yang Bunuh dan Mutilas Anak Perempuan Disabilitas

Polres Merauke menetapkan seorang ayah kandung berinisial MRP alias Maulana sebagai tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap putrinya yang menyandang disabilitas, Julia Risky Ramadiana...

Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Lahan untuk Kebun Kelapa Sawit

BERAU - Di tengah kondisi darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Polres Berau menangkap seorang pelaku pembakaran lahan di...

Hukum

Dari 89 Laporan, Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla

JAKARTA - Bareskrim Polri menetapkan puluhan tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Total sudah 72 orang yang ditetapkan sebagai...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan