Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG – H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda.

Dikatakan Toto, Jawa Barat merupakan provinsi yang masyarakatnya memiliki keanekaragaman tiga bahasa, yaitu Bahasa Sunda, Melayu dan Jawa.

Sehingga ia mengaku khawatir jika Jawa Barat berubah nama menjadi Tatar Sunda, justru akan mengganggu nilai-nilai pluralisme yang selama ini sudah terbangun dan terjaga dengan baik.

Lebih jauh, mantan Ketua DPRD Karawang tersebut merasa khawatir akan timbulnya perpecahan diantara kelompok masyarakat, ketika nama Jawa Barat berubah menjadi Tatar Sunda.

“Menurut saya selama ini nama Jawa Barat itu sudah sangat pluralis untuk menyatukan beberapa bahasa di masyarakat. Kalau harus diganti dengan Tatar Sunda, saya justru khawatir akan mengganggu nilai-nilai pluralisme masyarakat yang selama ini sudah terjaga dengan baik,” ujar H. Toto Suripto, Selasa (7/7/2026).

Berita Lainnya  Diduga Sengaja Bakar Lahan untuk Tanam Sawit, Anggota DPRD Mempawah Resmi Ditahan Polisi

Lebih Setuju Pemekaran Kabupaten/Kota atau Desa/Kelurahan untuk Pemerataan Pembangunan

H. Toto menambahkan, ketimbang harus mengganti nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda, ia mengaku lebih setuju dengan usulan pemekaran wilayah kabupaten/kota atau pemekaran desa/kelurahan yang jumlah penduduknya sudah terlalu padat.

Karena dengan cara seperti itu (pemekaran, red), maka setiap skala prioritas program pembangunan akan lebih merata dan tepat sasaran, ketimbang harus mengganti nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda yang lebih beresiko tinggi menganggu nilai-nilai keberagaman masyarakat.

Berita Lainnya  Gagal Dapat Pinjaman Rp3,4 Triliun, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Tunda Bayar Proyek Pembangunan

“Saya lebih setuju pemekaran wilayah, dari pada mengganti nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Saya pikir pemerakan lebih realistis untuk program pemerataan pembangunan,” katanya.

Oleh karenanya, Toto berharap agar DPRD dan Pemprov Jabar mempertimbangkan kembali usulan pergantian nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda dari beberapa kelompok masyarakat ini.

“Karena persoalannya bukan hanya masalah administrasi dan anggaran pemerintahan. Tetapi yang lebih penting adalah menjaga nilai-nilai pluralisme masyarakat Jawa Barat yang selama ini sudah terjaga dengan baik,” tandasnya.

Berita Lainnya  Rocky Gerung : ‎“Semua Pemain Bola Bagus dari Afrika karena MBG”

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi I DPRD Jabar, Rahmat Hidayat Djati menjelaskan pembahasan usulan perubahan nama tersebut bukan tanpa alasan.

Menurutnya, salah satu pertimbangan utama DPRD melanjutkan aspirasi itu ke tahap legislasi adalah demi menjaga identitas budaya Sunda yang dinilai mulai tergerus.

“Urgensinya karena identitas jati diri suku Sunda terancam punah,” kata politikus PKB itu, Senin (6/7) dikutip dari detikJabar.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan