Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Kutu Beras Masuk Pemukiman Warga, Bulog Karawang Minta Maaf

KARAWANG – Perum Bulog melalui Kantor Cabang Karawang bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait hama gudang yang masuk ke area permukiman di sekitar gudang beras Bulog di Karawang. Gudang tersebut merupakan milik pihak ketiga yang disewa Bulog dan berada di seberang jalan kawasan permukiman warga.

Bulog menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengapresiasi laporan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar gudang. Laporan tersebut menjadi perhatian serius untuk segera dilakukan penanganan, baik terhadap pengendalian hama di area gudang maupun dampak yang dirasakan warga.

Pemimpin Cabang Bulog Karawang Rafki Ismael mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi secara intensif guna menangani hama yang terindikasi menyebar hingga ke lingkungan permukiman. Koordinasi tersebut dilakukan agar langkah teknis penanganan dapat berjalan cepat, terukur, serta tetap mengutamakan keamanan lingkungan.

Berita Lainnya  LBH Cakra Indonesia Tuding Ratusan Proyek RKB 'Acak-acakan', Kadisdikbud Janji Evaluasi Tambah Konsultan

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga sekitar gudang. Bulog merespons laporan ini dengan serius dan akan bertanggung jawab dalam menindaklanjuti keluhan serta dampak yang dirasakan masyarakat,” ujar Rafki seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 4 Juli 2026.

Sebagai langkah pengendalian, Bulog akan melakukan perawatan terhadap stok beras di gudang melalui fumigasi menggunakan teknik sulfur. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian hama gudang secara terpadu, terutama karena lokasi gudang berada dekat dengan kawasan permukiman sehingga membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Berita Lainnya  Forum Kutatandingan Minta Semua Pihak Menahan Diri, Desak APH Proses Hukum Haji Toha

Selain penanganan di dalam gudang, Bulog bersama pengelola gudang juga menyiapkan penyemprotan (spraying), fogging, serta langkah teknis lainnya di area sekitar yang terdampak. Upaya tersebut ditujukan untuk membantu mengendalikan penyebaran hama di lingkungan warga sekaligus memulihkan kenyamanan masyarakat.

Rafki menegaskan operasional gudang sebagai bagian dari infrastruktur ketahanan pangan nasional harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Kami memastikan penanganan ini akan terus dikawal. Bulog akan terus melakukan monitoring, perawatan gudang, serta koordinasi dengan pihak terkait agar kondisi lingkungan tetap terkendali dan kenyamanan warga kembali terjaga,” kata Rafki.

Berita Lainnya  PERADI Kritik Keras Barrier Gate di Mapolresta Karawang : "Bikin Ribet Masyarakat yang Berkunjung"

Bulog juga menyatakan akan terus memperkuat tata kelola pergudangan, meningkatkan pengendalian hama, serta memperbaiki komunikasi dengan masyarakat sekitar. Perseroan menegaskan akan bertanggung jawab menindaklanjuti dampak yang dialami warga melalui langkah penanganan yang terukur dan berkelanjutan.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan