TERJADI lagi, satu anggota program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) bagi calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNPM) dilaporkan meninggal dunia, saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).
Terkonfirmasi, ia bernama Novia Rahmadhani Sihotang (25), yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
Kasus ini menambah jumlah calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan KNMP yang meninggal saat mengikuti latihan militer menjadi tiga orang.
Karena sebelumnya, dua peserta program SPPI yang dipersiapkan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan KNMP meninggal dunia saat mengikuti latsarmil. Kedua peserta tersebut bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Kabar ini diamini Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, pada Rabu (24/6/2026).
Riko mengatakan Novia sempat mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pendidikan latsarmil pada Senin (22/6). Novia lalu dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk penanganan medis.
Kondisi Novia dilaporkan terus menurun hingga meninggal dunia pada Selasa (23/6). “Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” kata Rico.***










