Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Tradisi Gubyag Balong Awali Peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-58 Tahun

PURWAKARTA – Tradisi gubyag balong, yakni menangkap ikan bersama-sama menggunakan tangan kosong di kolam atau balong, kembali digelar sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kota Purwakarta dan Hari Jadi ke-58 Kabupaten tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Lembur Harepan, Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (13/6/2026) itu disambut antusias ratusan warga.

Mereka turun langsung ke dalam balong untuk menangkap ikan yang sebelumnya ditebar oleh panitia.

Salah seorang warga, Deni (42), mengaku senang dapat mengikuti tradisi yang sarat nilai kebersamaan tersebut.

“Senang bisa ikut gubyag balong. Lumayan dapat ikan, ini juga jadi hiburan dan silaturahmi warga. Tadi meriah banget,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Hal senada disampaikan warga lainnya, Irfan (35). Menurutnya, tradisi gubyag balong menjadi daya tarik tersendiri karena melibatkan masyarakat secara langsung.

Berita Lainnya  Dituding Gelapkan Aset Desa, Kades Klari Siap Tempuh Jalur Hukum

“Jarang ada kegiatan yang bisa dinikmati semua kalangan seperti ini. Anak-anak, orang tua, semuanya bisa ikut. Mudah-mudahan tradisi seperti ini terus dilestarikan,” katanya.

Gubyag balong sebagai pembuka Hari Jadi Purwakarta

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, mengatakan gubyag balong sengaja dipilih sebagai pembuka rangkaian Hari Jadi Purwakarta agar seluruh masyarakat dapat merasakan kemeriahan perayaan.

“Hari ini kita melaksanakan gubyag balong sebagai pamuka lawang rangkaian Hari Jadi ke-195 Kota Purwakarta dan ke-58 Kabupaten Purwakarta tahun 2026. Kita ingin seluruh aktivitas dalam rangka hari jadi Purwakarta ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Midan.

Berita Lainnya  Aksi Women's March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

Ia menjelaskan, pada kegiatan perdana di Pondoksalam, pemerintah menebarkan sekitar 400 kilogram atau empat kuintal ikan ke dalam balong.

Tradisi serupa juga akan digelar secara serentak di 17 kecamatan pada 20 Juni 2026 dengan alokasi tiga kuintal ikan di setiap lokasi.

Menurutnya, konsep perayaan tahun ini sengaja diperluas hingga tingkat kecamatan agar masyarakat tidak hanya terpusat pada kegiatan di ibu kota kabupaten.

“Kalau dulu seluruh kegiatan difokuskan di tingkat kabupaten, sekarang kita dorong agar kecamatan juga menyelenggarakan kegiatan masing-masing. Jadi masyarakat tidak perlu selalu datang ke pusat kabupaten untuk merasakan kemeriahan hari jadi Purwakarta,” kata dia.

Selain gubyag balong, kata Midan, berbagai kegiatan lain juga telah disiapkan, mulai dari Safari Cinta, istigasah, ziarah ke Makam Syekh Baing Yusuf, Muru Indung Cai, hingga berbagai perlombaan tradisional yang akan digelar di masing-masing kecamatan.

Berita Lainnya  GEN MATIC, Ubah Menit di Sosmed Jadi Rupiah di Dompet, Dorong Kreativitas Digital Karawang

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengatakan peringatan Hari Jadi Purwakarta tahun ini dirancang agar benar-benar menjadi pesta rakyat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Ia berharap seluruh warga ikut berpartisipasi dan menyemarakkan berbagai kegiatan yang telah disiapkan dalam rangka Hari Jadi Purwakarta 2026 sehingga momentum tersebut menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan kecintaan terhadap Purwakarta.***

Artikel ini telah tayang di Kompas : https://bandung.kompas.com/read/2026/06/13/185030378/mengenal-tradisi-gubyag-balong-di-purwakarta-saat-warga-berebut-tangkap-ikan.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan