Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img

Viral Video Klarifikasi Ibu Santriwati di Pekalongan : ‘Anak Saya Hamil karena Mimpi dan Karunia Allah’

PEKALONGAN – Sebuah video viral memperlihatkan seorang ibu salah satu santriwati di Kabupaten Pekalongan yang menyebut jika kehamilan anaknya lantaran mimpi dan karunia Allah.

Video viral ini menjadi sorotan karena ditengah persoalan kasus dugaan pencabulan terhadap para santriwati oleh AKF (54), pimpinan pondok pesantren (ponpes) atau Padepokan Padang Ati (PPA) Pekalongan yang sedang ditangani Polres Pekalongan.

Dan secara kebetulan santriwati tersebut mondok di ponpes yang dipimpin AKF.

Meski pihak keluarga membantah anaknya bukan merupakan salah satu korban dari terduga pelaku, tetapi pihak kepolisian tetap akan melakukan penyelidikan terhadap santriwati tersebut.

Kapolres Pekalongan, AKBP Riki Yariandi mengaku belum mendapatkan laporan soal santriwati yang hamil tersebut. Pihaknya mengaku masih mendalami jumlah korban kekerasan seksual pemimpin ponpes berinisial AKF itu.

“Ada salah satu korban yang informasinya diduga bahwa korban ini sudah apa melahirkan anak, mungkin ya hasil dari persetubuhan mereka, tapi yang bersangkutan masih bungkam (belum melapor),” kata Riki kepada wartawan di kantornya, dilansir dari Detik.com.

Berita Lainnya  Orangtua Enggan Lepas Anaknya di Asrama, Sekolah Rakyat Jenjang SD di Bekasi Minim Peminat

“Posisinya di kabupaten (Pekalongan) dan anak yang hasil daripada persetubuhan itu masih dirawat dan telah diadopsi di wilayah Banjarnegara. Tapi tidak apa-apa, ini kami masih banyak ya korban-korban lain, sehingga ya kita Insyaallah bisa, bisa teruskan perkara ini tanpa laporan dari si korban tersebut,” kata Riki.

Pihaknya mengimbau bagi para korban yang mengalami tindak kekerasan seksual melapor ke posko pengaduan di Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Selain soal korban kekerasan seksual, polisi juga mengusut kabar soal adanya santri yang meninggal di ponpes tersebut.

“Ya informasi demikian, tapi kami masih apa mengumpulkan saksi-saksi yang ada dulu ya, karena itu kan posisinya juga sudah apa, sudah lama ya, tapi kita juga tidak menutup apa kemungkinan untuk kita lakukan pemeriksaan tambahan ataupun pendalaman tentang dugaan tersebut ya. Sementara masih ke kekerasan seksual terhadap santri, baik alumni ataupun yang masih di sana,” ungkap Riki.

Berita Lainnya  Saat Sopir Truk Pura-pura Kesurupan, karena Takut Diamuk Massa

“Dan kita juga dirikan posko pengaduan, dan kita siapkan safe house ya untuk bagi para saksi dan korban yang ingin melaporkan, yang mungkin khawatir mereka ini istilahnya diintimidasi atau diancam supaya tidak melaporkan adanya dugaan pelecehan seksual tersebut,” tambahnya.

Geger Kabar Santriwati Hamil Usai Mimpi

Kabar kehamilan misterius yang dialami seorang santriwati sempat bikin geger warga Kabupaten Pekalongan. Peristiwa ini kemudian viral di sosial media, karena orang tua santriwati itu menyebut anaknya tidak pernah berhubungan badan dengan siapapun.

Kebetulan santriwati itu juga mondok di ponpes tempat AKF. Selepas lulus dari MTs, santriwati berinisial F itu mondok 7 tahun lamanya. Namun, pada Desember 2025, telah melahirkan seorang anak laki-laki yang langsung diadopsi warga di Banjarnegara.

Berita Lainnya  KDM Usul 70% Pajak Pertambangan Dikembalikan ke Desa

Ayah F, Slamet, mengungkapkan pihaknya telah menerima seluruh kejadian itu sebagai bagian dari ketetapan Allah.

“Putri kami berinisial F mengaku sama sekali tidak melakukan hubungan dengan siapapun. Kami bingung. Tapi saya meyakini kejadian ini adalah kehendak dan takdir Allah semata,” kata Slamet saat ditemui detikJateng, Senin (25/5).

Dia menyebut putrinya itu sering bermimpi. Baik selama mondok di pesantren maupun di rumah.

“Awalnya ia sering bermimpi, baik saat masih di pondok pesantren maupun saat berada di rumah. Sebelum diketahui hamil pun ia sudah sering bermimpi demikian, dan selama masa kehamilan berlangsung, ia hanya mengalami hal-hal berupa mimpi-mimpi saja,” jelasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasusnya Asli Ditangani Polisi, Tapi Video Viral Klarifikasi Ibu Santriwati Ternyata Hanya Konten

KARAWANG - Terkait video viral klarifikasi seorang ibu dari santriwati yang menjelaskan anaknya hamil karena mimpi dan karunia Allah, ternyata video viral tersebut hanya...

Jangan Ada Calon Siswa Titipan, KPK Terbitkan SE Larangan Gratifikasi di SPMB

JAKARTA - KPK menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi dalam Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)....

Viral Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’, Golkar Karawang Justru Apresiasi Netizen

KARAWANG - Belakang ini media sosial khususnya Instagram dan Tiktok tengah viral lagu 'Mas Bahlil Ganteng' dengan tajuk 'My Little Bolu Ketan'. Menyikapi fenomena ketokohan...

Pria di Bekasi Tusuk Keponakan yang Masih Balita hingga Tewas, Cuma Gegara Kesal Diganggu Saat Main Gim

KOTA BEKASI - Sebuah peristiwa menggemparkan terjadi di sebuah rumah kontrakan wilayah RT 02/RW 10, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, pada Rabu (27/5/2026) malam. Yaitu dimana...

Masifnya Serangan ke Prabowo di Medsos, Apakah Masuk Kategori Operasi Delegitimasi Kekuasaan Politik?

JAKARTA - Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai gelombang serangan terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial (medsos) dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan