Sabtu, Oktober 24, 2026
Google search engine

Askun Apresiasi Respon Cepat KDM, Tapi Minta Kadisdik Jabar Lebih Pro Aktif Lagi

KARAWANG – Praktisi hukum dan pengamat kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., (Askun) mengapresiasi respon cepat Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), soal keluhan atau teriakan guru swasta yang belum mendapatkan haknya atas persoalan pergantian ‘uang tebusan ijazah’ siswa yang sebelumnya dikabarkan belum dibayarkan Pemprov Jawa Barat.

Namun demikian, Askun menilai pernyataan klarifikasi KDM tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan yang ada. Karena data terbaru menyebutkan, masih ada beberapa sekolah yang ijazah siswanya sudah diberikan, tetapi belum dibayarkan tunggakannya.

Bahkan ada salah satu SMK swasta di Karawang yang mengaku nilai tunggakannya mencapai Rp 2 miliar lebih. Karena tunggakan ‘uang tebusan ijazah’ siswa tersebut sudah bergulir sejak tahun 2016.

Oleh karenanya, Askun meminta agar Kadisdik Jawa Barat, Purwanto lebih pro aktif saat menerima laporan atau informasi persoalan SMA atau SMK seperti ini. Terlebih ketika keluhannya datang dari sekolah swasta yang dimana para gurunya dikategorikan belum dikatakan bisa hidup sejahtera.

Berita Lainnya  Diduga Sengaja Dibakar Setelah Rusuh Razia HP, Lapas Merauke Kebakaran, Sejumlah Narapidana Melarikan Diri

“Saya minta Kadisdik Jabar lebih pro aktif lagi, terkhusus bagi Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah IV Jawa Barat. Coba cek yang bener datanya. Karena masih ada beberapa sekolah swasta yang berteriak, tetapi gak berani angkat bicara karena alasan takut. Makanya saya mencoba menyuarakan aspirasi mereka,” tutur Askun, Jumat (29/5/2026).

BPMU Diganti Beasiswa Pancawaluya juga Disorot

Askun juga menyoroti Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang sudah distop Pemprov Jabar dan diganti ‘Beasiswa Pancawaluya’ atau beasiswa siswa miskin ekstream.

Askun menyebut banyak sekolah yang akhirnga tidak mengambil ‘Beasiswa Pancawulya’, karena alasan ribet dan terlalu beresiko hukum. Pasalnya, anggaran beasiswa ini ditransfer langsung ke rekening siswa. Tetapi yang harus membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tetap dibebankan ke pihak sekolah.

Berita Lainnya  Emosi karena Cemburu Ibu Korban Chat Pria Lain, Ayah Tiri Aniaya Balita 1 Tahun hingga Tewas

“Persoalan di lapangannya begini, pihak sekolah atau guru kan tidak tahu itu beasiswa yang sudah ditransfer ke rekening siswa digunakan untuk apa saja. Tetapi tiba-tiba pihak sekolah disuruh untuk membuat LPJ. Akhirnya kebanyakan sekolah tidak mau mengambil beasiswa itu, karena dinilai ribet dan beresiko hukum,” katanya.

Oleh karenanya, Askun meminta kepada Pemprov Jabar, agar regulasi dan aturan ‘Beasiswa Pancawaluya’ lebih dipermudah, jika memang BPMU akan distop untuk selamanya.

“Ide dan gagasan program Beasiswa Pancawaluya itu bagus, karena akan menyasar langsung kepada siswa yang benar-benar membutuhkan. Hanga saja persoalan regulasinya yang memberatkan pihak sekolah,” tuturnya.

Dukung Usut Penyalahgunaan Bantuan Pendidikan

Di sisi lain, Askun juga mendukung pernyataan KDM yang akan mengusut setiap sekolah yang diduga menyalahgunaan bantuan anggaran pendidikan dari pemerintah. Baik itu berupa BPMU, Beasiswa Pancawaluya, Dana BOS atapun bantuan anggaran pendidikan lainnya.

Berita Lainnya  Pasca Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Dikabarkan Datang Penyidik KPK

Oleh karenanya, Askun meminta kepada semua pihak untuk selalu bersifat transparan, dalam setiap merealisasikan bantuan anggaran pendidikan.

“Ini demi masa depan kemajuan pendidikan Jawa Barat, khsusnya di Karawang. Saya minta tidak ada permainan manipulasi data penerima bantuan dari pejabat Disdik Pemprov maupun KCD Wilayah Jabar IV. Dalam hal kemajuan pendidikan, kita semua harus selalu jujur dan transparan,” tegasnya.

“Saya juga mendukung pernyataan KDM yang akan mengusut setiap dugaan penyalahgunaan bantuan anggaran pendidikan. Bila perlu langsung ditangani oleh Kejaksaan atau Kepolisian, apabila indikasi temuannya sudah kuat,” tutup Askun.***

Ket foto : Karikatur Kadisdik Jabar Purwanto, Dedi Mulyadi, Asep Agustian.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Anak Durhaka Aniaya Ibu Kandung Berakhir Diciduk Polisi, Menangis Saat Ditangkap di Kandang Ayam

PADANG - Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang telah menangkap seorang pemuda berinisial L (24 tahun) atau LN di kawasan Arai Pinang, Kecamatan Lubuk Begalung,...

Anggota TNI ini Meminta Maaf Sambil Menangis Setelah Pukul Kepsek Kiyai Kultural NU

LAMONGAN - Sebuah video memperlihatkan seorang Anggota TNI aktif/Babinsa Koramil Glagah, Serma Mamat Syaifudin (MS), sedang bersimpuh dan menangis sambil memeluk M. Munir Thowil...

Prabowo Tegur Seskab Teddy yang Minta Pidatonya Diakhiri : “Gue nih Presiden, Ted”

JAKARTA - Momen Presiden Prabowo Subianto menegur Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, terjadi dalam bentuk kelakar atau candaan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional...

Prabowo Cari Dedi Mulyadi yang Tidak Hadir dalam Rakornas TPAKD

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mencari keberadaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) karena tidak hadir langsung dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan...

Pakai Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Desak Prabowo Segera Tangani Karhutla

JAKARTA - Anggota parlemen Malaysia, Kalam Salan, menyampaikan pesan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam Bahasa Jawa. Dalam pesan tersebut, dia mendesak penanganan kebakaran hutan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan