Selasa, September 8, 2026
spot_img

Fortusis Jabar Minta Kejelasan Program ‘Sekolah Maung’

BANDUNG – Kelompok pemerhati pendidikan Jawa Barat bersama Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat meminta kejelasan arah dan keberlanjutan program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang akan dimulai tahun ini.

Ketua Fortusis Jawa Barat, Dwi Subawanto, mengatakan hal itu disampaikan saat melakukan audiensi bersama Komisi V DPRD Jawa Barat, di Ruang Komisi V, Gedung DPRD Jabar. Program sekolah Maung, dinilai akan membawa konsekuensi besar terhadap sistem pembelajaran, mekanisme seleksi, hingga dukungan pendidikan di tingkat daerah.

Dalam program Sekolah Maung, pihaknya menyoroti sejumlah persoalan mendasar dalam rancangan program tersebut, termasuk potensi ketimpangan yang pernah terjadi dalam sistem pendidikan, di mana siswa berprestasi bertumpuk di sekolah tertentu yang menyebabkan ketimpangan layanan pendidikan.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan dan Evaluasi Total Program MBG

“Kami menyampaikan penolakan terhadap program Sekolah Maung yang didasari pada kondisi sebelum 2017, ketika terjadi penumpukan murid berprestasi di sekolah tertentu yang menyebabkan ketimpangan pelayanan pendidikan,” ujar Dwi Subawanto, dilansir dari TribunNews.

Dwi juga menyoroti capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Jawa Barat yang pada 2025 berada di angka 70,44 dan masih masuk kategori Tuntas Pratama.

Selain itu, masih terdapat ketimpangan akses pendidikan, di mana 14 kecamatan belum memiliki SMA/SMK dan 128 kecamatan belum memiliki SMA/SMK negeri.

Meski demikian, Fortusis mengakui ruang koreksi terhadap kebijakan tersebut semakin terbatas. Sehingga pihaknya menekankan pentingnya peran DPRD Jawa Barat, khususnya Komisi V, untuk memperjelas arah pengembangan Sekolah Maung.

Berita Lainnya  RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat Desember 2026

“Namun kami melihat saat ini sudah sangat sulit memberikan masukan, apalagi membatalkan rencana Sekolah Maung ini. Karena itu kami meminta Komisi V DPRD Jabar memperjelas arah pengembangan dan keberlanjutan program ini,” katanya.

Fortusis juga membuka layanan pengaduan online bagi masyarakat apabila ditemukan pelanggaran dalam penyelenggaraan sekolah reguler maupun dampak dari implementasi kebijakan baru tersebut.

Sekolah Maung ini, kata dia, disebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan SMA Unggul Garuda yang mengarah pada Sekolah Garuda Transformasi.

Fortusis menilai jika Sekolah Maung akan dikembangkan menjadi Sekolah Garuda Transformasi, maka diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan 41 sekolah yang masuk program tersebut. Mulai dari kurikulum, sarana-prasarana, kualitas guru, hingga lingkungan belajar.

Berita Lainnya  Gagal Menyalip, Mobil Damkar Terguling saat Perjalanan Memadamkan Kebakaran, 7 Personel Luka-luka

“Kalau ini menjadi Sekolah Garuda Transformasi, maka harus ada kesiapan yang jelas. Jangan sampai menjadi sekolah unggulan yang setengah matang,” ujar Dwi.

Dwi menambahkan, seleksi calon peserta didik dalam program tersebut juga harus dilakukan secara objektif dan akuntabel, dengan memastikan peserta merupakan siswa berprestasi dan memiliki bakat istimewa.

Dalam kesempatan itu, Fortusis juga meminta DPRD Jawa Barat memperketat pengawasan terhadap proses seleksi Sekolah Maung yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, guna mencegah potensi persoalan dalam pelaksanaannya.***

Artikel ini telah tayang di TribunNews.com : https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1173657/rencana-sekolah-maung-jabar-dipertanyakan-fortusis-buka-kanal-aduan-dan-desak-evaluasi-total

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

SEPETAK Tuntut Nusron Wahid Dicopot, Desak Sahkan RUU Reforma Agraria

KARAWANG - Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Pekerja Tani Karawang (SEPETAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang (8/9/2026). Aksi...

Askun : “BTN Tak Perlu Kebakaran Jenggot, karena yang Diburu Kejaksaan Adalah Oknum yang Rugikan Negara”

KARAWANG - Sudah lima orang ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, atas kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Himbara Kantor...

Mengecam Pernyataan Nusron Wahid, Petani Karawang Desak RUU Reforma Agraria Segera Disahkan

KARAWANG - Ratusan Petani Karawang yang tergabung dalam Serikat Petani Karawang (Sepetak) bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) melakukan aksi demonstrasi di kantor ATR/BPN Karawang,...

Dugaan Korupsi Penyaluran KPR, Kejari Karawang Tetapkan Tersangka Baru

KARAWANG - Kejaksaan Negeri Karawang kembali menetapkan 1 (satu) orang tersangka baru berinisial DMP, terkait dugaan tindak pidana korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR)...

Diduga Kesurupan, Petugas Kebersihan Bandara Soekarno-Hatta Menangis, Tertawa hingga Lompat-lompat Seperti Pocong

TANGGERANG - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang petugas kebersihan (cleaning service) wanita yang diduga mengalami kesurupan dan bertingkah histeris di Terminal...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan