Jumat, September 25, 2026
Google search engine

GMPI Bersiap Kepung Gedung Wakil Rakyat Karawang

KARAWANG – Dalam rangka persiapan aksi demonstrasi ke gedung DPRD Karawang pada Rabu (22/4/2026) besok, Ormas Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Karawang menggelar rapat konsolidasi akbar dengan seluruh pengurus tingkat kecamatan se-Karawang.

Lewat rapat konsolidasi yang berlangsung di Sekretariat DPD GMPI Karawang, Komplek Ruko Dharmawangsa II Grand Taruma B21, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur ini, GMPI memastikan bakal mengepung gedung wakil rakyat Karawang.

Rencana aksi demonstrasi ini merupakan langkah tegas sikap GMPI yang sebelumnya telah mengirimkan surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke DPRD Karawang.

Tetapi sepekan lebih, surat tantangan debat terbuka soal wacana usulan parkir gratis RSUD Karawang tersebut tak kunjung digubris oleh para wakil rakyat.

Sekretaris DPD GMPI Karawang, Angga Dhe Raka mengatakan, bahwa usulan wacana parkir gratis RSUD Karawang tidak boleh dilihat secara dangkal sebagai kebijakan pro-rakyat, melainkan harus diuji secara serius dari sisi dampak fiskal dan tata kelola.

Berita Lainnya  Ibu Guru ini Didatangi Pejabat Kampar, Setelah Viralkan Bangunan Sekolah Berdinding Triplek

“Jangan bungkus kebijakan dengan narasi populis, tapi substansinya justru berpotensi merugikan daerah. Parkir gratis ini harus dihitung secara transparan berapa potensi PAD yang hilang, siapa yang akan menanggung, dan apa dasar kajiannya. Kalau tidak jelas, ini bukan solusi, tapi masalah baru,” tutur Angga, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, kebijakan publik yang tidak berbasis kajian yang matang justru membuka ruang bagi praktik-praktik tidak sehat dalam pengelolaan keuangan daerah.

Lebih jauh, Angga menyoroti persoalan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang dinilai selama ini minim transparansi dan rawan disalahgunakan.

“Pokir itu bukan dana pribadi anggota dewan. Itu uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka. Kami menuntut DPRD Karawang membuka secara rinci siapa pengusulnya, programnya apa, lokasinya di mana, nilai anggarannya berapa, dan siapa pelaksananya. Jangan ada lagi praktik ‘titip-menitip’ yang tidak jelas,” ujarnya.

Berita Lainnya  Kejagung Pamerkan Tumpukan Duit Rp 1 Triliun Lebih Korupsi Pemanfaatan Kawasan Hutan Lampung

Menurutnya, keterbukaan data pokir dari tahun 2024 hingga 2026 merupakan langkah minimal untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.

“Kalau DPRD merasa tidak ada yang salah, buka saja semuanya ke publik. Transparansi itu bukan ancaman, tapi kewajiban. Justru kalau ditutup-tutupi, publik akan semakin yakin ada yang disembunyikan,” lanjutnya.

Angga juga secara keras mendesak Kejaksaan Negeri Karawang untuk bertindak cepat dan serius dalam menindaklanjuti dugaan jual beli pokir yang belakangan mencuat.

“Kami tidak ingin Kejaksaan hanya jadi penonton. Dugaan jual beli pokir ini bukan isu kecil ini menyangkut integritas lembaga dan potensi kerugian negara. Harus ada keberanian untuk mengusut sampai ke akar, bukan sekadar formalitas atau klarifikasi permukaan,” tegasnya.

Berita Lainnya  Apresiasi Kinerja Kasi Pidsus, Pengamat Desak Kejaksaan Bongkar Keterlibatan BTN

Ia bahkan menegaskan bahwa GMPI akan terus mengawal proses tersebut dan tidak segan melakukan aksi lanjutan jika tidak ada progres penanganan.

“Kalau tidak ada langkah konkret, kami pastikan gelombang aksi akan terus membesar. Ini bukan soal GMPI saja, tapi soal bagaimana uang rakyat tidak dipermainkan oleh kepentingan segelintir orang,” katanya.

Menutup pernyataannya, Angga menegaskan bahwa aksi damai yang akan digelar merupakan bentuk akumulasi keresahan publik terhadap praktik pemerintahan yang dinilai semakin jauh dari prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Aksi ini adalah peringatan terbuka. Kami ingin DPRD dan aparat penegak hukum sadar bahwa publik sedang mengawasi. Jangan uji kesabaran masyarakat. Kami datang dengan tuntutan yang jelas,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan