Selasa, Juli 28, 2026
spot_img

GMPI Bersiap Kepung Gedung Wakil Rakyat Karawang

KARAWANG – Dalam rangka persiapan aksi demonstrasi ke gedung DPRD Karawang pada Rabu (22/4/2026) besok, Ormas Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Karawang menggelar rapat konsolidasi akbar dengan seluruh pengurus tingkat kecamatan se-Karawang.

Lewat rapat konsolidasi yang berlangsung di Sekretariat DPD GMPI Karawang, Komplek Ruko Dharmawangsa II Grand Taruma B21, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur ini, GMPI memastikan bakal mengepung gedung wakil rakyat Karawang.

Rencana aksi demonstrasi ini merupakan langkah tegas sikap GMPI yang sebelumnya telah mengirimkan surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke DPRD Karawang.

Tetapi sepekan lebih, surat tantangan debat terbuka soal wacana usulan parkir gratis RSUD Karawang tersebut tak kunjung digubris oleh para wakil rakyat.

Sekretaris DPD GMPI Karawang, Angga Dhe Raka mengatakan, bahwa usulan wacana parkir gratis RSUD Karawang tidak boleh dilihat secara dangkal sebagai kebijakan pro-rakyat, melainkan harus diuji secara serius dari sisi dampak fiskal dan tata kelola.

Berita Lainnya  Ditabrak Minibus, Pemotor Ayah dan Putrinya Tewas Sampai Terpental ke Atap Bengkel

“Jangan bungkus kebijakan dengan narasi populis, tapi substansinya justru berpotensi merugikan daerah. Parkir gratis ini harus dihitung secara transparan berapa potensi PAD yang hilang, siapa yang akan menanggung, dan apa dasar kajiannya. Kalau tidak jelas, ini bukan solusi, tapi masalah baru,” tutur Angga, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, kebijakan publik yang tidak berbasis kajian yang matang justru membuka ruang bagi praktik-praktik tidak sehat dalam pengelolaan keuangan daerah.

Lebih jauh, Angga menyoroti persoalan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang dinilai selama ini minim transparansi dan rawan disalahgunakan.

“Pokir itu bukan dana pribadi anggota dewan. Itu uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka. Kami menuntut DPRD Karawang membuka secara rinci siapa pengusulnya, programnya apa, lokasinya di mana, nilai anggarannya berapa, dan siapa pelaksananya. Jangan ada lagi praktik ‘titip-menitip’ yang tidak jelas,” ujarnya.

Berita Lainnya  Polda Jabar Ungkap Judi Online, 11 Orang Ditetapkan Tersangka, Uang Miliaran hingga Mobil Mewah Disita

Menurutnya, keterbukaan data pokir dari tahun 2024 hingga 2026 merupakan langkah minimal untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.

“Kalau DPRD merasa tidak ada yang salah, buka saja semuanya ke publik. Transparansi itu bukan ancaman, tapi kewajiban. Justru kalau ditutup-tutupi, publik akan semakin yakin ada yang disembunyikan,” lanjutnya.

Angga juga secara keras mendesak Kejaksaan Negeri Karawang untuk bertindak cepat dan serius dalam menindaklanjuti dugaan jual beli pokir yang belakangan mencuat.

“Kami tidak ingin Kejaksaan hanya jadi penonton. Dugaan jual beli pokir ini bukan isu kecil ini menyangkut integritas lembaga dan potensi kerugian negara. Harus ada keberanian untuk mengusut sampai ke akar, bukan sekadar formalitas atau klarifikasi permukaan,” tegasnya.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Lebak Diduga Suruh Orang Culik dan Aniaya Aktivis yang Mengkritiknya

Ia bahkan menegaskan bahwa GMPI akan terus mengawal proses tersebut dan tidak segan melakukan aksi lanjutan jika tidak ada progres penanganan.

“Kalau tidak ada langkah konkret, kami pastikan gelombang aksi akan terus membesar. Ini bukan soal GMPI saja, tapi soal bagaimana uang rakyat tidak dipermainkan oleh kepentingan segelintir orang,” katanya.

Menutup pernyataannya, Angga menegaskan bahwa aksi damai yang akan digelar merupakan bentuk akumulasi keresahan publik terhadap praktik pemerintahan yang dinilai semakin jauh dari prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Aksi ini adalah peringatan terbuka. Kami ingin DPRD dan aparat penegak hukum sadar bahwa publik sedang mengawasi. Jangan uji kesabaran masyarakat. Kami datang dengan tuntutan yang jelas,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ditabrak Minibus, Pemotor Ayah dan Putrinya Tewas Sampai Terpental ke Atap Bengkel

CILEGON - Polisi masih menyelidiki kasus kecelakaan maut melibatkan pengendara sepeda motor dan minibus di kawasan Merak, Kota Cilegon, Banten, Senin (27/7/2026). Insiden mengerikan...

Judi Online Hingga Indikasi Korupsi, BGN Pecat Ratusan Pegawai yang Terbukti Pelanggaran Berat

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) bersih-bersih internal lembaga dengan memberhentikan ratusan pegawai yang diduga melakukan pelanggaran disiplin. Selain itu, sembilan aparatur sipil negara (ASN)...

Polisi Tetapkan 7 Tersangka dalam Kasus Bentrokan di Tambak – Jakpus

JAKARTA - Polisi telah menetapkan tujuh tersangka dari peristiwa kericuhan maut di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat. Ketujuh tersangka ditetapkan atas perusakan gerobak...

Kasat Narkoba Tangsel dan Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkotika

JAKARTA - Bareskrim Polri menyebut Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman terlibat kasus penyalahgunaan narkotika jenis etomidate. Etomidate adalah obat bius medis kuat...

Sempat Sembunyi di Kasir Minimarket, Maling Motor di Morowali Tewas Setelah Dihakimi Massa

MOROWALI - Pria berinisial S (33) asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikeroyok massa usai diduga mencuri motor di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulsel). Pengeroyokan...

Hukum

Kasat Narkoba Tangsel dan Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkotika

JAKARTA - Bareskrim Polri menyebut Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman terlibat kasus penyalahgunaan narkotika jenis etomidate. Etomidate adalah obat bius medis kuat...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan