Selasa, Mei 26, 2026
spot_img

Kiyai Uyan : Kang Emay Adalah Gus Dur-nya Karawang

KARAWANG – Hari ketujuh wafatnya tokoh senior Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Karawang, almarhum Kang Emay Ahmad Maehi masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar, sanak-saudara maupun sahabat-sahabat terdekatnya.

Almarhum Kang Emay dikenal sebagai tokoh masyarakat yang dicintai para kiyai dan santri, karena memiliki jasa besar terhadap perkembangan dakwah NU di Kota Pangkal Perjuangan.

Terbukti, di hari ketujuh gelaran ‘tahlilan’ di Komplek Pesantren Bani Ali – Rengasdengklok, banyak para kiyai, tokoh NU maupun santri yang ikut mendoakan almarhum.

“Kang Emay memang dicintai banyak orang, terbukti banyak sekali yang merasa kehilangan dan ikut mendoakan almarhum tadi malam. Tidak hanya para kyai dan santri, tapi berbagai tokoh lintas komunitas ikut hadir. Acara tahlilan-pun berjalan khusyu dan khidmat,” tutur KH. Ahmad Ruhyat Hasbi, salah seorang sahabat almarhum yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Attarbiyah – Telagasari, Senin (30/3/2026).

Berita Lainnya  Pemkab Bekasi Tandatangani PKS dengan PT. Asiana untuk Olah Sampah TPA Burangkeng

Atas kepergian almarhum ini, Kiyai Uyan (sapaan akrab) mengaku sempat diminta adiknya Kang Emay, yaitu Kyai Didin yang juga adik kelasnya di Pondok Pesantren Cipasung untuk menyampaikan testimoni.

Karena menurut Kiyai Uyan, Banyak sekali ‘maziyah’ atau keistimewaan yang Allah SWT berikan kepada almarhum. Oleh karenanya, Kiyai Uyan mengaku ingin menyampaikan 3 hal terkait almarhum Kang Emay.

Pertama, Kang Emay adalah tulang punggung keluarga. Tak lama setelah pulang kuliah dari UIN Jogjakarta, Kang Emay dan 8 adiknya ditinggal wafat ayahnya KH. Ahmad Tamimi. Sebagai anak sulung, Kang Emay berjibaku dan banting tulang untuk membesarkan 8 adiknya yang waktu itu masih kecil-kecil.

Berita Lainnya  Dikritik Budayawan, Lokasi Kirab Mahkota Binokasih Dipindah ke Masjid Syech Quro

Karena almarhum seorang aktivis yang didukung oleh kecerdasan dan kemampuannya yang diatas rata-rata, almarhum berhasil menjabat Ketua KPUD Karawang selama 2 periode. Kang Emay juga merintis beberapa usaha antara lain di bidang gas dan penyewaan tenda. Dengan segala usahanya, akhirnya Kang Emay berhasil menyekolahkan semua adik-adiknya sampai bangku kuliah.

“Juga beberapa di antaranya mondok di berbagai pesantren. Bahkan sampai pernikahan mereka pun Kang Emay yang menanggungnya. Masya Allah,” kata Kiyai Uyan.

Kedua , Kang Emay dikenal orang yang supel dalam bergaul. Almarhum tidak pernah memilah teman, baik dari kalangan kyai, pejabat, LSM, sampai komunitas pecinta Iwan Fals.

“Beliau juga aktivis Forum Kerukunan Umat Beragama, tak heran para tokoh lintas agama menjulukinya Gus Dur-nya Karawang,”  kata mantan Ketua PCNU Karawang ini.

Berita Lainnya  KDM Pimpin Pembongkaran Kios di Cicadas, Janji Berikan Pekerjaan Baru bagi PKL

Ketiga, Kang Emay adalah pejuang NU sejati. Almarhum tidak pernah melihat siapa yang ngurus NU, karena yang dia cintai bukan personal, tapi NU sebagai organisasi.

“Kang Emay pernah menjadi Ketua GP ANSOR Cabang Karawang, dia juga wakil ketua di PCNU Karawang ketika H. Marzuki dan saya menjabat ketuanya. Jika sudah menyangkut NU, Kang Emay pasti berdiri paling depan, kecintaannya kepada NU tidak diragukan lagi. Selamat jalan kawan!, Allah yagfir wa yarhamkum,” tandas Kiyai Uyan, saat menutup pernyataan testimoninya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aparat Gabungan Hentikan Galian Tanah Merah Ilegal di Patokbeusi – Subang

SUBANG - Aparat gabungan yang terdiri dari Sat Reskrim Polres, Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, menggentikan aktivitas galian tanah diduga ilegal,...

Dugaan Gratifikasi, Anne Ratna Penuhi Panggilan Penyidik Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Terkait dugaan gratifikasi, mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (25/5/2026). Anne tiba di kantor...

Diduga Tertipu WO yang Dikenal di Instagram, Pasangan Pengantin Viral ini Resmi Buat Laporan Polisi

JAKARTA - Pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) akhirnya resmi mempolisikan wedding organizer (WO) dan katering bernama Marwah Catering Service ke Mapolres Jakarta...

Relokasi Pasar Rengasdengklok Dinilai Gagal, Diduga Ada Pungli Rp 2 Juta kepada Pedagang yang Bertahan di Pasar Lama

KARAWANG - Relokasi pedagang Pasar Rengasdengklok ke Pasar Proklamasi dinilai gagal. Alih-alih menata kondisi pasar yang semrawut agar terlihat lebih rapih, program relokasi Pasar...

KDM Sebut Persib Klub Profesional Tanpa Campur Tangan Pemerintah, Janji Guyur Bonus Rp 1 Miliar dari Kantong Pribadi

BANDUNG - Sebagai pencetak rekor hattrick juara tiga kali berturut-turut, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyebut jika Persib Bandung merupakan klub sepak...

Hukum

Dugaan Gratifikasi, Anne Ratna Penuhi Panggilan Penyidik Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Terkait dugaan gratifikasi, mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (25/5/2026). Anne tiba di kantor...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan