Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Kiyai Uyan : Kang Emay Adalah Gus Dur-nya Karawang

KARAWANG – Hari ketujuh wafatnya tokoh senior Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Karawang, almarhum Kang Emay Ahmad Maehi masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar, sanak-saudara maupun sahabat-sahabat terdekatnya.

Almarhum Kang Emay dikenal sebagai tokoh masyarakat yang dicintai para kiyai dan santri, karena memiliki jasa besar terhadap perkembangan dakwah NU di Kota Pangkal Perjuangan.

Terbukti, di hari ketujuh gelaran ‘tahlilan’ di Komplek Pesantren Bani Ali – Rengasdengklok, banyak para kiyai, tokoh NU maupun santri yang ikut mendoakan almarhum.

“Kang Emay memang dicintai banyak orang, terbukti banyak sekali yang merasa kehilangan dan ikut mendoakan almarhum tadi malam. Tidak hanya para kyai dan santri, tapi berbagai tokoh lintas komunitas ikut hadir. Acara tahlilan-pun berjalan khusyu dan khidmat,” tutur KH. Ahmad Ruhyat Hasbi, salah seorang sahabat almarhum yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Attarbiyah – Telagasari, Senin (30/3/2026).

Berita Lainnya  Diduga Belum Lengkapi Izin, Pemprov Jabar Dituntut Evaluasi Pertambangan PT. MPB di Karawang

Atas kepergian almarhum ini, Kiyai Uyan (sapaan akrab) mengaku sempat diminta adiknya Kang Emay, yaitu Kyai Didin yang juga adik kelasnya di Pondok Pesantren Cipasung untuk menyampaikan testimoni.

Karena menurut Kiyai Uyan, Banyak sekali ‘maziyah’ atau keistimewaan yang Allah SWT berikan kepada almarhum. Oleh karenanya, Kiyai Uyan mengaku ingin menyampaikan 3 hal terkait almarhum Kang Emay.

Pertama, Kang Emay adalah tulang punggung keluarga. Tak lama setelah pulang kuliah dari UIN Jogjakarta, Kang Emay dan 8 adiknya ditinggal wafat ayahnya KH. Ahmad Tamimi. Sebagai anak sulung, Kang Emay berjibaku dan banting tulang untuk membesarkan 8 adiknya yang waktu itu masih kecil-kecil.

Berita Lainnya  Raker Ghazali Center Indonesia Hasilkan 5 Rekomendasi Eksternal untuk Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

Karena almarhum seorang aktivis yang didukung oleh kecerdasan dan kemampuannya yang diatas rata-rata, almarhum berhasil menjabat Ketua KPUD Karawang selama 2 periode. Kang Emay juga merintis beberapa usaha antara lain di bidang gas dan penyewaan tenda. Dengan segala usahanya, akhirnya Kang Emay berhasil menyekolahkan semua adik-adiknya sampai bangku kuliah.

“Juga beberapa di antaranya mondok di berbagai pesantren. Bahkan sampai pernikahan mereka pun Kang Emay yang menanggungnya. Masya Allah,” kata Kiyai Uyan.

Kedua , Kang Emay dikenal orang yang supel dalam bergaul. Almarhum tidak pernah memilah teman, baik dari kalangan kyai, pejabat, LSM, sampai komunitas pecinta Iwan Fals.

“Beliau juga aktivis Forum Kerukunan Umat Beragama, tak heran para tokoh lintas agama menjulukinya Gus Dur-nya Karawang,”  kata mantan Ketua PCNU Karawang ini.

Berita Lainnya  Imbas Sayembara Dedi Mulyadi, Warga Rame-rame Turun ke Jalan Sweeping Buru Pelaku Begal

Ketiga, Kang Emay adalah pejuang NU sejati. Almarhum tidak pernah melihat siapa yang ngurus NU, karena yang dia cintai bukan personal, tapi NU sebagai organisasi.

“Kang Emay pernah menjadi Ketua GP ANSOR Cabang Karawang, dia juga wakil ketua di PCNU Karawang ketika H. Marzuki dan saya menjabat ketuanya. Jika sudah menyangkut NU, Kang Emay pasti berdiri paling depan, kecintaannya kepada NU tidak diragukan lagi. Selamat jalan kawan!, Allah yagfir wa yarhamkum,” tandas Kiyai Uyan, saat menutup pernyataan testimoninya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan