Selasa, September 29, 2026
Google search engine

22 PMKS di Bekasi Terjaring Razia Penertiban

BEKASI – Operasi penertiban terhadap gelandangan dan pengemis yang tergolong Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, di sejumlah lokasi yang kerap dijadikan tempat aktivitas mereka. Dari kegiatan tersebut, sebanyak 22 orang berhasil terjaring.

Penertiban dilakukan melalui operasi gabungan yang melibatkan personel dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi, Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, serta UPTD Rumah Singgah Kabupaten Bekasi. Sasaran operasi difokuskan pada beberapa titik di wilayah Cikarang Pusat hingga Cikarang Utara, yang selama ini diketahui menjadi lokasi aktivitas para gelandangan maupun pengemis.

Berita Lainnya  Diungkap KDM Terlibat Transportasi Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia, Anggota DPRD Jabar H. Jenal Arifin Sampaikan Klarifikasi

Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Surya Wijaya, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penerapan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 10 Tahun 2012 mengenai penertiban PMKS.

Melalui operasi tersebut, penanganan terhadap para PMKS diharapkan dapat dilakukan secara lebih manusiawi dan terarah. Pembinaan serta kesempatan untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi juga diharapkan dapat diperoleh oleh mereka yang terjaring dalam penertiban.

Sementara itu, Kepala UPTD Rumah Singgah Kabupaten Bekasi Ucu Surya Jingga menyampaikan bahwa puluhan orang berhasil diamankan selama kegiatan berlangsung. Seluruh individu yang terjaring kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Berita Lainnya  Yang Janji Relokasi Dedi Mulyadi, Yang Dibikin Pusing Lurah Jujun

Dari total 22 orang yang diamankan, sebanyak 12 orang diketahui merupakan individu dewasa. Selain itu, empat keluarga yang membawa anak-anak juga turut terjaring dalam operasi tersebut.

Setelah proses pendataan dan asesmen dilakukan oleh petugas rehabilitasi sosial, penanganan lanjutan direncanakan melalui rujukan ke dua panti sosial milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah tersebut dilakukan agar pembinaan serta pendampingan dapat diberikan secara lebih komprehensif.

Melalui asesmen yang dilakukan, kondisi setiap individu maupun keluarga yang terjaring diharapkan dapat dipahami secara lebih mendalam sehingga bentuk penanganan yang diberikan dapat disesuaikan.

Berita Lainnya  287 Prajurit Yonif 305 Tengkorak Dilepas untuk Misi Perdamaian Dunia di Afrika Tengah

Remaja yang termasuk dalam kelompok PMKS direncanakan akan dirujuk ke panti sosial yang berada di Cirebon untuk menjalani pembinaan. Sementara itu, keluarga yang terjaring dalam operasi tersebut akan diarahkan ke panti sosial yang berada di Bandung guna memperoleh pendampingan lanjutan.***

Sumber : PikiranRakyat.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Selama Ada Prabowo, Dedi Mulyadi Tidak Mungkin Maju di Pilpres 2029

Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ikut diperbincangkan dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Namun, pengamat politik Adi Prayitno menilai wacana...

Ombudsman RI : Asal Bayar Rp250 Juta, Warga Binaan Bisa Gunakan HP di Rutan

Anggota Ombudsman RI, Syafrida Rachmawati mengungkapkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp250 juta bagi warga binaan yang ingin menggunakan handphone di Rutan Kelas...

Dewan Pakar KAHMI Desak Mendiktisaintek Copot Rektor UNSIKA

KARAWANG - Dewan Pakar Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Karawang, Lukman N. Iraz, mendesak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi...

Oknum Polisi Bengkulu yang Julurkan Lidah ke Pendemo Dijatuhi Sanksi Disiplin

Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu resmi menjatuhkan sanksi disiplin kepada oknum polisi yang tertangkap kamera melakukan tindakan tidak pantas dengan menjulurkan lidah ke arah massa...

Dulu Kebijakan KDM Soal Pendidikan Barak Militer Banyak Ditentang, Kini Pemerintah Resmi Luncurkan Ekstrakurikuler KKRI

MASIH ingatkan anda dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang mengirim siswa bermasalah atau "nakal" ke barak militer yang banyak ditentang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan