Selasa, Juni 23, 2026
spot_img

Warga Geger Penemuan Mayat WNA dengan Penuh Luka Sayat

SUBANG  – Penemuan mayat menggegerkan warga Kampung Munjul, Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten SubangJawa Barat. Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan tergeletak di sebuah kebun dekat kawasan industri, Sabtu (3/1/22026) siang.

Kondisi korban sangat mengenaskan dengan sejumlah luka sayat diduga akibat senjata tajam di bagian leher dan wajah.

Penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh warga yang sedang pulang dari kebun nangka. Sontak, temuan tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.

Berita Lainnya  Misteri Kematian Pejabat Purwakarta, Bunuh Diri atau Dibunuh?

Petugas Polsek Cipeundeuy yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, tim Inafis Polres Subang melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti-bukti awal.

Berdasarkan temuan awal, korban diduga merupakan WNA yang bekerja di proyek pembangunan kawasan industri tak jauh dari lokasi penemuan mayat.

Kapolsek Cipeundeuy Kompol Kustiawan mengatakan, dari ciri fisik wajah korban, polisi menduga korban bukan warga lokal.

“Awalnya kami dapat informasi dari warga ditemukan sesosok mayat. Jenis kelamin laki-laki, ada bekas luka benda tajam di bagian wajah. Dari ciri wajah sepertinya orang asing,” ujar Kapolsek, Sabtu (3/1/2026).

Berita Lainnya  Karawang Gaduh Video Diduga Pasangan Muda-mudi LBGT yang Asik Berjoged

Polisi juga masih mendalami apakah korban dibunuh di lokasi penemuan atau jasadnya sengaja dibuang di kebun tersebut. Akses menuju TKP diketahui berupa jalan buntu dan jarang dilalui warga.

Saat ini, kasus penemuan mayat tersebut telah ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Subang. Jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab kematian serta membantu proses identifikasi.

Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengetahui informasi terkait korban agar segera melapor ke pihak berwajib.***

Berita Lainnya  ASN di Purwakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Sumber : iNews Jabar

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Desak Usut Mafia Pembiayaan Kredit Perumahan, Arya Mandalika Demo Sendirian di Bank BTN Karawang

KARAWANG - Dugaan praktik bermasalah dalam pembiayaan kredit perumahan kembali mencuat di Kabupaten Karawang. Presiden Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Mandalika, Hendra Supriatna, SH.,...

Kejari Jaksel Batal Tahan Roy Suryo dan Tifauziah

JAKARTA - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias dokter Tifa dalam kasus...

UHC Terancam Dicabut, Ratusan Massa Geruduk Kantor Pemkab Purwakarta

PURWAKARTA - Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Organisasi Kemasyarakatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat menggelar aksi damai di halaman kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Purwakarta,...

Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa Nakal

BANDUNG - Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait program sekolah swasta gratis tidak hanya menitikberatkan pada akses pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter siswa. Gubernur Jawa...

‘Nyanyian’ Sony Sonjaya Setorkan 41 Nama Tokoh yang Diduga Terlibat Korupsi MBG

JAKARTA - Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya kembali 'bernyanyi' terkait kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkap nama-nama baru...

Hukum

Kejari Jaksel Batal Tahan Roy Suryo dan Tifauziah

JAKARTA - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias dokter Tifa dalam kasus...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan