Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Tercium di Medsos, Polsek Pagaden Gagalkan Aksi Tawuran Kelompok Remaja

SUBANG – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Pagaden, Polres Subang, berhasil menggagalkan rencana aksi tawuran antar kelompok remaja yang diduga diorganisir melalui media sosial Instagram. Upaya pencegahan tersebut dilakukan pada Sabtu (7/3/2026) sebagai bagian dari langkah menjaga situasi keamanan selama bulan suci Ramadan.

Informasi mengenai rencana tawuran itu pertama kali terdeteksi oleh jajaran kepolisian melalui pemantauan aktivitas di media sosial. Setelah memastikan adanya indikasi ajakan tawuran, petugas dari Bhabinkamtibmas bersama Unit Reskrim langsung bergerak melakukan penelusuran terhadap para remaja yang diduga terlibat.

Kapolres Subang, AKBP Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., melalui Kapolsek Pagaden, AKP Ikin Sodikin, S.H., menjelaskan bahwa langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

Berita Lainnya  Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

“Kami melakukan penyisiran ke kediaman enam remaja yang teridentifikasi. Mayoritas masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Untuk memberikan efek jera dan pembinaan awal, mereka langsung kami kumpulkan di rumah Kepala Dusun setempat untuk diberikan pengarahan,” ujar AKP Ikin Sodikin.

Dalam kesempatan tersebut, para remaja juga diberikan pembinaan serta diingatkan mengenai dampak negatif tawuran, baik terhadap keselamatan diri sendiri maupun masa depan mereka. Polisi juga mengamankan 6 pucuk senjata tajam yang diduga akan digunakan untuk tawuran.

Berita Lainnya  2 Pemuda Pemeran 'A Day in My Life' Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Upaya pencegahan tersebut, kata AKP Ikin, juga merupakan bagian dari implementasi program Kapolda Jawa Barat SAUYUNAN JAGA LEMBUR, serta instruksi Kapolres Subang melalui slogan JAGA SUBANG dan RAWATIB (Ramadan Wajib Tertib).

“Kami meminta para orang tua untuk lebih ketat mengawasi pergaulan dan aktivitas anak di media sosial. Jangan sampai gadget menjadi pintu masuk bagi anak-anak kita ke dalam konflik yang merugikan masa depan mereka,” tegasnya.

Berita Lainnya  Tak Mampu Bayar Transaksi Open BO, Pedagang Mi Ayam di Bekasi Cekik Wanita Hamil hingga Tewas

Langkah cepat Polsek Pagaden ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Warga dan para orang tua mengapresiasi tindakan preventif kepolisian yang dinilai mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas, terutama di tengah suasana Ramadhan.

Polsek Pagaden memastikan akan terus meningkatkan patroli rutin serta pemantauan aktivitas di media sosial guna mencegah munculnya kembali rencana tawuran maupun gangguan keamanan lainnya di wilayah hukumnya.***

Sumber : TintaHijau.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan