Senin, Maret 2, 2026
spot_img

Sungai Cipunagara Tercemar Limbah Industri, Petani Ikan Tak Berani Tebar Benih

SUBANG – Pencemaran limbah yang diduga berasal dari aktivitas industri di hulu Sungai Cipunagara menimbulkan keresahan warga di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Air sungai yang berubah warna dan dipenuhi busa putih mengalir hingga ke kolam-kolam budidaya ikan milik warga.

Akibat kondisi tersebut, para petani ikan tidak lagi berani menebar benih karena khawatir ikan akan mati secara massal. Air sungai yang selama ini menjadi sumber utama untuk kolam budidaya kini dianggap tidak layak digunakan.

Pantauan di lokasi menunjukkan air Sungai Cipunagara dipenuhi busa putih menyerupai sabun yang mengapung di permukaan. Limbah tersebut diduga berasal dari kawasan hulu sungai lalu mengalir ke saluran air yang terhubung langsung dengan kolam-kolam milik warga.

Berita Lainnya  Rekonstruksi Jalan Exit Tol Karawang Barat - Karawang Timur Dimulai Mei 2026

Dampak pencemaran ini dirasakan para petani ikan di Kampung Nyalindung, Desa Darmaga, Kecamatan Cisalak. Dalam 2 tahun terakhir, puluhan petani terpaksa menghentikan kegiatan budidaya karena tidak lagi memiliki sumber air bersih.

Kolam-kolam ikan yang sebelumnya produktif kini terbengkalai. Warga menilai kualitas air yang tercemar sangat berisiko dan dapat menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar.

Salah seorang warga, Aep Saepuloh, mengaku mengalami kerugian besar akibat kondisi tersebut. “Airnya sudah tidak bisa dipakai sama sekali. Kalau dipaksakan, ikan pasti mati. Kami sudah lebih dari dua tahun tidak bisa budidaya. Modal habis, penghasilan juga tidak ada,” ujar Aep kepada Beritasatu.com, Minggu (1/3/2026).

Berita Lainnya  Rocky Gerung Bela Ketua BEM UGM : Ada Pihak Lain yang 'Ngomporin'

Ia menjelaskan sebelumnya para petani ikan di wilayah tersebut memanfaatkan air dari saluran Sungai Cipunagara untuk mengisi kolam. Namun setelah tercemar limbah, mereka mencoba beralih menggunakan sumber air lain.

“Kami sempat menggunakan air dari sungai lain, tetapi hasilnya tidak sebagus saat memakai air Cipunagara. Akhirnya banyak petani ikan yang bangkrut,” katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Nana. Ia menduga pencemaran berasal dari limbah perusahaan yang berada di wilayah hulu sungai.

“Kami menduga limbah ini dari pabrik-pabrik di atas. Air sering berbusa dan berbau. Banyak warga akhirnya menganggur, ada yang beralih jadi petani atau kuli serabutan. Saya masih bisa bertahan karena menggunakan cadangan air hujan,” ujarnya.

Berita Lainnya  KAHMI Karawang Gulirkan Program Khataman Al-qur’an

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Subang bersama aparat penegak hukum segera melakukan penelusuran serta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas pencemaran tersebut.

Menurut mereka, pencemaran Sungai Cipunagara tidak hanya merusak ekosistem perairan, tetapi juga mengancam mata pencaharian warga yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha budidaya ikan.***

Sumber : beritasatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pejabat Karawang Tak Mau Berkaca kepada Kasus ‘Ijon Proyek Bekasi’

KARAWANG - Diduga mangkrak atau mengalami keterlambatan, serta mengabaikan faktor K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), proyek rehabilitasi Jembatan Segaran-Pulo Putri di Kecamatan Batujaya, Kabupaten...

Iran Bersumpah Balas Dendam

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa membalas dendam atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan pejabat senior lainnya adalah "kewajiban dan hak sah"...

Sempat Buat Bupati Aep Geram, Camat Pangkalan Resmi Dipolisikan

KARAWANG - Atas dugaan tindak pidana penipuan berkedok proyek perumahan syariah, Camat Pangkalan Kabupaten Karawang, Catur Teguh akhirnya resmi dipolisikan oleh salah seorang korbannya...

Jangan Sampai Gus Yaqut Lolos di Praperadilan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera mengumumkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait hitungan final kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi...

Ayatollah Ali Khamenei Mati Syahid, Donald Trump Dikecam

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump terus menghadapi tekanan politik dari Kongres menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). Al...

Hukum

Pejabat Karawang Tak Mau Berkaca kepada Kasus ‘Ijon Proyek Bekasi’

KARAWANG - Diduga mangkrak atau mengalami keterlambatan, serta mengabaikan faktor K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), proyek rehabilitasi Jembatan Segaran-Pulo Putri di Kecamatan Batujaya, Kabupaten...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan