Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Respon Gapensi Soal ‘Gagal Bayar’ Rp 621 Miliar Pemprov Jabar

BANDUNG – Kasus gagal bayar Pemprov Jawa Barat terhadap para kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan tahun 2025 sebesar Rp 621 karena tidak adanya uang mendapat reaksi terutama dari kalangan pelaku penyedia jasa pekerjaan.

Dalam catatan Pikiran Rakyat, kasus gagal bayar pekerjaan oleh Pemprov Jawa Barat tersebut baru pertama kali terjadi dan pada tahun tahun sebelumny tidak pernah ada.

Gabungan Pelaksanaan Kontruksi Nasionak Indonesia (Gapensi) Provinsi Jawa Barat sebagai wadah pelaku usaha kontruksi memberikan sikap atas kasus gagal bayar tersebut.

Berita Lainnya  Diungkap KDM Terlibat Transportasi Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia, Anggota DPRD Jabar H. Jenal Arifin Sampaikan Klarifikasi

Ketua BPD Gapensi Jawa Barat Tb. Nasrul Ibnu HR yang dihubungi Pikiran Rakyat mengatakan, pihaknya memahami situasi yang tengah dihadapi Pemprov Jabar sehingga ada kegagalan bayar pekerjaan di tahun 2025 sebesar Rp 621 Miliar.

“Bagi saya, apa yang disampaikan Pak Gubernur sudah cukup jelas. Pak Gubernur cukup tanggap langsung memanggil para para kepala dinas termasuk BPKAD bahwa terkait pembayaran kepada pihak kontraktor akan diselesaikan secepatnya bahkan mulai Januari ini akan dibayarkan,” kata Tb Nasrul.

Berita Lainnya  Modus Pura-pura Tidur, Pria ini Lecehkan Penumpang Wanita Dalam Bus JR Connexion Rute Juanda-Tamansari

Nasrul menuturkan, kasus pembayaran tunda ini diakuinya tidak memberi dampak langsung pada operasional usaha para kontraktor terurama bagi penyedia jasa yang tergabung dalam Gapensi Jabar . Karena angota Gapensi memiliki daya tahan dalam menghadapi situasi seperti ini.

“Terlebih Gubernur Dedi Mulyadi secara terbuka telah menyampaikan melalui media sosial bahwa tunda bayar akan segera diselesaikan. Harapannya semua pihak dapat memahami situasi ini termasuk perbankan dan rantai pasok,” ujar Nasrul.

Meski dijanjikan pembayaran pada tahun 2026, namun sampai saat ini belum diketahui secara jelas bagaimana skema pembayaran dan asal sumber uang untuk pembayaran pekerjaan kepada kontraktor sebesar Rp 621 miliar tersebut.

Berita Lainnya  Terindikasi Tumpang Tindih dengan Kawasan Hutan, Aktivis Tani Minta Pabrik di KIIC Segera Dibongkar

Mengingatkan selain tidak ada uang, juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 telah disahkan.***

Sumber Artikel berjudul “”, selengkapnya dengan link: https://www.pikiran-rakyat.com/news/pr-019914549/kasus-pemprov-jabar-gagal-bayar-kontraktor-rp-621-miliar-begini-respon-gapensi-jabar

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan