Kamis, Agustus 6, 2026
spot_img

Polemik Trans Beken, Sopir Angkot Minta Dirangkul

KOTA BEKASI – Di tengah protes sopir angkot terkait pengoperasian Trans Bekasi Keren (Trans Beken), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi membuka peluang pengembangan fasilitas dan penataan ulang trayek (re-routing) angkutan kota (angkot).

Kepala Dishub Kota Bekasi Zeno Bachtiar mengatakan, pengembangan angkot sangat memungkinkan dilakukan, baik melalui peremajaan armada maupun penataan ulang trayek.

“Tentu bisa dikembangkan. Bisa dalam bentuk dilakukannya peremajaan, kemudian dilakukannya re-routing,” ungkap Zeno saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (15/2/2026).

Ia menjelaskan, re-routing dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari memperpendek maupun memperpanjang trayek, serta menggabungkan hingga menghilangkan trayek tertentu.

Berita Lainnya  Takut Aib Hubungan Intim Terbongkar, Remaja ini Bunuh dan Bakar Mantan Pacar

Menurut Zeno, penataan ulang trayek dimungkinkan seiring pesatnya pembangunan Kota Bekasi yang memunculkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.

“Jadi di beberapa titik Kota Bekasi ini terjadi geliat ekonomi yang besar, tentu terbuka kemungkinan untuk dilayani oleh angkutan kota,” katanya.

Buka Peluang Angkot Jadi Transportasi Pengumpan

Selain itu, Dishub Kota Bekasi juga membuka peluang penguatan peran angkot sebagai angkutan pengumpan (feeder) yang terintegrasi dengan moda transportasi massal.

“Sangat dimungkinkan angkutan kota ini sebagai feeder dan penguatan untuk melayani beberapa titik angkutan umum massal seperti LRT dan lainnya,” ujar Zeno.

Berita Lainnya  Polisi Selidiki Misteri Tewasnya Sutrimo, Mantan Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi diharapkan dapat menata ulang sistem angkutan kota agar lebih terintegrasi dengan transportasi massal, sekaligus tetap relevan dalam melayani mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta.

Sopir Angkot Minta Dirangkul

Di sisi lain, sopir angkot berharap Pemkot Bekasi merangkul pengusaha dan pengemudi dalam menghadirkan layanan transportasi umum yang layak di tengah perkembangan moda transportasi massal.

Eri (45), salah satu sopir angkot di Bekasi, mengatakan bahwa dukungan pemerintah dibutuhkan agar angkot tetap bertahan dan mampu beradaptasi.

“Kalau bisa kami ini para sopir angkot dirangkul. Dibuatkan subsidi untuk menghidupkan transportasi umum yang layak bagi masyarakat,” ujar Eri.

Berita Lainnya  KPK Amankan Uang Rp 2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang

Menurut dia, angkot merupakan bagian dari warisan sistem transportasi perkotaan yang seharusnya dijaga dan dikembangkan.

“Harusnya dibudidayakan biar lebih kreatif. Dan saya sangat mendukung apabila pemkot mau meningkatkan itu,” ujarnya.

Ia menilai, dengan dukungan dan pembinaan dari pemerintah daerah, angkot masih memiliki potensi untuk menjadi moda transportasi yang lebih baik dan kompetitif.***

Sumber : Kompas.com
Foto : pojoksatu.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Mantan Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Tembakan Senpi ke Kepala, Motif Masih Didalami

MEDAN - W (30) ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak...

Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRD Bekasi, JPU Bacakan Surat Dakwaan

BEKASI - Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,...

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah...

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan