Kamis, Februari 12, 2026
spot_img

Perundungan di Sekolah Kembali Terjadi, Siswa SD Trauma Setelah Alami Kekerasan Fisik

KOTA BEKASI – Kasus dugaan perundungan di lingkungan sekolah dasar di Kota Bekasi kembali mencuat. Seorang siswa kelas 3 SD di salah satu sekolah swasta, kawasan Harapan Indah, berinisial G (9), dilaporkan mengalami trauma psikis setelah diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh teman sekelasnya.

Peristiwa itu terjadi pada 29 Oktober 2025. Insiden bermula ketika G menegur seorang siswa berinisial A yang disebut kerap mengejek dan merundung temannya yang yatim piatu. Niat G untuk melerai justru berujung kekerasan.

Ibu korban, Chelsea, mengungkapkan bahwa anaknya diserang di hadapan teman-teman sekelas. “Anak saya ditendang empat kali di bagian perut dan satu kali di kaki. Padahal dia hanya ingin membela temannya yang sering dihina,” ujar Chelsea saat ditemui, awak media, Kamis (18/12/2025).

Berita Lainnya  Awas! Jangan Percaya Oknum yang Mengaku Bisa Menempatkan Jabatan Kepsek

Akibat kejadian tersebut, kondisi psikologis G disebut mengalami perubahan signifikan. Anak yang sebelumnya ceria dan berprestasi itu kini kerap menangis tiba-tiba dan menunjukkan rasa takut berlebihan.

“Kalau dengar nama pelaku, dia bisa langsung panik. Bahkan kemarin menangis berkali-kali saat di luar rumah. Pagi ini dia juga menolak sekolah karena takut bertemu A, padahal ada acara Natal,” tutur Chelsea dengan suara bergetar.

Keluarga telah membawa G menjalani pendampingan psikologis. Namun trauma yang dialami disebut belum mereda dan masih memengaruhi aktivitas sehari-hari korban.

Berita Lainnya  Bantu Korban Bencana Tanah Longsor Cisarua, Pramuka Purwakarta Kirimkan Tim SAR

Tak hanya itu, pihak keluarga juga menyoroti sikap sekolah yang dinilai kurang tegas. Chelsea menyebut, perilaku kekerasan yang dilakukan A bukan kejadian pertama. Insiden serupa diduga sudah terjadi sejak korban duduk di kelas 1.

“Dulu anak saya juga pernah ditendang di bagian vital dan pinggang. Bahkan informasinya ada sekitar enam anak lain yang pernah menjadi korban, mulai dari ditendang, dipukul, ditampar, sampai diancam,” jelasnya.

Menurut Chelsea, sejumlah orang tua murid telah menyuarakan kekhawatiran dan berharap ada langkah konkret dari pihak sekolah, termasuk kemungkinan pemindahan pelaku demi keamanan siswa lain. “Kami melihat ada kesan pembiaran. Ini tidak bisa dianggap hal biasa,” tegasnya.

Berita Lainnya  Kang Akur : Tidak Boleh Ada Anak Subang Tidak Sekolah

Atas kondisi tersebut, keluarga korban mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi untuk turun tangan. Mereka meminta adanya perlindungan bagi korban serta evaluasi serius terhadap pihak sekolah.

“Kami hanya ingin anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman. Jangan sampai kasus seperti ini terulang,” pungkas Chelsea.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan perundungan di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan penanganan tegas demi keselamatan peserta didik.(**)

Sumber : BeritaBekasi.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Transportasi Modern Transjabodetabek Resmi Beroperasi, Layani Rute Cawang – Jababeka

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik peluncuran layanan Transportasi Modern Transjabodetabek rute Cawang–Jababeka Cikarang yang dinilai mampu membantu masyarakat, khususnya pekerja dari Kabupaten...

Reses Abi Azis, Masyarakat Dapil 4 Lebih Dominan ke Aspirasi Pembangunan Pertanian

KARAWANG - Agenda Reses II Tahun Sidang 2025-2026 Anggota DPRD Karawang - Jawa Barat resmi dimulai. Khusus untuk wilayah Dapil 4 yang meliputi Kecamatan...

Bukan Diskotik, Theatre Night Mart Tegaskan Hanya Ajukan Izin Reto dan Bar di Jalan Tuparev

KARAWANG - Polemik dan kontroversi bakal adanya Tempat Hiburan Malam (THM) di jantung Kota Karawang, tepatnya di kawasan bisnis dan perdagangan di Jalan Tuparev,...

Infrastruktur Masih Dominasi Aspirasi Warga Dapil 1, H. Oma Miharja Siap Kembali Perjuangkan

KARAWANG - Serangkaian kegiatan reses dilakukan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang, H. Oma Mihardja Rizki SH. MH. Reses politisi Partai Demokrat ini digelar...

Operasi Lodaya Polres Karawang Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika

KARAWANG - Berkat kejelian petugas, Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Polres Karawang berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Pengungkapan kasus ini bermula pada Senin (9/2/2026),...

Peristiwa

Cekcok dengan Kekasih, Karyawan Swasta di Karawang Gantung Diri

KARAWANG - Seorang karyawan swasta berinisial YFT (32) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kamar kontrakannya di Kampung Karangsinom, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI