Jumat, Agustus 7, 2026
spot_img

Panic Buying, Warga Purwakarta Mengular Antre Isi BBM

PURWAKARTA – Kepanikan warga terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Purwakarta, Selasa (31/3/2026) malam.

Antrean panjang kendaraan roda dua hingga roda empat tampak mengular, bahkan meluber hingga ke badan jalan dan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi SPBU.

Pantauan Tribunjabar.id di SPBU Jalan Veteran, Kabupaten Purwakarta, jelang pergantian hari menuju 1 April 2026, ratusan kendaraan tampak memadati area pengisian.

Warga berbondong-bondong datang untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka setelah beredarnya kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Suasana di lokasi terlihat semrawut. SPBU dipenuhi kendaraan roda dua maupun lebih, sementara petugas SPBU berupaya mengatur antrean agar tetap tertib.

Berita Lainnya  Yusril Minta Dedi Mulyadi Hentikan Sayembara Buru Begal: "Beresiko Warga Main Hakim Sendiri"

Namun, tingginya volume kendaraan membuat arus lalu lintas di ruas jalan sekitar tersendat. Antrean bahkan memanjang hingga keluar area SPBU, mengganggu pengguna jalan lain yang melintas.

Kepanikan ini dipicu oleh informasi yang beredar di masyarakat terkait rencana kenaikan harga BBM per 1 April 2026.

Isu tersebut dikaitkan dengan situasi geopolitik global, termasuk kabar penutupan Selat Hormuz akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang disebut-sebut berdampak pada distribusi minyak dunia.

Meski pihak pengelola SPBU telah memasang pemberitahuan bahwa tidak ada kebaikan harga BBM, imbauan tersebut tampaknya tidak cukup meredam kekhawatiran warga.

Berita Lainnya  Sebut Sarang Narkoba, Sejumlah Orang Kepung Rumah Kontrakan di Perumahan CKM, Ini Penjelasan Kapolresta Karawang

Banyak dari mereka tetap memilih mengantre untuk memastikan tangki kendaraan terisi penuh.

Salah seorang warga, Arpan, mengaku sengaja datang untuk mengisi BBM setelah mendapat informasi dari rekannya.

“Katanya dari teman yang kerja di SPBU, malam ini mau naik. Jadi saya isi penuh saja biar lebih hemat. Kalau bisa sih jangan naik, tapi kalau pun naik semoga tidak terlalu tinggi,” ujar Arpan kepada wartawan di lokasi, Selasa (31/3/2026).

Sementara itu, beredar pula informasi bahwa kapal pengangkut BBM milik Pertamina masih tertahan dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Berita Lainnya  Polisi Tetapkan 7 Tersangka dalam Kasus Bentrokan di Tambak - Jakpus

Pemerintah disebut tengah melakukan negosiasi serta mencari alternatif pasokan dari negara lain guna menjaga stabilitas energi nasional.

Hingga saat ini, harga BBM di SPBU masih terpantau normal, yakni Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax 92 Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.***

Sumber : TribunNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sambil Bawa Pelaku, Polisi Sisir Kali Licin Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi

DEPOK - Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya turun ke Kali Licin, Cipayung, Depok, untuk mencari potongan kaki korban mutilasi pria berinisial K...

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Mantan Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Tembakan Senpi ke Kepala, Motif Masih Didalami

MEDAN - W (30) ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak...

Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRD Bekasi, JPU Bacakan Surat Dakwaan

BEKASI - Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,...

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan