Selasa, September 15, 2026
spot_img

Muzani Usul ke Presiden Agar Rumah Pengasingan Rengasdengklok Jadi Cagar Budaya

KARAWANG – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyambut langsung kunjungan kerja rombongan MPR-RI yang melakukan napaktilas sejarah proklamasi yang dilakukan oleh Proklamator RI Soekarno-Hatta, di rumah pengasingan di Rengasdengklok, Rabu 13 Agustus 2025.

Pimpinan MPR RI yang berkunjung terdiri dari Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dan para wakil ketua MPRI yakni Hidayat Nur Wahid, Bambang Wuryanto, Edhie Baskoro Yudhoyono, Rusdi Kirana dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman.

Rombongan disambut terlebih dahulu di Galeri Nyi Pager Asih oleh Bupati Karawang, Wakil Bupati Karawang, Ketua DPRD Karawang, Dandim 0604 Karawang, Kapolres Karawang, Kejari Karawang dan Sekda Karawang.

Melalui kesempatan ini, Ahmad Muzani berharap rumah pengasingan Rengasdengklok menjadi destinasi wisata sejarah. Bahkan ditegaskan Muzani, ia akan mengusulkan ke Presiden Pdabowo agar rumah pengasingan Rengasdengklok menjadi cagar budaya.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan dan Evaluasi Total Program MBG

“Nanti kami akan sampaikan hal ini kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kebudayaan, agar memperhatikan tempat yang sangat bersejarah ini supaya ini bagian dari tempat yang harus terus dilestarikan, dijaga dan kalau perlu dikembangkan sebagai destinasi bagi generasi yang akan datang,” kata Muzani di Rumah Sejarah Rengasdengklok.

Diketahui, Rengasdengklok menjadi tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta sebelum teks proklamasi dibacakan. Saat itu para pemuda mendesak Bung Karno segera memproklamasikan Kemerdekaan RI.

“Di Rengasdengklok itulah pemuda-pemuda Indonesia yang gagah berani mendesak dan meyakinkan Bung Karno dan Bung Hatta agar segera memerdekakan Republik Indonesia karena Jepang sudah menyerah,” kata Muzani.

Berita Lainnya  Ketua Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Persiapan Pilkades Digital di Karawang

“Akhirnya setelah peristiwa tersebut, tanggal 16 Agustus, Bung Karno dan Bung Hatta menguatkan tekad bulat dan akhirnya pada malam 17 beliau berkumpul di rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol, merumuskan teks proklamasi,” tambahnya.

Dia menyebutkan ada desakan agar proklamasi kemerdekaan dilakukan di Rengasdengklok. Namun Soekarno mempertimbangkan dengan matang agar proklamasi disampaikan di tempat yang strategis, yakni Jakarta.

“Meskipun desakan untuk memerdekakan Republik Indonesia kalau bisa diproklamasikan di Rengasdengklok. Tapi kemudian, Bung Karno minta agar hal itu dibicarakan dengan orang-orang dan pejuang-pejuang terkait yang ada di Jakarta,” ujarnya.

Setelah momen itu, Bung Karno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dia mengatakan momen itu menandai lahirnya bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Berita Lainnya  Terkait Oil Spill di Pesisir Pantai, DPRD Karawang Bentuk 'Tim Investigasi Independen'

“Sejak itu maka berdirilah negara Republik Indonesia dan kita bersyukur bahwa usia kemerdekaan kita sekarang ini sudah mencapai 80 tahun. Sebuah bilangan angka yang cukup tua dan tentu saja kita harus bersyukur atas berkah kemerdekaan ini,” ujar Muzani.

“Karena itu, hari ini pimpinan MPR mengunjungi tempat yang mulai dilupakan oleh generasi muda. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini kita mengingat kembali bahwa Rengasdengklok adalah sebuah kota kecil di Karawang yang menjadi bagian dari runtutan peristiwa 17 Agustus setiap kita memperingatinya setiap tahun,” imbuhnya, dilansir dari Detikcom.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan