Jumat, Agustus 7, 2026
spot_img

Masyarakat Arus Bawah Sarankan Sekda Subang Mundur

SUBANG – Polemik antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Sekda Subang, Asep Nuroni masih jadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat Kota Nanas.

Sebagian publik menilai jika ‘kemarahan’ KDM kepada Sekda Subang tersebut merupakan hal wajar, karena Sekda Subang dianggap lalai dalam menjalankan intruksi KDM untuk memantau aktivitas truk-truk tambang ilegal.

Tetapi sebagian publik lain juga menilai jika kemarahan KDM tersebut seharusnya tidak berimbas kepada masyarakat yang tidak tahu menahu duduk persoalannya.

Karena bagaimana tidak, kemarahan KDM tersebut berimbas kepada pembatalan rencana anggaran Rp 6 miliar pembangunan jembatan Cigebang-Subang yang sebelumnya sudah di ‘mapping’ Pemprov Jabar.

Berita Lainnya  Motif Tekanan Ekonomi, Oknum Polisi Rampok Toko Emas

Meskipun Sekda Subang, Asep Nuroni sudah memastikan bahwa rencana pembangunan jembatan Cigebang tetap akan berjalan meski tanpa bantuan anggaran dari Pemprov Jabar, tetapi tetapi sebagian kalangan masyarakat arus bawah Subang tetap menilai, jika sikap ‘ngeyel’ Sekda Subang terhadap intruksi KDM tersebut merupakan tindakan yang salah.

Koordinator Arus Bawah Subang, Andi L Hakim atau yang akrab disapa Andi Gondrong menilai, jika keputusan KDM untuk turun langsung ke lapangan dalam memantau aktivitas truk-truk tambang ilegal merupakan signal kuat adanya masalah serius dalam tata kelola pemerintahan daerah Subang.

“Kalau sampai Gubernur harus turun sendiri, itu artinya ada yang tidak berjalan di level daerah. Ini bukan persoalan kecil, tapi soal kewibawaan pemerintahan dan kepatuhan terhadap instruksi pimpinan,” kata Andi Gondrong, dilansir dari TintaHijau.com.

Berita Lainnya  KPK Amankan Uang Rp 2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang

Ia menilai, pembatalan pembangunan jembatan penghubung di wilayah Sagalaherang–Serangpanjang menjadi bukti nyata kekecewaan Pemprov Jawa Barat terhadap Pemkab Subang.

“Anggaran dicoret, jembatan dibatalkan. Itu pesan politik dan administratif yang sangat jelas. Ada kelalaian serius dalam pengawasan tambang dan lalu lintas angkutan berat,” katanya.

Lebih jauh, Andi menyebut posisi Sekda sebagai pejabat tertinggi ASN di daerah seharusnya menjadi garda terdepan dalam menindaklanjuti perintah gubernur dan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah

Berita Lainnya  Polda Jabar Ungkap Judi Online, 11 Orang Ditetapkan Tersangka, Uang Miliaran hingga Mobil Mewah Disita

“Kalau tidak mampu menjalankan fungsi itu, ya harus berani bertanggung jawab. Mundur itu pilihan terhormat, demi menjaga kepercayaan publik dan kepentingan masyarakat Subang,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekda Subang belum memberikan tanggapan langsung terkait desakan mundur tersebut.

Sebelumnya, Sekda hanya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tetap merupakan tanggung jawab pemerintah dan peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kepekaan terhadap persoalan lingkungan dan tambang ilegal.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sambil Bawa Pelaku, Polisi Sisir Kali Licin Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi

DEPOK - Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya turun ke Kali Licin, Cipayung, Depok, untuk mencari potongan kaki korban mutilasi pria berinisial K...

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Mantan Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Tembakan Senpi ke Kepala, Motif Masih Didalami

MEDAN - W (30) ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak...

Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRD Bekasi, JPU Bacakan Surat Dakwaan

BEKASI - Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,...

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan