KARAWANG – Tokoh masyarakat Ciampel, H. Toto Suripro (TS) mendesak agar pemerintah segera menutup operasional PT. Pindo Deli 2, di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Mantan Ketua DPRD Karawang ini menegaskan, bahwa insiden kebocoran gas kaustik (caustic soda) atau gas klorin dari pabrik PT. Pindo Deli 2 sudah berulang kali terjadi. Dan warga Desa Kutamekar dan sekitarnya terus menjadi korban dan dilarikan ke fasilitas kesehatan, karena menghirup udara beracun.
Menurut TS, selama ini nyaris tidak pernah ada sanksi tegas terhadap perusahaan tersebut. Sehingga kejadian kebocoran caustic soda terus berulang.
“Menurut saya tutup saja perusahaanya. Toh, selama ini tidak pernah ada evaluasi menyeluruh. Sehingga insiden kebocorannya terus berulang kali terjadi. Dan warga sekitar terus dirugikan,” kata Toto Suripto, Jumat (30/10/2026).
Disinggung mengenai bagaimana nasib karyawan yang bekerja apabila PT. Pindo Deli 2 ditutup, TS menyebut bahwa mayoritas karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut bukan warga lokal. Melainkan warga di luar Kutamekar – Ciampel atau bahkan warga di luar Karawang.
“Kalau bicara soal tenaga kerja, coba dicek yang bener. Itu kebanyakan karyawannya bukan warga di sini. Warga Kutamekar hanya kebagian keracunan menghirup gas kaustik saja. Saya sebagai warga Ciampel bahkan sudak muak ketika dapat kabar caustic soda PT. Pindo Deli 2 bocor lagi,” katanya.
Advokat dari Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Karawang ini juga menegaskan harus adanya keterlibatan campur tangan pemerintah dalam persoalan insiden kebocoran caustic soda ini. Alasannya, karena evaluasi yang dilakukan perusahaan diduga hanya sebagai formalitas, sehingga insiden kebocorannya terus terjadi.
“Sudah tutup saja perusahaanya. Kalau gak ditutup, nanti kapan hari juga akan terjadi lagi kebocorannya. Dan lagi-lagi warga yang menjadi korban,” tegas TS.
Kebocoran Caustic Soda PT. Pindo Deli 2 Sudah Beberapa Kali Terjadi
Sementara berdasarkan catatan Redaksi Opiniplus.com, insiden kebocoran gas kaustik (caustic soda) atau gas klorin dari pabrik PT. Pindo Deli 2 di Kabupaten Karawang telah terjadi beberapa kali dan berulang kali dikeluhkan oleh warga.
Pada November 2017, kebocoran gas klorin di unit caustic soda pertama kali tercatat dan sempat dikenakan sanksi administratif kepada perusahaan.
Pada 20 Januari 2024, kebocoran gas klorin di unit caustic soda kembali terulang pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, yang mengakibatkan ratusan warga keracunan dan pihak kepolisian menetapkan dua pegawai sebagai tersangka.
Pemerintah daerah mencatat setidaknya sudah ada 5 kali kejadian, sementara sebagian warga menyebutkan jumlahnya bisa mencapai belasan kali.
Terakhir, pada 29 Oktober 2026, kebocoran bau menyengat dan gas kaustik kembali terjadi pada Kamis subuh, membuat puluhan warga Desa Kutamekar mengalami sesak napas, pusing, hingga dievakuasi menggunakan ambulans ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sebanyak 43 warga awalnya dirawat di RS Rosela akibat insiden gas kaustik ini.
Warga yang banyak terpapar di antaranya adalah kaum ibu dan anak-anak, mengeluhkan sesak napas, pusing, mual, batuk, hingga perih di tenggorokan.
Para korban dievakuasi menggunakan ambulans desa serta kendaraan lain menuju fasilitas kesehatan terdekat dan RS Rosela Karawang. Sementara sebagian warga sempat ditampung sementara di Kantor Desa Kutamekar.***

