Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Geram Kepung Kantor Perwakilan Kementrian PU di Karawang

KARAWANG – Sejumlah titik jalan rusak yang merupakan kewenangan pemerintah pusat (jalan nasional) tak kunjung diperbaiki. Padahal jalan rusak tersebut mulai banyak memakan korban kecelakaan lalu-lintas.

Atas persoalan ini, sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Karawang – Jawa Barat mulai geram. Senin (2/2/2026), mereka melakukan aksi demonstrasi di jalanan dan mengepung kantor Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat PPK 1.1 di Karawang.

Massa yang tergabung dalam Komite Masyarakat Sipil Kabupaten Karawang terdiri atas kurir, pengemudi ojek online, pelajar, buruh, hingga mahasiswa.

Namun sayangnya dalam aksi ini, tidak ada satu pun pejabat PPK 1.1 yang menemui massa aksi.

Berita Lainnya  Ribuan Masyarakat Ikuti 'Karawang Mengaji', Ada Ustaz Hanan Attaki

Para pendemo hanya menerima informasi bahwa pejabat PPK 1.1 tengah diperiksa BPK terkait dugaan indikasi korupsi.

Koordinator aksi, Tri Prasetio Putra Mumpuni, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan warga terhadap kelalaian negara dalam menjamin keselamatan publik.

Ia menegaskan, jalan berlubang bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan soal kemanusiaan.

Ia menyebut pemerintah telah lalai karena tidak menjanjikan perbaikan total jalan berlubang pada Februari ini.

Selain menuntut transparansi anggaran dan kualitas pekerjaan, massa menyoroti jalan yang baru diperbaiki beberapa bulan lalu, namun kembali rusak parah. Kondisi ini memunculkan kecurigaan adanya praktik penyimpangan.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan dan Evaluasi Total Program MBG

Massa aksi menyerukan gerakan lanjutan, termasuk konsolidasi aksi, penyampaian aspirasi di ruang publik dan media sosial, hingga rencana blokade Jalur Pantura dan perbaikan jalan secara mandiri di sejumlah titik.

Menanggapi aksi tersebut, Humas BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Noval, mengakui kerusakan jalan nasional terjadi di sejumlah titik, mulai Klari, Cikampek Karawang, hingga Pamanukan, Subang.

Ia menyebut faktor cuaca ekstrem dan tingginya volume kendaraan over dimension dan overload (ODOL) sebagai penyebab utama.

Menurut Noval, perbaikan telah dimulai sejak Jumat (30/1/2026) dan ditargetkan rampung akhir Februari.

Namun, pekerjaan saat ini masih bersifat pemeliharaan rutin berupa penambalan dan overlay satu lapis di beberapa titik.

Berita Lainnya  2 Pemuda Pemeran 'A Day in My Life' Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Terkait maraknya kendaraan ODOL, Noval menegaskan hal tersebut berada di luar kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan membutuhkan penanganan lintas instansi.

Ia juga mengingatkan bahwa perbaikan tambal sulam bersifat sementara dan sangat dipengaruhi oleh sistem drainase serta intensitas hujan.

“Air adalah musuh utama aspal. Jika drainase buruk, kerusakan akan cepat kembali,” ujarnya, dilansir dari tribunnews.***

Sumber : tribunnews.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan