Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Geram Kepung Kantor Perwakilan Kementrian PU di Karawang

KARAWANG – Sejumlah titik jalan rusak yang merupakan kewenangan pemerintah pusat (jalan nasional) tak kunjung diperbaiki. Padahal jalan rusak tersebut mulai banyak memakan korban kecelakaan lalu-lintas.

Atas persoalan ini, sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Karawang – Jawa Barat mulai geram. Senin (2/2/2026), mereka melakukan aksi demonstrasi di jalanan dan mengepung kantor Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat PPK 1.1 di Karawang.

Massa yang tergabung dalam Komite Masyarakat Sipil Kabupaten Karawang terdiri atas kurir, pengemudi ojek online, pelajar, buruh, hingga mahasiswa.

Namun sayangnya dalam aksi ini, tidak ada satu pun pejabat PPK 1.1 yang menemui massa aksi.

Berita Lainnya  Menteri HAM Pigai Tak Setuju Begal Ditembak Mati

Para pendemo hanya menerima informasi bahwa pejabat PPK 1.1 tengah diperiksa BPK terkait dugaan indikasi korupsi.

Koordinator aksi, Tri Prasetio Putra Mumpuni, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan warga terhadap kelalaian negara dalam menjamin keselamatan publik.

Ia menegaskan, jalan berlubang bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan soal kemanusiaan.

Ia menyebut pemerintah telah lalai karena tidak menjanjikan perbaikan total jalan berlubang pada Februari ini.

Selain menuntut transparansi anggaran dan kualitas pekerjaan, massa menyoroti jalan yang baru diperbaiki beberapa bulan lalu, namun kembali rusak parah. Kondisi ini memunculkan kecurigaan adanya praktik penyimpangan.

Berita Lainnya  MUI Karawang Minta Aparat Tindak Tegas Pesta LGBT di THM Tak Berizin

Massa aksi menyerukan gerakan lanjutan, termasuk konsolidasi aksi, penyampaian aspirasi di ruang publik dan media sosial, hingga rencana blokade Jalur Pantura dan perbaikan jalan secara mandiri di sejumlah titik.

Menanggapi aksi tersebut, Humas BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Noval, mengakui kerusakan jalan nasional terjadi di sejumlah titik, mulai Klari, Cikampek Karawang, hingga Pamanukan, Subang.

Ia menyebut faktor cuaca ekstrem dan tingginya volume kendaraan over dimension dan overload (ODOL) sebagai penyebab utama.

Menurut Noval, perbaikan telah dimulai sejak Jumat (30/1/2026) dan ditargetkan rampung akhir Februari.

Namun, pekerjaan saat ini masih bersifat pemeliharaan rutin berupa penambalan dan overlay satu lapis di beberapa titik.

Berita Lainnya  Bakal Surati Prabowo, Fraksi Golkar Minta MBG Tak Ambil Anggaran Pendidikan

Terkait maraknya kendaraan ODOL, Noval menegaskan hal tersebut berada di luar kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan membutuhkan penanganan lintas instansi.

Ia juga mengingatkan bahwa perbaikan tambal sulam bersifat sementara dan sangat dipengaruhi oleh sistem drainase serta intensitas hujan.

“Air adalah musuh utama aspal. Jika drainase buruk, kerusakan akan cepat kembali,” ujarnya, dilansir dari tribunnews.***

Sumber : tribunnews.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan