KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat menggelar lomba menu sehat program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendorong inovasi gizi bagi generasi muda sekaligus mendukung program strategis nasional serta bagian dari kemeriahan peringatan HUT ke-29 daerah itu.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menekankan pentingnya inovasi dalam penyajian menu bergizi, khususnya bagi anak-anak sebagai penerima manfaat program MBG. Selain nilai gizi, aspek rasa, variasi hingga tampilan makanan juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat makan.
“Menu yang disajikan harus bervariasi dan menarik. Tidak hanya mengejar kenyang atau nilai gizi, tetapi juga rasa dan penyajian, karena itu menentukan minat anak-anak untuk makan,” katanya saat meninjau lomba di Plaza Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Minggu.
Dia menjelaskan program MBG merupakan bagian dari strategi pemerintah menekan angka stunting melalui upaya pencegahan sejak dini, bahkan sebelum pernikahan, melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan.
Ia menginstruksikan segenap kepala pusat kesehatan masyarakat di wilayahnya untuk melakukan pengawasan secara teliti berkaitan penyakit tumbuh kembang anak atau stunting agar dapat terus ditekan prevalensinya, termasuk pencegahan terhadap potensi penyakit turunan lainnya.
Tri Adhianto mengapresiasi peran tenaga kesehatan maupun penyelenggara jasa boga atas profesionalisme dan tanggung jawab mereka menyediakan makanan bergizi demi kualitas generasi masa depan, sehingga turut mendukung keberhasilan program MBG di Kota Bekasi.
“Membangun kota bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan bahagia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Tri juga turut memanggil perwakilan pelajar dari lima sekolah jenjang SMP untuk berdialog langsung terkait pelaksanaan program MBG di lingkungan sekolah.
Para siswa merespons dengan menyebut program MBG sangat membantu dan membawa manfaat positif bagi mereka. Lima sekolah yang terlibat juga mengaku bahagia dengan adanya program tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti Anggraini menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait standar menu program MBG.
“Kegiatan ini menjawab berbagai persepsi negatif terkait menu MBG. Dengan anggaran terjangkau, menu yang disajikan tetap bisa berkualitas, menarik dan memenuhi standar gizi,” katanya.
Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat, khususnya anak-anak, dalam memberikan masukan terhadap menu yang disajikan agar program MBG dapat terus tepat sasaran serta sesuai dengan selera penerima manfaat.
Menurut dia, lomba ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia, sehingga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kota Bekasi menjadi pelopor kegiatan ini. Harapannya bisa diikuti oleh kota-kota lain di Indonesia. Apresiasi juga kepada PPJI Kota Bekasi dalam menyelenggarakan lomba ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Kota Bekasi Sunarti Atmaja menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto sekaligus memeriahkan HUT ke-29 Kota Bekasi.
Ia menjelaskan lomba ini diikuti 61 peserta dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Bekasi, baik yang telah tersertifikasi maupun yang masih dalam proses pemenuhan standar.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi para pengelola SPPG untuk meningkatkan kualitas layanan makanan,” katanya.
Sunarti mengatakan pada tahap awal pelaksanaan, para peserta telah menunjukkan kreativitas tinggi dalam menyusun menu meski dengan keterbatasan anggaran, membuktikan inovasi tetap dapat dilakukan secara optimal.
SPPG Jati Raden terpilih sebagai pemenang lomba menu sehat MBG, disusul SPPG Harapan Jaya 3 sebagai juara kedua dan SPPG Mustikasari di urutan ketiga. Sementara juara harapan diraih SPPG Jatiasih 2, SPPG Teluk Pucung 1 serta SPPG Cimuning 2.***
Sumber : AntaraNews










