Senin, November 9, 2026
Google search engine

Diduga Pakai Tenaga Ahli Fiktif, Proyek Miliaran Sabuk Pantai dan Jetty Jadi Sorotan

KARAWANG – Proyek pembangunan sabuk pantai di Kecamatan Pakisjaya dan jetty di Muara Sedari – Karawang kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya tenaga ahli fiktif dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Diketahui, dua proyek ini merupakan program Bidang SDA Dinas PUPR Karawang. Proyek Jetty Muara Sedari dikerjakan CV. Cakra Buana Utama dengan nilai kontrakĀ  Rp 2,4 miliar.

Sementara proyek sabuk pantai Pakisjaya dikerjakan CV. Mazel Arnawama Indonesia dengan nilai Rp 903.480.500.

Jetty Muara Sedari dibangun sepanjang 160 meter dengan tinggi konstruksi 3,5 meter dan waktu pelaksanaan 85 hari kalender. Sementara sabuk pantai Pakisjaya memiliki panjang sekitar 80 meter, tinggi 2,5 meter, lebar atas 2 meter, lebar bawah 9 meter, serta waktu pengerjaan 90 hari kalender.

Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH. MH mengatakan, dulu ia pernah mengeluarkan pernyataan jika dua proyek ini tidak akan selesai dikerjakan sampai waktunya.Ā  Karena diduga kontraktor proyek tersebut hanya meminjam bendera perusahaan.

Berita Lainnya  Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

“Saya menyimpulkan proyek ini dikerjakan tidak profesional, karena pengerjanya diduga hanya meminjam bendera perusahaan lain. Kalau dia perusahaan sendiri seharusnya ada data konkret mengenai konsultan dan tenaga ahli. Bukan digantikan mandor yang ngaku-ngaku wartawan saat dikonfirmasi media massa,” tutur Asep Agustian, Senin (8/12/2025).

Menurut Askun (sapaan akrab), kerjaan Bidang SDA PUPR Karawang ini selalu jadi sorotan. Karena setiap pengerjaan program proyeknya tidak pernah ada yang bisa dibanggakan bagi pembangunan Karawang.

“Bidang SDA ini memangĀ  kerjaanya selalu jadi sorotan media. Karena memang tidak pernah ada kerjaan yang membanggakan. Saya minta Pak Bupati pindahkan (mutasi) itu Kabid SDA. Konon katanya dia sudah mengajukan surat pengunduran diri, tapi sampai saat ini masih saja dipertahankan,” tutur Askun.

“Kita kecewa, lagi-lagi Bidang SDA yang disorot. Kabid-nya mengaku sebagai akademisi dan orang pintar, tapi kerjaannya amburadul. Ayo kita bongkar-bongkaran kalau Kabid SDA selalu ngaku bersih,” timpalnya.

Berita Lainnya  Anak Durhaka Aniaya Ibu Kandung Berakhir Diciduk Polisi, Menangis Saat Ditangkap di Kandang Ayam

Dipertanyakan Askun, jika di akhir November 2025 pengerjaan proyek ini baru 30%, ia tidak yakin jika pengerjaanya bisa selesai 100% sebelum akhir Desember 2025. Jika pun dipaksakan selesai sesuai jadwal kalender, maka diperkirakan kualitas pengerjaan proyeknya tidak akan bagus.

“Saya minta ke temen-temen wartawan terus patau itu pengerjaanya,” tegasnya.

Askun juga menyoroti pernyataan mandor proyek Jetty Muara Sedari yang beralasan adanya banjir rob, sehingga pengerjaan proyekya ada keterlambatan.

Ditegaskan Askun, seharusnya banjir rob tidak bisa dijadikan alasan, jika pengerjaan proyek tersebut memiliki konsultan dan tenaga ahli profesional. Tidak seperti yang disorot media massa saat ini, mengenai adanya dugaan konsultan dan tenaga ahli fiktif yang digantikan mandor proyek.

“Alasan Force Majeure itu memang dibenarkan dalam keterlambatan pengerjaan proyek. Tapi kalau nanti konsultan dan tenaga ahlinya terbukti fiktif, ayo mau bagaimana coba,” katanya.

Berita Lainnya  Barrier Gate di Mapolresta Karawang Disorot, Hanya Kendaraan Polisi yang Boleh Masuk, Masyarakat Diarahkan Parkir Berbayar

Askun juga menyindir pihak Aparat Penegak Hukum (APH) yang selalu beralasan pengerjaan proyeknya harus selesai terlebih dahulu, jika ingin ada upaya penyelidikan dugaan penyalahgunaan anggaran.

“Lagi-lagi APH diam terus ketika mendapat kabar dugaan pengerjaan proyek asal-asalan seperti ini. Mereka selalu beralasan harus nunggu proyeknya sampai selesai dulu, kalau mau melakukan penyelidikan,”

“Maksud saya apa salahnya mereka menegur dari awal dan melakukan pembinaan, agar pengerjaan proyek tidak terjadi tindak pidana korupsi. Saya sih berharap mereka melakukan teguran dan pembinaan sejak dini, agar kualitas pengerjaan proyek bagus dan tidak mengecewakan masyarakat,” tandas Askun.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan