Rabu, November 4, 2026
Google search engine

Polisi Mulai Selidiki Kasus Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi, Tapi Kok Pasalnya Jadi Perzinahan?

KARAWANG – Polres Karawang – Jawa Barat akhirnya mulai melakukan proses penyelidikan terhadap kasus dugaan rudapaksa atau pemerkosaan dengan terduga korban NA (19), seorang mahasiswi dan terduga pelaku AS (41), seorang guru ngaji yang merupakan pamannya sendiri.

Sebelumnya, aduan kasus ini dinyatakan tak bisa ditangani Polres Karawang, dengan alasan sudah ada proses Restorative Justice (perdamaian) di Polsek Majalaya. Namun karena kasusnya menjadi viral dan sorotan publik, akhirnya Kapolda Jawa Barat memberikan atensi agar kasusnya segera ditangani.

Pasalnya, berdasarkan Pasal 1 UU No.12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), kasus seperti ini tidak boleh diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice.

Kamis (10/7/2025), terduga korban NA mulai dimintai keterangan oleh Penyidik Unit PPA Polres Karawang. Atas babak baru kasus ini, Kuasa Hukum NA yaitu Dr. M. Gary Gagarin Akbar SH.MH menyampaikan apresiasi kepada Polres Karawang.

Berita Lainnya  Prabowo Cari Dedi Mulyadi yang Tidak Hadir dalam Rakornas TPAKD

“Kami selaku tim kuasa hukum memberikan apresiasi kepada Polres Karawang, karena sudah menangani perkara klien kami. Meskipun sebenarnya cukup terlambat,” tuturnya, Jumat (11/7/2025).

Namun kata Gary, pihaknya memberikan peringatan keras terhadap Polres Karawang melalui surat yang dikirimkan dengan Nomor: 270/LAW/VII/2025, perihal surat keberatan.

“Intinya kami selaku kuasa hukum sangat keberatan dengan pencantuman Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan sebagai dasar penanganan perkara,” kata Gary.

“Kami selaku kuasa hukum menilai pencantuman pasal perzinahan tidak sesuai dengan fakta hukum dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru terhadap posisi korban, serta dikhawatirkan menggeser posisi korban seolah-olah sebagai pelaku zina,” timpalnya.

Terkait hal tersebut (pasal perzinahan, red), sambung Gary, sebenarnya sudah ada tanggapan secara langsung dari Pihak Polres Karawang, yang mana hal tersebut disebabkan berdasarkan aduan awal dari orang tua korban.

Berita Lainnya  Geger Penemuan Benda Logam Misterius di Perkebunan Kelapa Sawit, Diduga Serpihan Roket Pembawa Satelit Milik China

“Tapi kami menegaskan bahwa di awal orang tua korban tidak paham kategori dan klasifikasi apa peristiwa yang saat itu terjadi. Jadi seharusnya tetap menurut kami seharusnya jangan mencantumkan pasal 284 KUHP tersebut,” katanya.

“Kami menekankan pentingnya penerapan prinsip “victim-centered approach” sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/2/IV/2021. Pendekatan ini bertujuan agar korban tidak mengalami kembali trauma atau reviktimisasi selama proses hukum berlangsung,” timpal Gary.

Oleh karena itu, Gary mengaku akan terus mendorong agar Polres Karawang menerapkan pasal yang sesuai dengan fakta-fakta hukum, yang mana menurutnya pasal yang relevan adalah Pasal 286 KUHP jo. Pasal 6 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Berita Lainnya  Buka Rok Siswa dan Pegang Kemaluan, Guru Agama Nyaris Diamuk Wali Murid hingga Diamankan Polisi

“Kami minta kepada Pak Kapolres beserta jajaran agar memastikan dan menjamin bahwa seluruh proses hukum dilakukan secara profesional, serta melindungi hak-hak korban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” tuturnya.

Dari kasus ini, Gary menyoroti pentingnya kepekaan dan kehati-hatian aparat penegak hukum dalam menangani perkara kekerasan seksual, agar korban tidak kembali dirugikan akibat proses hukum yang keliru atau tidak berperspektif korban.

Selain itu, pihaknya juga sudah bersurat ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

“Di minggu depan kami juga akan bersurat resmi ke DPR RI dan bersurat ke Kapolri untuk meminta asistensi perkara ini,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Cabuli Belasan Anak, Pemilik Warung Kelontong di Karawang Diamankan Polisi

KARAWANG - Seorang pemilik warung kelontong berinisial FRPP (30) diringkus Satres PPA dan PPO Polresta Karawang, Jawa Barat karena diduga mencabuli 9 anak di...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan