Minggu, Mei 10, 2026
spot_img

Polisi Mulai Selidiki Kasus Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi, Tapi Kok Pasalnya Jadi Perzinahan?

KARAWANG – Polres Karawang – Jawa Barat akhirnya mulai melakukan proses penyelidikan terhadap kasus dugaan rudapaksa atau pemerkosaan dengan terduga korban NA (19), seorang mahasiswi dan terduga pelaku AS (41), seorang guru ngaji yang merupakan pamannya sendiri.

Sebelumnya, aduan kasus ini dinyatakan tak bisa ditangani Polres Karawang, dengan alasan sudah ada proses Restorative Justice (perdamaian) di Polsek Majalaya. Namun karena kasusnya menjadi viral dan sorotan publik, akhirnya Kapolda Jawa Barat memberikan atensi agar kasusnya segera ditangani.

Pasalnya, berdasarkan Pasal 1 UU No.12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), kasus seperti ini tidak boleh diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice.

Kamis (10/7/2025), terduga korban NA mulai dimintai keterangan oleh Penyidik Unit PPA Polres Karawang. Atas babak baru kasus ini, Kuasa Hukum NA yaitu Dr. M. Gary Gagarin Akbar SH.MH menyampaikan apresiasi kepada Polres Karawang.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokir, Beranikah Kejari Karawang Ungkap Kasus yang Sama?

“Kami selaku tim kuasa hukum memberikan apresiasi kepada Polres Karawang, karena sudah menangani perkara klien kami. Meskipun sebenarnya cukup terlambat,” tuturnya, Jumat (11/7/2025).

Namun kata Gary, pihaknya memberikan peringatan keras terhadap Polres Karawang melalui surat yang dikirimkan dengan Nomor: 270/LAW/VII/2025, perihal surat keberatan.

“Intinya kami selaku kuasa hukum sangat keberatan dengan pencantuman Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan sebagai dasar penanganan perkara,” kata Gary.

“Kami selaku kuasa hukum menilai pencantuman pasal perzinahan tidak sesuai dengan fakta hukum dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru terhadap posisi korban, serta dikhawatirkan menggeser posisi korban seolah-olah sebagai pelaku zina,” timpalnya.

Terkait hal tersebut (pasal perzinahan, red), sambung Gary, sebenarnya sudah ada tanggapan secara langsung dari Pihak Polres Karawang, yang mana hal tersebut disebabkan berdasarkan aduan awal dari orang tua korban.

Berita Lainnya  Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

“Tapi kami menegaskan bahwa di awal orang tua korban tidak paham kategori dan klasifikasi apa peristiwa yang saat itu terjadi. Jadi seharusnya tetap menurut kami seharusnya jangan mencantumkan pasal 284 KUHP tersebut,” katanya.

“Kami menekankan pentingnya penerapan prinsip “victim-centered approach” sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/2/IV/2021. Pendekatan ini bertujuan agar korban tidak mengalami kembali trauma atau reviktimisasi selama proses hukum berlangsung,” timpal Gary.

Oleh karena itu, Gary mengaku akan terus mendorong agar Polres Karawang menerapkan pasal yang sesuai dengan fakta-fakta hukum, yang mana menurutnya pasal yang relevan adalah Pasal 286 KUHP jo. Pasal 6 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Berita Lainnya  Meski Viral di Medsos Diolok-olok Siswanya, Bu Syamsiah Tetap Memaafkan

“Kami minta kepada Pak Kapolres beserta jajaran agar memastikan dan menjamin bahwa seluruh proses hukum dilakukan secara profesional, serta melindungi hak-hak korban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” tuturnya.

Dari kasus ini, Gary menyoroti pentingnya kepekaan dan kehati-hatian aparat penegak hukum dalam menangani perkara kekerasan seksual, agar korban tidak kembali dirugikan akibat proses hukum yang keliru atau tidak berperspektif korban.

Selain itu, pihaknya juga sudah bersurat ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

“Di minggu depan kami juga akan bersurat resmi ke DPR RI dan bersurat ke Kapolri untuk meminta asistensi perkara ini,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Penadah HP Curian di Bekasi Pakai Aluminum Foil buat Tangkal Sinyal

JAKARTA - Polisi menangkap tiga orang penadah handphone curian di Bekasi Timur. Para tersangka menggunakan aluminum foil untuk mengacak sinyal pendeteksi handphone. Kanit Reskrim Polsek...

252 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG

JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sebanyak 252 siswa mengalami gejala diduga keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di...

Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

KARAWANG - Diduga mengalami kematian tak wajar, pihak kepolisian akhirnya melakukan ekshumasi atau proses pembongkaran makam seorang bayi laki-laki berinisial TP (1,5), asal Desa...

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim...

Jadi Sorotan Satelit NASA, Kota Bekasi Disebut Salah Satu Kota Paling Beracun di Dunia

KOTA BEKASI - Di tengah bakal adanya proyek pengelolaan sampah energi listrik (PSEL), Kota Bekasi kembali jadi sorotan internasional setelah hasil pemantauan satelit mengungkap...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan