Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Sejumlah Sekolah Swasta di Purwakarta Terancam Tutup

PURWAKARTA – Sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terancam tutup akibat sulitnya mendapat calon siswa baru dalam seleksi penerimaan murid baru (SPMB) tahun 2025.

Kondisi ini diduga dipicu oleh kebijakan Gubernur Jawa Barat yang mengizinkan sekolah negeri menambah kuota siswa per rombongan belajar dari sebelumnya hanya 36 siswa kini menjadi 50 siswa.

Menjelang tahun ajaran baru, kini kekhawatiran semakin dirasakan oleh para pengelola sekolah swasta. Salah satunya adalah SMK Farmasi Yasri Purwakarta, yang hingga saat ini baru menerima 14 siswa untuk dua program studi.

Pihak sekolah mengaku cemas, apabila kondisi ini terus berlanjut, maka nasib guru dan staf pengajar akan terancam karena sekolah kemungkinan tidak lagi dapat beroperasi.

Berita Lainnya  GOKAR Perkenalkan Aplikasi Transportasi Online Asli Karawang di Sekolah

“Saya berharap sekolah negeri tidak terlalu banyak menerima siswa, mengingat sekolah swasta akan jadi bumerang bagi siswanya. Kalau seperti ini sekolah swasta bisa merosot akibat tidak ada siswa, para guru harus digaji dan ketika tidak ada siswa dikhawatirkan terjadinya pengangguran,” jelas Ketua Dewan Pembina Yayasan Yasri Agus Muharam, kepada awak media, Selasa (8/7/2025).

Selain SMK Farmasi Yasri, kondisi yang sama juga dialami SMK Bina Budi yang berlokasi di Kelurahan Nagri Kaler, Kabupaten Purwakarta. Tahun 2025,  sekolah ini hanya menerima tujuh siswa baru. Jumlah yang sangat menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ketika sekolah masih mengelola hingga 10 kelas aktif.

Berita Lainnya  Mulai 2027, Sekolah di Karawang Bakal Ada Ekstrakurikuler Baca Tulis Qur'an

‎Menurut Kepala SMK Bina Budi Aam Aminah, kebijakan penambahan kuota siswa di sekolah negeri sangat merugikan kelangsungan sekolah swasta.

“Semua ini mungkin dampak dari adanya kebijakan provinsi yang memperbolehkan SMK Negeri sampai 50 siswa per kelasnya. Kami biasanya aktif sampai 10 kelas, sekarang baru ada 3 kelas,” ujar Budi.

Ia menambahkan, saat ini pihak sekolah berupaya melakukan promosi agar jumlah siswa yang mendaftar bisa bertambah.

“Kami sekarang mungkin menyiasatinya dengan cara promosi di media sosial dan mendatangi langsung ke setiap sekolah menengah pertama (SMP),” tandasnya.

Berita Lainnya  GOKAR Perkenalkan Aplikasi Transportasi Online Asli Karawang di Sekolah

Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 48 Tahun 2023 tentang Standar Pengelolaan, serta Keputusan BSKAP Nomor 071/H/M/2024 yang menetapkan jumlah maksimal siswa dalam satu kelas SMA/MA/SMK/MAK adalah 36 siswa.

Pemerintah juga diminta lebih memperhatikan nasib sekolah swasta, yang selama ini telah ikut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sumber : Beritasatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan