Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Eks Wabup Sebut Belum Ada Terobosan Program Bupati Ade Kuswara Kunang

BEKASI – Eks Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintareja menyebut, sampai saat ini belum ada terobosan program pembangunan yang dilakukan Bupati Ade Kuswara Kunang.

Adapun penertiban bangunan liar (bangli) hingga normalisasi kali sebagai langkah pencegah banjir, itu semua merupakan program terobosan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang diteruskan Pemkab Bekasi.

Dilansir dari RadarBekasi.id, awalnya Rohim menanggapi soal pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), Dewan Penasihat, dan Staf Khusus dinilai tidak terlalu penting untuk mendukung kinerja Bupati Bekasi.

“Menurut saya (pembentukan itu) tidak begitu penting,” kata mantan Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintareja, kepada Radar Bekasi, Kamis (3/7/2025).

Namun, ia menekankan jika tetap dibentuk, sebaiknya diisi oleh orang-orang berkompeten di luar partai politik agar tidak terkesan sebagai ajang balas budi.

Berita Lainnya  Prabowo Geram dan Sindir Pakar : "Saking Pintarnya Jadi Goblok...!"

“Cuma kalau mau dibentuk isinya harus orang-orang yang berkompeten, dari akademisi, ahli-ahli. Jangan dari orang-orang politik, jadi terkesan politik balas budi,” katanya.

Pernyataan itu merespons beredarnya SK Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/KEP.261-UM/2025 tentang pengangkatan Dewan Penasihat dan Staf Khusus yang ditandatangani Bupati Ade Kuswara Kunang pada 11 April 2025.

Dalam surat tersebut, posisi Ketua Dewan Penasihat diisi oleh Rieke Diah Pitaloka, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Sedangkan struktur TP2D, yang belum disahkan, dikabarkan akan diketuai oleh Cecep Noor, Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi.

“Jangan yang latar belakangnya dari politik, nanti programnya dipolitisir lagi,” sambung politikus yang sempat menakhodai DPC Partai Demokrat dan DPD Partai NasDem Kabupaten Bekasi ini.

Berita Lainnya  Rekening Bank untuk 200 Juta Warga, Sulit Lawan Prabowo di Pemilu 2029

Ia membandingkan dengan masa kepemimpinannya bersama Bupati Neneng Hasanah Yasin pada 2012–2017. Saat itu, menurutnya, mereka bekerja tanpa staf khusus, dewan penasihat, atau TP2D, namun hasilnya nyata.

“Dulu Bu Neneng nggak pakai staf khusus, dewan penasihat, maupun TP2D. Tapi buktinya bisa membangun stadion, infrastruktur jalan semua dirapikan sampai ke Muaragembong,” ujarnya.

“Angka kemiskinan dan pengangguran juga menurun. Itu berdasarkan data, bukan saya mengada-ngada. Cuma sayangnya, Bu Neneng itu keceletot (ditangkap KPK) di periode keduanya,” imbuhnya

Menurut Rohim, kunci utama dalam kepemimpinan ialah keberanian dan kemampuan menjalankan visi-misi saat kampanye. Ia juga menyoroti persoalan kemiskinan dan pengangguran yang harus menjadi fokus utama bupati.

“Program kesehatan, pendidikan, paling penting. Perbanyak beasiswa, karena banyak anak-anak yang berprestasi di Kabupaten Bekasi ini tidak punya biaya, akhirnya tidak bisa melanjutkan pendidikannya,” ujarnya.

Berita Lainnya  Rekening Bank untuk 200 Juta Warga, Sulit Lawan Prabowo di Pemilu 2029

“Sekarang yang harus diperbanyak infrastruktur pendidikan dan kesehatan. Kalau infrastruktur jalan saya lihat sudah bagus,” jelasnya.

Hingga saat ini, Rohim menilai belum terlihat terobosan baru dari Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Dia beranggapan, penertiban bangunan liar (bangli) dan normalisasi merupakan gebrakan Gubernur Jawa Barat, sedangkan daerah hanya melanjutkan.

Sementara untuk kegiatan Job Fair, sampai sekarang dinilai belum terlihat hasilnya. Dari informasi di lingkungan rumahnya, remaja yang melamar di Job Fair belum ada yang diterima bekerja. (pra)

Sumber : RadarBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan