Sabtu, September 19, 2026
spot_img

Ngaku Sering Bikin Gaduh, Dedi Mulyadi Minta Maaf

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali mengungkapkan alasannya kenapa sering turun ke lapangan.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, jika semua problem di Jawa Barat harus dimulai dengan contoh langsung seorang pemimpin. Jika tidak, maka akan lama untuk diselesaikan.

Terlebih ketika dilakukan dengan metode birokrasi, Dedi Mulyadi menilai butuh waktu panjang untuk menyelesaikan persoalannya. Sementara keinginannya semua masalah di Jawa Barat bisa diselesaikan dengan cepat, tidak terlalu rumit dan tepat sasaran.

“Ini yang saya lakukan. Karena kita ingin melakukan percepatan, bukan kinerja birokrasi saja, untuk memenuhi keinginan psikologis publik, agar apa? Agar semua orang bisa menjalankan hak dan kewajibannya secara baik,” Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Minggu (13/4/2025).

Berita Lainnya  Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : "Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi"

Dedi Mulyadi juga meminta maaf kepada warga karena sering membuat gaduh.

Bukan tanpa sebab, ia menilai kegaduhan muncul akibat sejumlah kebijakan yang diterapkannya.

“Untuk seluruh masyarakat Jawa Barat, saya menyampaikan permohonan maaf apabila setiap hari saya membuat kegaduhan dengan berbagai langkah dan kebijakan yang tentunya banyak yang tidak menyukainya,” kata.

Mantan bupati Purwakarta itu mengaku mendapat banyak kritik atas berbagai langkah dan kebijakan yang diterapkannya.

Berita Lainnya  Ribuan Pelajar di Wamena Aksi Tolak MBG : "Kami Minta Sekolah Gratis"

Meski demikian, ia mengaku terbuka dengan berbagai kritik yang ditujukan kepadanya.

“Tetapi banyak juga publik yang punya harapan, terpuaskan. Dan saya pemimpin hidup di antara dua, yang suka dan tidak suka, yang menyetujui dan tidak menyetujui. Kedua-duanya adalah warga saya, warga Jawa Barat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, banyak orang selain warga Jawa Barat yang ikut memberikan kritik kepadanya.

Namun, ia memahami kondisi tersebut karena kini telah memasuki era digital dan media sosial.

Berita Lainnya  BRI Cabang Karawang Disomasi Pengusaha, Gegara Diduga Salah Menjual Objek Lelang

“Setiap kegiatan bisa dilihat oleh warga dunia, yang penting apa yang kita lakukan bermanfaat,” katanya.

“Yuk kita semangat hidup, jangan berprasangka buruk, berprasangkalah baik, agar hati kita tenang, tentram dan bahagia. Pokoknya salam untuk semuanya, sehat selalu,” tutup Dedi Mulyadi.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Prabowo Geram dan Sindir Pakar : “Saking Pintarnya Jadi Goblok…!”

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan keras kepada pihak yang disebutnya sebagai "pakar", ketika menyampaikan pidato dalam perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional...

Prabowo : “Biaya Pendidikan Sekolah Negeri hingga Universitas Harus Gratis”

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Acara Puncak Peringatan...

Nekat Tanam Ganja di Rumah, ASN di Bandung Diciduk Polisi

BANDUNG - Seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berinisial AS (49) ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung setelah diduga...

Febrie Adriansyah: “Presiden Dapat Masukan yang Salah soal Perkara Saya”

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah meyakini Presiden Prabowo Subianto mendapat informasi yang keliru soal kasus yang menjeratnya. "Dan saya yakin...

Pengamat Minta KPK Panggil Purbaya Terkait Saweran Live TikTok

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu memanggil Purbaya Yudhi Sadewa untuk meminta klarifikasi terkait pemberian gift atau saweran saat...

Hukum

Febrie Adriansyah: “Presiden Dapat Masukan yang Salah soal Perkara Saya”

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah meyakini Presiden Prabowo Subianto mendapat informasi yang keliru soal kasus yang menjeratnya. "Dan saya yakin...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan