Rabu, November 4, 2026
Google search engine

Ngaku Sering Bikin Gaduh, Dedi Mulyadi Minta Maaf

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali mengungkapkan alasannya kenapa sering turun ke lapangan.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, jika semua problem di Jawa Barat harus dimulai dengan contoh langsung seorang pemimpin. Jika tidak, maka akan lama untuk diselesaikan.

Terlebih ketika dilakukan dengan metode birokrasi, Dedi Mulyadi menilai butuh waktu panjang untuk menyelesaikan persoalannya. Sementara keinginannya semua masalah di Jawa Barat bisa diselesaikan dengan cepat, tidak terlalu rumit dan tepat sasaran.

“Ini yang saya lakukan. Karena kita ingin melakukan percepatan, bukan kinerja birokrasi saja, untuk memenuhi keinginan psikologis publik, agar apa? Agar semua orang bisa menjalankan hak dan kewajibannya secara baik,” Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Minggu (13/4/2025).

Berita Lainnya  Arif Dianto: "MBG dan KDKMP Harus Terukur, Jangan Menutup Ruang Kritik Rakyat

Dedi Mulyadi juga meminta maaf kepada warga karena sering membuat gaduh.

Bukan tanpa sebab, ia menilai kegaduhan muncul akibat sejumlah kebijakan yang diterapkannya.

“Untuk seluruh masyarakat Jawa Barat, saya menyampaikan permohonan maaf apabila setiap hari saya membuat kegaduhan dengan berbagai langkah dan kebijakan yang tentunya banyak yang tidak menyukainya,” kata.

Mantan bupati Purwakarta itu mengaku mendapat banyak kritik atas berbagai langkah dan kebijakan yang diterapkannya.

Berita Lainnya  Terlihat Keren Saat Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad, Eh...! Ternyata Mahasiswa Bayaran

Meski demikian, ia mengaku terbuka dengan berbagai kritik yang ditujukan kepadanya.

“Tetapi banyak juga publik yang punya harapan, terpuaskan. Dan saya pemimpin hidup di antara dua, yang suka dan tidak suka, yang menyetujui dan tidak menyetujui. Kedua-duanya adalah warga saya, warga Jawa Barat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, banyak orang selain warga Jawa Barat yang ikut memberikan kritik kepadanya.

Namun, ia memahami kondisi tersebut karena kini telah memasuki era digital dan media sosial.

Berita Lainnya  Wilayah Pesisir Minim PJU, Wajar Jika Rawan Begal, Garda Bangsa Sindir Pemkab

“Setiap kegiatan bisa dilihat oleh warga dunia, yang penting apa yang kita lakukan bermanfaat,” katanya.

“Yuk kita semangat hidup, jangan berprasangka buruk, berprasangkalah baik, agar hati kita tenang, tentram dan bahagia. Pokoknya salam untuk semuanya, sehat selalu,” tutup Dedi Mulyadi.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Cabuli Belasan Anak, Pemilik Warung Kelontong di Karawang Diamankan Polisi

KARAWANG - Seorang pemilik warung kelontong berinisial FRPP (30) diringkus Satres PPA dan PPO Polresta Karawang, Jawa Barat karena diduga mencabuli 9 anak di...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan