Jumat, November 6, 2026
Google search engine

Forum Kutatandingan Minta Semua Pihak Menahan Diri, Desak APH Proses Hukum Haji Toha

KARAWANG – ​Menyikapi polemik perselisihan antara pimpinan Ormas MADAS dengan LSM Barak mengenai persoalan audensi pengelolaan limbah pabrik milik Haji Husni di Kabupaten Karawang, Forum Kutatandingan melalui tokoh masyarakat Karawang, Dadi Mulyadi (Raja Kuta) menghimbau kepada semua pihak untuk menjaga kondusivitas, keamanan, dan kedamaian di Kabupaten Karawang.

​Forum Kutatandingan memandang perlu adanya langkah-langkah preventif agar gesekan yang terjadi tidak melebar menjadi konflik horizontal, sekaligus menuntut penegakan hukum yang transparan dan adil.

​Dadi Mulyadi menilai jika ini merupakan polemik ​persoalan oknum, bukan masalah suku. Yaitu dimana segala bentuk perdebatan, adu argumen, maupun gesekan yang terjadi terkait urusan limbah pabrik Haji Husni adalah murni persoalan bisnis, kelembagaan, atau gesekan antar-oknum personal.

“Hal tersebut sama sekali tidak mewakili dan tidak ada kaitannya dengan warga etnis Madura secara keseluruhan.
​Warga Madura di Karawang adalah keluarga sendiri, sebagian besar masyarakat etnis Madura yang tinggal, mencari rezeki, dan hidup berdampingan di Karawang adalah warga sipil yang taat hukum, damai, serta sama sekali tidak tahu-menahu mengenai urusan sengketa antara pihak Haji Toha, MADAS, maupun LSM Barak,” tutur Dadi Mulyadi, melalui rilis yang diterima Redaksi Opiniplus.com, Kamis (5/11/2026).

Berita Lainnya  Khidmat dan Penuh Haru, Siswa SMAK Santo Aloysius Nyanyikan Lagu 'Ibu Pertiwi' di Tengah Kabut Pekat Karhutla

Ditegaskan Dadi, warga Madura merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Karawang yang ikut berkontribusi membangun daerah. Oleh karenanya ia menghimbau kepada warga Karawang untuk menahan diri.

Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi kearifan lokal, sambung Dadi, warga Karawang diimbau untuk tidak mudah terpancing, tersulut emosi, atau terprovokasi oleh narasi-narasi di media sosial yang sengaja memperkeruh suasana.

“Jangan sampai amarah sesaat merugikan keselamatan saudara-saudara kita yang tidak berdosa,” tegasnya.

Berita Lainnya  PERADI Kritik Keras Barrier Gate di Mapolresta Karawang : "Bikin Ribet Masyarakat yang Berkunjung"

​Minta APH Proses Hukum Haji Toha

Atas persoalan ini, Forum Kutatandingan juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan secara tegas mengusut tuntas dan memproses hukum pihak-pihak yang menjadi akar permasalahan, yang dalam hal ini termasuk Haji Toha (Pimpinan MADAS).

“Apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum, provokasi, atau tindakan yang memicu keresahan di Kabupaten Karawang, maka APH harus segera memeriksa Haji Toha. Penegakan hukum yang adil kepada pihak yang bersangkutan adalah kunci utama agar konflik ini tidak terus bergulir liar di tengah masyarakat,” kata Dadi.

Forum Kutatandingan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, aparat penegak hukum, tokoh pemuda, dan pimpinan ormas/LSM di Karawang untuk mendinginkan suasana.

Berita Lainnya  Tangis Haru Warga Dapat Hadiah Paket Umroh Gratis dari Sanema Tour Warnai Peringatan HSN di Karawang

“Mari kita buktikan bahwa Karawang adalah rumah yang aman dan nyaman bagi siapa saja yang tinggal di dalamnya, tanpa memandang latar belakang suku atau asal-usul,” tuturnya.

​Ditambahkannya, segala bentuk persoalan administrasi, aturan bisnis, maupun gesekan personal, Dadi berharap agar diselesaikan melalui jalur yang bijak dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, tanpa melibatkan sentimen kesukuan yang berpotensi merusak tatanan sosial.

“​Demikian siaran pers ini disampaikan agar menjadi perhatian bersama demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Kabupaten Karawang yang kita cintai,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan