Rabu, Oktober 28, 2026
Google search engine

Gebrakan Ekraf Karawang di Rakornas ICCN 2026, Produk Karrasi19 Tembus Pasar Nigeria

JAKARTA – Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Karawang menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Indonesia Creative Connect (ICC) 2026.

Dalam ajang tersebut, Forum Ekraf Karawang memperkenalkan diri sebagai intellectual property (IP) baru di bawah naungan ICCN Jawa Barat, sekaligus menampilkan inovasi ekonomi sirkular yang mulai menembus pasar internasional.

Pendiri sekaligus Wakil Ketua Forum Ekraf Karawang, Luthfi Ansori, menegaskan bahwa keikutsertaan Karawang dalam agenda nasional ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui inovasi, kolaborasi, dan pengembangan produk berdaya saing global.

“Karawang menghadirkan produk unggulan dalam display ICCN Jawa Barat yang mengacu pada isu dunia, sejalan dengan semangat green economy atau ekonomi hijau,” ujar Luthfi.

Forum Ekraf Karawang.

Karrasi19 Tembus Nigeria, Tarik Perhatian Kemenekraf

Salah satu produk yang mencuri perhatian dalam ajang tersebut adalah Karrasi19, inovasi asal Karawang yang mengolah limbah industri menjadi produk bernilai tambah. Inisiatif ini telah dikembangkan sejak 29 Juni 2020 sebagai upaya mengubah persoalan limbah menjadi peluang ekonomi melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Produk Karrasi19 menarik perhatian Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat mengunjungi area display bersama Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari. Dalam kesempatan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyampaikan komitmen untuk memberikan rekomendasi guna mempermudah akses bahan baku limbah industri bagi para perajin.

Ketua Forum Ekraf Karawang, Asep R. Sundapura, yang mendampingi inovator Karrasi19, Supriadi, mengungkapkan bahwa produk tersebut kini memiliki 31 stock keeping unit (SKU) yang telah lolos kurasi dan berhasil melakukan ekspor perdana ke Nigeria.

“Ini menjadi momentum penting bagi produk lokal Karawang untuk melangkah ke pasar global,” ungkap Asep.

Tak hanya Nigeria, sampel produk Karrasi19 juga telah dikirim ke Kazakhstan, Irlandia, Belanda, dan Jerman melalui jejaring agregator. Langkah ini membuka peluang perluasan pasar sekaligus memperlihatkan potensi ekonomi sirkular dalam menciptakan nilai ekonomi baru dari limbah industri.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki prospek pasar internasional, sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan.

Kolaborasi ICCN dan ITB Perkuat Inovasi

Pengembangan Karrasi19 juga diarahkan melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam penguatan inovasi, desain, dan riset pasar.

Koordinator Daerah ICCN Jawa Barat, Vicki Kresna, bersama Executive Committee ICCN, Dwinita Larasati, mendorong pengembangan produk agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar dan tren desain global.

Sebagai tindak lanjut, Institut Teknologi Bandung (ITB) dijadwalkan mengunjungi workshop Karrasi19 dalam waktu dekat. Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang pengembangan riset material, penyempurnaan desain, peningkatan kualitas produk, serta penguatan daya saing inovasi ekonomi sirkular Karawang.

Sinergi antara komunitas kreatif, perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi faktor penting agar inovasi lokal tidak berhenti pada tahap penciptaan produk, tetapi berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Karawang Perkuat Posisi dalam Jejaring Kreatif Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari, menyampaikan bahwa jejaring ICCN telah menjangkau 277 kabupaten dan kota di Indonesia.

Indonesia Creative Connect 2026 menjadi momentum konsolidasi organisasi, evaluasi program, dan penguatan kolaborasi ekonomi kreatif antardaerah. Kegiatan ini diikuti 38 koordinator daerah yang mewakili provinsi.

Partisipasi Forum Ekraf Karawang menjadi bagian dari gerakan penguatan ekonomi kreatif nasional tersebut. Melalui pengembangan IP lokal, inovasi produk, kolaborasi lintas sektor, dan perluasan akses pasar, Karawang berupaya memperkuat perannya dalam ekosistem kreatif Indonesia.

Dukungan ICCN Jawa Barat, Kemenekraf, ITB, serta jejaring agregator diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi produk kreatif lokal untuk berkembang dan menjangkau pasar internasional.

Bagi Forum Ekraf Karawang, capaian Karrasi19 menjadi contoh bahwa potensi daerah dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menawarkan solusi terhadap persoalan lingkungan melalui pemanfaatan limbah industri.

Ke depan, penguatan inovasi, riset, kualitas produk, dan kolaborasi strategis diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya lebih banyak produk unggulan Karawang yang mampu bersaing di pasar global.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sudaryono Usul MBG Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Seperti Penjaskes

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengusulkan agar program...

481 Siswa SMP di Dramaga – Bogor Alami Keracunan MBG

BOGOR - Sebanyak 481 siswa SMP di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Atas peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

BOGOR - Polisi mengatakan MR sebagai pelaku utama pembacokan ARK (16), seorang bobotoh yang ditemukan tewas di di Jalan Raya Jakarta-Bogor. MR ditangkap pada Senin...

Korupsi hingga TPPU, Mantan Bupati Gowa Resmi Ditahan

GOWA - Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, resmi ditahan oleh penyidik Subdit III Tipidkor Polda Sulawesi Selatan pada Senin, 26 Oktober 2026. Setelah menjalani...

PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

JAKARTA - Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, mengecam keras insiden penyerangan yang menewaskan seorang suporter Persib Bandung (Bobotoh) berinisial ARK (16 tahun)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan