Selasa, November 3, 2026
Google search engine

Massa Rusak Makopolres Sumba Barat, Setelah Polisi Tembak Mati Pencuri Ternak

SUMBA BARAT – Sejumlah ruangan kerja di Makopolres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dirusak oleh massa saat memprotes insiden polisi menembak mati warga bernama Jowa Tana (39), Selasa (15/9/2026) pagi.

Selain itu, mobil patroli milik Polri juga ludes dibakar massa.

“Ada ruang kerja Kabag SDM Polres Sumba Barat dan Wakapolres, serta ruangan SPKT dan beberapa ruangan lainnya itu dirusaki massa,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra di kantornya, Rabu (16/8/2026).

Berita Lainnya  Pasca Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Dikabarkan Datang Penyidik KPK

Henry menjelaskan kejadian itu bermula dari adanya beberapa laporan polisi terkait sindikat pencurian ternak kuda dan kerbau di Sumba Barat dan Sumba Tengah yang diungkap polisi.

Dalam proses penegakan hukum kasus tersebut, polisi mendapat perlawanan dari Jowa Tana. Korban disebut menyerang polisi menggunakan parang sehingga petugas melepaskan tembakan.

“Hal itu memicu reaksi dari pada keluarga korban sehingga terjadi penyerangan di Polres Sumba Barat yang berujung pengerusakan fasilitas,” jelas Henry.

Menurut Henry, saat ini situasi kamtibmas di Sumba Barat sudah berangsur kondusif dan tak ada lagi aksi penyerangan. Polisi juga membersihkan kaca yang pecah serta batu dan kayu yang digunakan untuk merusak fasilitas tersebut.

Berita Lainnya  Seorang Balita Menangis Sendirian Ditinggal di Tenda Gunung Prau, Ayah Sampaikan Permohonan Maaf dan Minta Postingan Video Anaknya di Takedown

Meski demikian, sejumlah personel gabungan TNI-Polri juga masih bersiaga di lokasi. Selain itu, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko telah menerjunkan Irwasda Polda NTT Kombes Andi Anugrah bersama sejumlah pejabat ke Sumba Barat untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami berharap bisa diusut secara terang benderang. Untuk kejadiannya sampai saat ini sudah relatif kondusif dan anggota sedang membersihkan kaca-kaca yang pecah serta batu dan kayu,” imbuh Henry.

Berita Lainnya  RDP Soroti Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Murni Konsleting atau Sabotase Data Tanah Rakyat

Polda NTT memastikan tak ada rumah warga yang dirusak maupun dibakar massa.

“Sementara yang dilaporkan itu tidak ada ya. Hanya fasilitas Polri saja yang dirusaki dan dibakar massa,” pungkasnya.***

Sumber : Detikcom

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Heboh Jasad Bayi Berubah Jadi Bantal Guling Saat akan Dimakamkan

BONTANG - Kasus menghebohkan terjadi di Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Yaitu dimana jasad seorang bayi berubah menjadi bantal guling saat...

Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf, Sebut akan Selidiki ‘Mahasiswa Gadungan’

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf soal polemik 'Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026' yang digelar di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Polda Metro...

PNS di Bandung Meninggal Dunia, Setelah Pergoki Pencurian Ayam Bangkok

BANDUNG - Seorang warga berinisial DYZ (64 tahun) yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) meninggal dunia, setelah memergoki pencurian ayam bangkok di kediamannya...

Warga Lagi Asik Ngopi Tiba-tiba Ditampar, Kapolres Kapuas Hulu Sampaikan Permohonan Maaf

KAPUAS HULU - Setelah videonya viral di media sosial, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wisnu Perdana Putra, menyampaikan permohonan maaf setelah menampar seorang warga bernama...

Mendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemerintah Daerah yang Dukung Program MBG

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengumumkan bahwa pemerintah menyiapkan insentif fiskal total senilai Rp1 triliun bagi pemerintah daerah yang berhasil mendukung...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan