Senin, November 2, 2026
Google search engine

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA – Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia, tetapi pemerintah tetap bersikukuh untuk tetap melanjutkan program Presiden Prabowo tersebut.

Ternyanyar, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono justru malah mengaitkan protes program MBG selama ini dengan ideologi politik. Yaitu dimana menurutnya, kondisi di lapangan tidak menunjukkan bahwa masyarakat secara keseluruhan bermasalah dengan program MBG. Menurutnya, sorotan yang ramai justru lebih terlihat di media sosial.

Bahkan, Sudaryono langsung ‘menunjuk hidung’ guru, orang tua siswa, wartawan, LSM hingga oknum lainnya yang sering ‘ngeramein’ peristiwa keracunan MBG di media sosial.

“Kenapa ramai? Satu, adalah ideologis, ini masalah urusan politik. Nomor satu. Yang ramein gurunya, yang ramein orang tua siswanya, yang ramein adalah wartawannya, yang ramein adalah orang-orang oknum yang LSM dan lain sebagainya, itu ideologis politis,” kata Sudaryono, dikutip Selasa (15/9/2026).

Berita Lainnya  Bupati Aep Resmi Lepas 689 Personel Atlet yang Berlaga di Porprov XV Jabar 2026

Dia mengatakan, kondisi di lapangan menurutnya tidak menunjukkan bahwa masyarakat secara keseluruhan bermasalah dengan program MBG. Menurut Sudaryono, sorotan yang ramai justru lebih terlihat di media sosial.

“Saya bukan ngeluh, sekali lagi ini hanya cerita kondisi aja. MBG secara keseluruhan kalau anda lihat di bawah, itu orang itu nggak ada masalah sama MBG. Ini yang rame di sosmed,” ujarnya.

Selain faktor yang disebutnya ideologis-politis, Sudaryono menyebut kritik juga muncul dari internal BGN. Hal itu terjadi setelah dirinya melakukan penertiban terhadap petugas yang dianggap melakukan kesalahan.

“Bayangkan, pasukan saya sendiri itu berkeluh kesah di sosmed, menambah negatif dari MBG. Tapi saya nggak peduli, karena disiplinnya memang harus ditegakkan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Ruko Gudang Makanan Ringan Terbakar, 1 Orang Tewas, Warga Malah Jarah Logistik

Meski mendapat keluhan dari internal, Sudaryono menegaskan tidak akan mengendurkan penertiban. Dia bahkan menyebut telah menutup hampir 2.000 dapur MBG yang dinilai bermasalah.

“Saya baru tutup hampir 2.000 dapur kemarin, ya,” ujarnya.

Di samping itu, Sudaryono juga menyiapkan sanksi lebih lanjut terhadap kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyebabkan kasus keracunan. Mereka terancam tidak mendapatkan perpanjangan kontrak kerja.

“Ini lagi, kalau ada lagi, semua, Pak Ketut, semua SPPG kepala dapur yang menyebabkan keracunan tidak boleh diperpanjang PPPK-nya,” jelasnya.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya BGN memperketat pengawasan dan menindak pihak yang dianggap tidak menjalankan tugas dengan baik.

Berita Lainnya  Laga Persita vs Persija Diwarnai Kericuhan Antarsuporter

“Jadi sudah ada ideologis politis, ada orang-orang di dalam BGN yang saya tertibkan ini juga komplain. Ditambah lagi, mohon maaf, ditambah lagi supplier-supplier ini komplain juga. Jadi, sempurnalah MBG ini,” kata dia.

Kendati menghadapi kritik dan keluhan dari berbagai pihak, Sudaryono memastikan BGN akan tetap menjalankan program MBG. Dia menegaskan tidak akan berhenti hanya karena mendapat tekanan.

Sudaryono mengatakan, BGN telah memahami langkah yang perlu dilakukan untuk membenahi program tersebut. Dia hanya membutuhkan waktu untuk menjalankan rencana yang telah disiapkan.

“Insyaallah mungkin dalam waktu yang tidak lama kita bisa redam ini semua persoalan dan masalah ini,” ungkapnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Heboh Jasad Bayi Berubah Jadi Bantal Guling Saat akan Dimakamkan

BONTANG - Kasus menghebohkan terjadi di Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Yaitu dimana jasad seorang bayi berubah menjadi bantal guling saat...

Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf, Sebut akan Selidiki ‘Mahasiswa Gadungan’

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf soal polemik 'Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026' yang digelar di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Polda Metro...

PNS di Bandung Meninggal Dunia, Setelah Pergoki Pencurian Ayam Bangkok

BANDUNG - Seorang warga berinisial DYZ (64 tahun) yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) meninggal dunia, setelah memergoki pencurian ayam bangkok di kediamannya...

Warga Lagi Asik Ngopi Tiba-tiba Ditampar, Kapolres Kapuas Hulu Sampaikan Permohonan Maaf

KAPUAS HULU - Setelah videonya viral di media sosial, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wisnu Perdana Putra, menyampaikan permohonan maaf setelah menampar seorang warga bernama...

Mendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemerintah Daerah yang Dukung Program MBG

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengumumkan bahwa pemerintah menyiapkan insentif fiskal total senilai Rp1 triliun bagi pemerintah daerah yang berhasil mendukung...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan