Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Program LKS Gratis Awal Inovasi Pendidikan Karawang yang Lebih Besar

KARAWANG – Kebijakan Bupati Karawang H. Aep Syaepulloh, SE yang menggratiskan LKS (Lembar Kerja Siswa) bagi pelajar tentu patut diapresiasi. Ini merupakan langkah nyata untuk meringankan beban orang tua sekaligus memberikan akses bahan belajar yang lebih merata bagi seluruh siswa.

Namun menurut saya, kebijakan ini sebaiknya menjadi awal dari inovasi pendidikan yang lebih besar. Dinas Pendidikan Karawang ke depan perlu mulai mendorong transformasi dari sekadar penyediaan LKS fisik menuju digitalisasi pendidikan yang terintegrasi.

Bayangkan jika setiap siswa dan guru memiliki akses mudah terhadap materi pembelajaran melalui satu platform digital: buku dan modul pembelajaran, video edukasi, latihan soal, bank soal, materi tambahan, hingga sistem evaluasi yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan LKS gratis, tetapi juga memperoleh akses pengetahuan yang jauh lebih luas. Guru pun dapat lebih mudah mendapatkan materi, referensi pembelajaran, serta berbagai media untuk membuat proses belajar mengajar semakin menarik.

Karawang sebagai salah satu daerah industri terbesar di Indonesia tentu membutuhkan generasi muda yang tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga melek teknologi, adaptif, kreatif, dan siap menghadapi dunia kerja masa depan.

Berita Lainnya  Gedung Baru SDN Pasirkaliki 1 Diresmikan, Kadisdikbud Wawan : "Pemkab Terus Dorong Mutu Pendidikan"

Jadi, apresiasi untuk kebijakan LKS gratis. Tetapi mari kita dorong langkah berikutnya, dari LKS gratis menuju pendidikan digital yang gratis, mudah diakses, berkualitas, dan merata.

Disdik Karawang jangan memulai digitalisasi pendidikan dari membeli perangkat, tetapi dari membangun ekosistem pendidikan digital.

Ini penting karena Karawang sebenarnya sudah punya pijakan: pada 2026, platform PIJAR Telkom sudah digunakan bersama Disdik Karawang untuk try out TKA yang menjangkau lebih dari 76.000 siswa dari 1.200 sekolah. Artinya, sebagian infrastruktur dan pengalaman digital sudah ada

Bupati dapat memulai dengan 4 langkah, yaitu membentuk ‘Karawang Digital Education Task Force’, buat satu pintu ‘Karawang Learning’, jangan membuat semuanya sendiri, hingga terakhir memulainya dengan ‘pilot project’ dengan 20-30 sekolah.

Berita Lainnya  Pendaki Semeru Hilang, Ketika Aturan Keselamatan Diabaikan, Siapa yang Harus Bertanggungjawab?

Semoga Dinas Pendidikan Karawang dapat terus berinovasi dan menjadi salah satu contoh daerah yang mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Karena pendidikan masa depan bukan hanya tentang memiliki buku, tetapi tentang memiliki akses terhadap ilmu pengetahuan tanpa batas.***

Penulis ;

Ahmad Jubaidin
Pimpinan Majelis Ekonomi Muhammadiyah Karawang

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan