Rabu, Oktober 28, 2026
Google search engine

Ketua DPRD Lebak Diduga Suruh Orang Culik dan Aniaya Aktivis yang Mengkritiknya

LEBAK – Diduga karena mengkritik, seorang aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Lebak, Banten, bernama Fuk Tjhong alias Uun diduga diculik dan dianiaya. Polisi tengah mengusut kasus ini.

Peristiwa tersebut terekam video dan beredar viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar tersebut, Uun bertelanjang dada tampak meringkuk memegangi kepala plontosnya di dalam sebuah mobil.

Dalam rekaman video terdengar Uun tengah diinterogasi oleh seorang pria. Pria tersebut menyebut bahwa Uun telah melecehkan dan menghina ketua dewan.

Uun menyampaikan bahwa dia kapok melakukan hal tersebut dan mengaku akan meminta maaf kepada ketua dewan. Jika ia melakukannya lagi, ia mengaku bersedia dibunuh.

Usai kejadian tersebut, Uun melapor ke polisi. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (18/7/2026) malam.

Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari Uun. Saat ini laporan Uun masih dalam proses penyidikan.

Berita Lainnya  Liput Demo Karhutla, 2 Wartawan Jadi Korban Pengeroyokan Massa Berbaju Hitam

“Perkara ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/313/VII/SPKT II.DITRESKRIMUM/2026/POLDA BANTEN tanggal 19 Juli 2026. Penyidik terus bekerja secara maksimal untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang dilaporkan,” ujar Maruli pada Rabu (22/7/2026).

Penyidik Polda Banten telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta visum et repertum terhadap korban. Beberapa pihak pun telah dipanggil untuk memberikan keterangan yang berkaitan dengan perkara ini.

Saat ini, Polda Banten telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Mengamankan satu orang tersangka berinisial AS yang saat ini telah menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Maruli.

Sementara itu, Polda Banten menyebut pelaku diduga bukan hanya satu orang. Saat ini polisi masih mendalami dan mengejar beberapa pelaku lain yang diduga terlibat dalam peristiwa itu.

Berita Lainnya  Anggota TNI ini Meminta Maaf Sambil Menangis Setelah Pukul Kepsek Kiyai Kultural NU

“Penyidik masih melakukan pencarian dan penangkapan terhadap tersangka lainnya yang diduga terlibat. Seluruh pihak yang terbukti memiliki keterlibatan akan dimintai pertanggungjawaban pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga terus melengkapi alat bukti, termasuk keterangan saksi maupun barang bukti yang telah diamankan,” ungkapnya.

Ketua DPRD Lebak Bantah
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, membantah telah menyuruh orang untuk menganiaya Uun. Ia menolak dikaitkan dengan peristiwa tersebut.

“Terkait dengan isu yang belakangan ini ramai di media bahwa saya diduga menyuruh seseorang atau kelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan atau penculikan terhadap saudara Uun, pada kesempatan ini adalah hak jawab saya. Saya mengklarifikasi bahwa kabar tersebut tidaklah benar,” kata Juwita.

Berita Lainnya  Pasca Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Dikabarkan Datang Penyidik KPK

“Saya tidak pernah menyuruh orang untuk melakukan kekerasan tersebut, dan saya tidak pernah komunikasi,” sambungnya.

Juwita mengaku bahwa Uun pernah mengontaknya. Ia menyebut tidak ada komunikasi lanjutan usai kejadian tersebut.

“Cerita awalnya adalah curhatan suami istri. Pak U WhatsApp japri ke saya dengan bahasa yang menurut saya tidak beretika. Saya bilang ke suami, ‘Kenapa Pak U lama-lama kasar banget?’ Suami saya hanya melihat isi pesannya. Sudah sebatas itu dan tidak ada komunikasi lanjutan,” ujarnya.

Sementara pada Kamis (23/7/2026), Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari, terpantau sedang memenuhi panggilan penyidik kepolisian.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sudaryono Usul MBG Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Seperti Penjaskes

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengusulkan agar program...

481 Siswa SMP di Dramaga – Bogor Alami Keracunan MBG

BOGOR - Sebanyak 481 siswa SMP di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Atas peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

BOGOR - Polisi mengatakan MR sebagai pelaku utama pembacokan ARK (16), seorang bobotoh yang ditemukan tewas di di Jalan Raya Jakarta-Bogor. MR ditangkap pada Senin...

Korupsi hingga TPPU, Mantan Bupati Gowa Resmi Ditahan

GOWA - Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, resmi ditahan oleh penyidik Subdit III Tipidkor Polda Sulawesi Selatan pada Senin, 26 Oktober 2026. Setelah menjalani...

PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

JAKARTA - Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, mengecam keras insiden penyerangan yang menewaskan seorang suporter Persib Bandung (Bobotoh) berinisial ARK (16 tahun)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan