Selasa, September 8, 2026
spot_img

Jadi ‘Bulan-bulanan’ Warga, Guru ASN ini Tega Serahkan Siswa Yatim ke Suaminya untuk Dicabuli

TANJUNGBALAI – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang siswa sekolah dasar (SD) yang berstatus anak yatim terjadi di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

Kasus ini memicu kemarahan warga. Yaitu dimana AIK – seorang guru perempuan berstatus ASN diduga menyerahkan siswa berinsial A ke suaminya berinisial D untuk dicabuli.

Dugaan tindak pidana kekerasan seksual tersebut disebut terjadi sekitar Mei 2026, di kediaman terduga pelaku di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan.

Kasus mulai terungkap setelah korban tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar selama sekitar dua pekan, termasuk tidak hadir saat pelaksanaan ujian sekolah.

Kecurigaan muncul ketika guru mendatangi rumah korban untuk mengantarkan lembar ujian.

Sehingga Rabu (22/7/2026) sore, ratusan warga yang mayoritas emak-emak mendatangi rumah terduga pelaku.

Kemarahan warga dipicu karena istri dari terduga pelaku pelecehan seksual masih menjalankan aktivitas mengajar.

Berita Lainnya  DPO Narkoba Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi

Aparat kepolisian yang berada di lokasi berusaha untuk mengamankan pasangan suami istri tersebut ke Polres Tanjungbalai. Namun saat petugas membawa pasutri kedalam mobil, warga yang sudah mengepung melakukan pemukulan terhadap kedua terduga pelaku.

AIK tidak sempat masuk kedalam mobil polisi, sehingga menjadi bulan-bulanan warga. Polisi berusaha mengamankan AIK ke rumah warga, sementara suaminya D berhasil masuk kedalam mobil.

Selanjutnya, AIK diamankan ke rumah warga sampai situasi kondusif dan kemudian diamankan ke Polres Tanjungbalai.

Sebelumnya pada Selasa (21/7/2026), sejumlah warga dan para orang tua murid melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan aspirasi dan meminta Polres Tanjungbalai segera menuntaskan penanganan kasus dugaan kekerasan seksual ini.

Dalam aksi tersebut, koordinator aksi, Kacak menyampaikan kasus mulai terungkap setelah korban tidak masuk sekolah selama sekitar dua pekan, termasuk saat pelaksanaan ujian. Karena korban tidak hadir, guru disebut mengantarkan lembar ujian ke rumah.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan dan Evaluasi Total Program MBG

Menurut Kacak, dugaan kekerasan seksual diketahui setelah ibu angkat korban membawa A ke sebuah klinik untuk menjalani pemeriksaan. Saat diperiksa dan dimintai keterangan, korban diduga mengungkapkan telah menjadi korban dan mengalami luka pada bagian anus.

“Kami meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku agar tidak ada lagi korban berikutnya,” ujar Kacak.

Dalam orasinya, warga juga menduga istri terduga pelaku mengetahui bahkan membantu perbuatan tersebut.

Para emak-emak yang merupakan wali murid mengaku resah karena terduga pelaku disebut masih bebas beraktivitas. Mereka khawatir muncul korban lain mengingat rumah terduga pelaku berada tidak jauh dari sekolah korban.

Warga juga mendesak agar kepolisian segera menetapkan langkah hukum yang tegas. Mereka berharap proses penyelidikan dapat dipercepat, sehingga memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para orang tua siswa.

Berita Lainnya  Aksi Pengejaran Mobil CR-V Pelaku Tabrak Lari Berlangsung Dramatis, Warga Temukan Plastik Diduga Narkotika

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, IPTU Benjamin Silaban, mengatakan penanganan perkara masih terus berjalan. Menurutnya, penyidik sempat mengalami kendala dalam proses pemeriksaan saksi sehingga memerlukan waktu untuk melengkapi alat bukti.

“Kasus ini tetap berjalan. Kendalanya ada pada pemeriksaan saksi. Dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara. Kami juga akan mengirimkan SP2HP kepada pihak pelapor agar mengetahui perkembangan penanganan perkara,” ujarnya.

Pihak kepolisian menegaskan perkara dugaan pencabulan maupun kekerasan seksual terhadap anak harus didukung alat bukti yang kuat sebelum dilakukan penetapan tersangka sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Dari berbagai sumber***)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

SEPETAK Tuntut Nusron Wahid Dicopot, Desak Sahkan RUU Reforma Agraria

KARAWANG - Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Pekerja Tani Karawang (SEPETAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang (8/9/2026). Aksi...

Askun : “BTN Tak Perlu Kebakaran Jenggot, karena yang Diburu Kejaksaan Adalah Oknum yang Rugikan Negara”

KARAWANG - Sudah lima orang ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, atas kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Himbara Kantor...

Mengecam Pernyataan Nusron Wahid, Petani Karawang Desak RUU Reforma Agraria Segera Disahkan

KARAWANG - Ratusan Petani Karawang yang tergabung dalam Serikat Petani Karawang (Sepetak) bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) melakukan aksi demonstrasi di kantor ATR/BPN Karawang,...

Dugaan Korupsi Penyaluran KPR, Kejari Karawang Tetapkan Tersangka Baru

KARAWANG - Kejaksaan Negeri Karawang kembali menetapkan 1 (satu) orang tersangka baru berinisial DMP, terkait dugaan tindak pidana korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR)...

Diduga Kesurupan, Petugas Kebersihan Bandara Soekarno-Hatta Menangis, Tertawa hingga Lompat-lompat Seperti Pocong

TANGGERANG - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang petugas kebersihan (cleaning service) wanita yang diduga mengalami kesurupan dan bertingkah histeris di Terminal...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan