Jumat, Juli 24, 2026
spot_img

Jadi ‘Bulan-bulanan’ Warga, Guru ASN ini Tega Serahkan Siswa Yatim ke Suaminya untuk Dicabuli

TANJUNGBALAI – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang siswa sekolah dasar (SD) yang berstatus anak yatim terjadi di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

Kasus ini memicu kemarahan warga. Yaitu dimana AIK – seorang guru perempuan berstatus ASN diduga menyerahkan siswa berinsial A ke suaminya berinisial D untuk dicabuli.

Dugaan tindak pidana kekerasan seksual tersebut disebut terjadi sekitar Mei 2026, di kediaman terduga pelaku di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan.

Kasus mulai terungkap setelah korban tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar selama sekitar dua pekan, termasuk tidak hadir saat pelaksanaan ujian sekolah.

Kecurigaan muncul ketika guru mendatangi rumah korban untuk mengantarkan lembar ujian.

Sehingga Rabu (22/7/2026) sore, ratusan warga yang mayoritas emak-emak mendatangi rumah terduga pelaku.

Kemarahan warga dipicu karena istri dari terduga pelaku pelecehan seksual masih menjalankan aktivitas mengajar.

Berita Lainnya  Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri 'Lampu Hijau'

Aparat kepolisian yang berada di lokasi berusaha untuk mengamankan pasangan suami istri tersebut ke Polres Tanjungbalai. Namun saat petugas membawa pasutri kedalam mobil, warga yang sudah mengepung melakukan pemukulan terhadap kedua terduga pelaku.

AIK tidak sempat masuk kedalam mobil polisi, sehingga menjadi bulan-bulanan warga. Polisi berusaha mengamankan AIK ke rumah warga, sementara suaminya D berhasil masuk kedalam mobil.

Selanjutnya, AIK diamankan ke rumah warga sampai situasi kondusif dan kemudian diamankan ke Polres Tanjungbalai.

Sebelumnya pada Selasa (21/7/2026), sejumlah warga dan para orang tua murid melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan aspirasi dan meminta Polres Tanjungbalai segera menuntaskan penanganan kasus dugaan kekerasan seksual ini.

Dalam aksi tersebut, koordinator aksi, Kacak menyampaikan kasus mulai terungkap setelah korban tidak masuk sekolah selama sekitar dua pekan, termasuk saat pelaksanaan ujian. Karena korban tidak hadir, guru disebut mengantarkan lembar ujian ke rumah.

Berita Lainnya  Ulama dan Ormas Islam di Bekasi Demo Tolak Legalisasi THM Lewat Perda Pariwisata

Menurut Kacak, dugaan kekerasan seksual diketahui setelah ibu angkat korban membawa A ke sebuah klinik untuk menjalani pemeriksaan. Saat diperiksa dan dimintai keterangan, korban diduga mengungkapkan telah menjadi korban dan mengalami luka pada bagian anus.

“Kami meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku agar tidak ada lagi korban berikutnya,” ujar Kacak.

Dalam orasinya, warga juga menduga istri terduga pelaku mengetahui bahkan membantu perbuatan tersebut.

Para emak-emak yang merupakan wali murid mengaku resah karena terduga pelaku disebut masih bebas beraktivitas. Mereka khawatir muncul korban lain mengingat rumah terduga pelaku berada tidak jauh dari sekolah korban.

Warga juga mendesak agar kepolisian segera menetapkan langkah hukum yang tegas. Mereka berharap proses penyelidikan dapat dipercepat, sehingga memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para orang tua siswa.

Berita Lainnya  Tersesat di Hutan Subang, ASN Bandung Barat Ditemukan Tewas

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, IPTU Benjamin Silaban, mengatakan penanganan perkara masih terus berjalan. Menurutnya, penyidik sempat mengalami kendala dalam proses pemeriksaan saksi sehingga memerlukan waktu untuk melengkapi alat bukti.

“Kasus ini tetap berjalan. Kendalanya ada pada pemeriksaan saksi. Dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara. Kami juga akan mengirimkan SP2HP kepada pihak pelapor agar mengetahui perkembangan penanganan perkara,” ujarnya.

Pihak kepolisian menegaskan perkara dugaan pencabulan maupun kekerasan seksual terhadap anak harus didukung alat bukti yang kuat sebelum dilakukan penetapan tersangka sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Dari berbagai sumber***)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Hotman Paris Mundur, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Mangkir dari Panggilan Kejagung

JAKARTA - Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (FA) tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi dalam penyidikan...

Spektakuler! Survei LSI Sebut Tingkat Kepuasan Publik Atas Kinerja KDM Tembus 95,4%

BANDUNG - Kepemimpinan Dedi Mulyadi (KDM) sebagai Gubernur Jawa Barat mengukir pencapaian spektakuler. Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat tingkat kepuasan publik...

Spanduk Satir ini Dituduhkan ke Siapa, Adakah Kaitannya dengan Oknum Anggota Dewan Partai Islam?

KARAWANG - Sebuah spanduk satir bertuliskan "Usut Tuntas Dugaan Kasus Pedofil yang Diduga Membawa Nama Institusi DPRD" dengan foto tokoh masyarakat Karawang, H. Abas...

Cinta Segitiga Anak Punk Berujung Maut, Selebgram Mondy Tatto Ditetapkan Tersangka

BEKASI - Polisi telah menetapkan selebgram sekaligus lady punk Mondy Tatto alias DRA (juga disapa M) sebagai tersangka pengeroyokan sesama anak punk berinisial FA...

Satu Keluarga di Lampung Utara Jadi Begal dengan Modus Kencan Michat

LAMPUNG - Empat pelaku yang masih satu keluarga warga Kabupaten Lampung Utara ditangkap polisi. Mereka ditangkap atas kasus pembegalan yang kerap terjadi di wilayah...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan