Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Heboh Anggota Karang Taruna Diculik dan Disiksa, Sehari Sebelum Demo di Perusahaan

KARAWANG – Hendro alias Kedok, seorang anggota atau pengurus Karang Taruna Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga menjadi korban penculikan, penyekapan hingga penyiksaan pada Rabu (24/6/2026) malam.

Peristiwa ini terjadi sehari sebelum pengurus Karawang Taruna desa dan kecamatan melakukan aksi demonstrasi atau audiensi ke PT. Dean Shoes di kawasan Dean Industrial Park (DIP), pada Kamis (25/6/2026), berkaitan dengan tuntutan mereka agar pihak perusahaan memprioritaskan rekrutmen tenaga kerja lokal.

Dan terpantau pada Kamis (25/6/2026), didampingi Kuasa Hukum – Nana Taryana, SH., MH., Ketua Umum Karang Taruna Karawang – Dhani Sudirman telah melaporkan kasus ini ke Ppolres Karawang.

Berita Lainnya  Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

Adakah Keterkaitan Antara Peristiwa Penculikan dengan Audiensi ke Perusahaan?

Diceritakan Yaya Taryana, jika pada Rabu (24/6/2026) malam, korban Hendro sedang ‘nongkrong’ bersama teman-temannya. Tiba-tiba ada orang yang memaksanya masuk ke dalam mobil.

Di dalam mobil, mata korban ditutup dengan menggunakan pakaiannya sendiri yang dilakukan pelaku, serta tangan korban juga diikat.

Kemudian, korban diintrogasi, diintimidasi hingga mengalami penyiksaan dalam kondisi mata ditutup dan tangan diikat.

Dari cerita korban, Yaya mengaku sudah mengantongi identitas terduga pelaku yang dikenali korban dari suaranya yang sempat berucap : “Kamu sudah dipanggil dua kali, dikasih makan, dikasih rokok, tapi masih melakukan hal yang sama”.

Berita Lainnya  Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah Kliennya Miliki 'Mensrea' Rugikan Negara dalam Korupsi KPR

Demikian dijelaskan Yaya, saat menirukan bahasa pelaku yang kesal karena korban membuat status facebook mengajak teman-temannya untuk ikut demo atau audiensi ke PT. Dean Shoes.

Yaya mengungkap, korban bisa kembali pulang ke rumahnya setelah selesai disiksa dan ditinggalkan di tengah jalan begitu saja. Kini, kondiri korban bukan hanya mengalami luka fisik. Melainkan juga trauma psikologis.

Disinggung apakah ada keterlibatan oknum aparat dalam dugaan kasus penculikan ini, Yaya enggan menjelaskan lebih jauh kepada awak media.

Berita Lainnya  Kini Giliran Ratusan Siswa di 2 Sekolah di Pati Keracunan MBG

Dan yang pasti saat ini, pihaknya mengaku telah menyerahkan kasus ini ke Polres Karawang untuk kemudian ditindahlanjuti.

“Sudah kami serahkan semuanya ke Polres Karawang, biarkan nanti polisi yang mengungkapnya,” kata Yaya, usai membuat laporan polisi di Mapolres Karawang.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan