Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa Nakal

BANDUNG – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait program sekolah swasta gratis tidak hanya menitikberatkan pada akses pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter siswa.

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa bantuan pendidikan tersebut disertai syarat perilaku yang harus dipatuhi oleh para penerima manfaat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mewajibkan siswa yang masuk sekolah swasta secara gratis untuk menjaga perilaku mereka.

Program ini ditujukan bagi siswa yang tidak tertampung di SMA, SMK, maupun SLB negeri dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Dedi menegaskan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah bukan hanya soal pembiayaan pendidikan, tetapi juga upaya membentuk karakter generasi muda.

“Para siswa, dia harus berkomitmen. Kan mendapat subsidi dari kita cukup besar. Tetapi dia juga harus menaati aturan kita yakni menjadi anak baik, tidak tawuran misalnya,” ujar Dedi, Sabtu (20/6/2026) dikutip dari Antara.

Berita Lainnya  Aksi Bejatnya Terekam CCTV, Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah 8 Tahun di Bekasi

Apa Sanksi bagi Siswa yang Melanggar?

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sanksi tegas bagi siswa yang melanggar aturan. Sanksi tersebut berupa pencabutan subsidi pendidikan jika siswa terbukti melakukan pelanggaran serius.

Pelanggaran yang dimaksud antara lain terlibat tawuran, berkomplot dalam aksi kriminal, hingga melanggar aturan sekolah secara berat.

Dedi menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara berkala terhadap perilaku siswa penerima program.

“Nanti begitu melanggar, kita cabut subsidinya,” kata Dedi memperingatkan.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa anggaran daerah yang dialokasikan tidak hanya menjamin akses pendidikan, tetapi juga efektif dalam membangun moralitas peserta didik.

Berita Lainnya  Diungkap KDM Terlibat Transportasi Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia, Anggota DPRD Jabar H. Jenal Arifin Sampaikan Klarifikasi

Bagaimana Latar Belakang Program Sekolah Swasta Gratis?

Program sekolah swasta gratis merupakan terobosan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Setiap tahun, jumlah calon siswa yang mendaftar ke sekolah negeri jauh melebihi kapasitas yang tersedia. Berdasarkan data Pemprov Jawa Barat, terdapat lebih dari 70 ribu calon siswa yang berpotensi tidak tertampung setelah proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendistribusikan siswa ke sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama resmi melalui nota kesepahaman (MoU). Melalui skema ini, siswa tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.

Apa Saja Fasilitas yang Ditanggung Pemerintah?

Dalam program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung berbagai komponen biaya pendidikan siswa di sekolah swasta mitra selama tiga tahun masa studi.

Berita Lainnya  Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah Kliennya Miliki 'Mensrea' Rugikan Negara dalam Korupsi KPR

Komponen pembiayaan meliputi pembebasan uang pangkal, pembebasan uang bangunan, hingga pembayaran iuran bulanan sekolah.

Nilai bantuan yang diberikan mencapai sekitar Rp2,7 juta per siswa setiap tahun. Selain itu, sekolah swasta yang menerima siswa juga tetap memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program ini difokuskan untuk membantu masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Pemerintah tidak menargetkan pembiayaan untuk sekolah swasta elit dengan biaya tinggi.

“Yang kita lindungi adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Mereka harus bersekolah,” tutur dia.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan