Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Polisi Masih Upaya Pecahkan Misteri Tewasnya ASN Purwakarta, Ambil Sampel Darah untuk Uji Forensik

PURWAKARTA – Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta bekerja secara sistematis, teliti, dan bertahap dalam menangani kasus misterius kematian Yogi Saleh (40), Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta.

Hingga saat ini, upaya pengumpulan data, pemeriksaan saksi, dan pengolahan barang bukti terus dilakukan secara maksimal untuk menemukan kejelasan atas peristiwa yang menimbulkan banyak pertanyaan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan dijalankan sesuai prosedur hukum dan standar operasional yang berlaku. Ia menyatakan timnya terus bergerak mengumpulkan informasi selengkap mungkin untuk membangun gambaran peristiwa secara utuh.

“Kami menjalankan setiap tahapan penyelidikan dengan cermat dan hati-hati. Saat ini, langkah yang kami lakukan adalah kembali memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah saksi baru, yakni tetangga dan kerabat dekat korban, untuk melengkapi data yang sudah ada sebelumnya,” ujar Made.

Sebelumnya, tim penyidik telah lebih dulu memeriksa lima orang saksi yang dianggap memiliki keterkaitan langsung dengan korban, meliputi istri korban, mertua korban, serta tiga orang rekan kerjanya di lingkungan BKAD Kabupaten Purwakarta. Hasil keterangan yang diperoleh kemudian dicocokkan secara mendalam dengan kondisi di lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran dan konsistensi informasi.

Berita Lainnya  Polresta Karawang Bekuk Kawanan Begal yang Sudah Beraksi di 12 TKP

Hasil pencocokan yang dilakukan petugas menunjukkan adanya kesesuaian antara keterangan yang disampaikan istri korban dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Hal ini terlihat baik dari catatan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maupun hasil simulasi peristiwa yang dilakukan secara langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Setelah kami cocokkan dan lakukan simulasi di lokasi, keterangan yang diberikan istri korban sesuai dengan kondisi yang ada. Tidak ada pertentangan antara keterangan yang tercatat dan apa yang kami temukan di lapangan,” jelas Made, menjelaskan cara kerja tim penyidik dalam memverifikasi informasi.

Untuk memperkuat hasil penyelidikan, petugas juga melakukan serangkaian tindakan teknis secara rinci. Salah satunya adalah pengambilan sampel darah yang terlihat berserakan di sekitar tempat ditemukannya jenazah. Sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium forensik guna diperiksa secara mendalam, termasuk untuk mengidentifikasi keberadaan DNA orang lain selain korban.

Selain itu, tim penyidik juga mengamankan setiap benda atau barang yang ada di lokasi kejadian dan dinilai berpotensi menjadi petunjuk, sekecil apa pun bentuknya. Semua barang bukti tersebut akan diteliti satu per satu untuk melihat apakah memiliki keterkaitan dengan peristiwa yang terjadi.

Berita Lainnya  Prabowo Geram dan Sindir Pakar : "Saking Pintarnya Jadi Goblok...!"

Meskipun sudah melakukan berbagai langkah awal, pihak kepolisian menegaskan belum menarik kesimpulan apapun mengenai penyebab pasti kematian korban. Penyidik masih menunggu hasil dari serangkaian pemeriksaan lanjutan yang menjadi dasar penentuan fakta hukum, di antaranya hasil autopsi dari dokter ahli, pemeriksaan laboratorium forensik, analisis sidik jari, serta pengujian terhadap seluruh barang bukti yang telah diamankan.

Sebagai bagian dari upaya pengungkapan kasus secara menyeluruh, penyidik juga didampingi oleh Tim Pusat Identifikasi (Pusident) dari Bareskrim Polri dan jajaran Polda Jawa Barat untuk melakukan olah TKP tahap lanjutan. Dalam kegiatan tersebut, petugas meneliti secara mendalam sejumlah temuan penting, seperti kondisi plafon ruangan yang terlihat jebol, jejak sidik jari yang ditemukan di berbagai titik, serta sejumlah dokumen yang diamankan dari dalam rumah korban untuk dikaji lebih lanjut.

Sebagai informasi, jenazah Yogi Saleh pertama kali ditemukan pada hari Minggu (14/6/2026) dalam keadaan bersimbah darah di kediamannya yang beralamat di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta. Penemuan dilakukan oleh istri korban yang baru saja pulang dari menghadiri acara wisuda di Hotel Harper Purwakarta bersama mertua dan anaknya.

Berita Lainnya  Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik jenazah, petugas mencatat sejumlah temuan yang menjadi perhatian. Terdapat tiga luka tusukan di bagian leher, satu luka tusukan di bagian ulu hati, bekas jeratan di leher, serta memar pada lutut dan pergelangan kaki. Selain itu, ditemukan juga cairan putih yang keluar dari alat kelamin korban, yang juga akan menjadi bagian dari pemeriksaan lanjutan untuk diketahui makna dan penyebabnya.

AKP I Made Purwantara menekankan bahwa seluruh kinerja tim penyidik difokuskan pada pengumpulan bukti yang sah dan akurat agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Ia juga memastikan proses berjalan secara transparan tanpa terburu-buru mengambil keputusan.

“Kami bekerja berdasarkan bukti, bukan dugaan. Setiap langkah kami dokumentasikan dan pertanggungjawabkan. Perkembangan terbaru akan kami sampaikan secara berkala kepada publik seiring dengan kemajuan pemeriksaan yang kami lakukan,” pungkasnya.***

Sumber : TribrataNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan