Rabu, November 4, 2026
Google search engine

Rupiah Melemah, Prabowo: Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bicara soal nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Prabowo menilai, kondisi Indonesia masih kuat terutama masyarakat pedesaan yang tidak terlalu berpengaruh terhadap gejolak rupiah.

Ia menyampaikan hal itu saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur,  Sabtu (16/5/2026) yang disiarkan secara daring.

“Saya yakin sekarang ada, sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, chaos. Rupiah begini, dolar begini, orang rakyat di desa tidak pakai dolar,” ujar Prabowo.

Ia memastikan, kondisi energi dan pangan stabil di tengah situasi geopolitik global yang tidak pasti. “Pangan aman, energi aman, banyak negara panik, Indonesia masih oke,” kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan sejumlah negara yang meminta bantuan Indonesia untuk memasok pupuk hingga beras.

Imbas konflik geopolitik berlanjut di Timur Tengah, yang berdampak terhadap harga minyak dan produk turunannya.

Berdasarkan laporan dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Prabowo bilang banyak negara saat ini meminta pasokan pupuk dari Indonesia.

Berita Lainnya  Khidmat dan Penuh Haru, Siswa SMAK Santo Aloysius Nyanyikan Lagu 'Ibu Pertiwi' di Tengah Kabut Pekat Karhutla

“Kita tidak euforia, tidak sombong, tapi kita sekarang berada di pihak yang bisa memberi bantuan. Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500 ribu ton urea,” tutur Prabowo

“Filipina juga minta ke kita. Kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya, bantu semua,” ia menambahkan.

Tak hanya pupuk, Prabowo juga menerima banyak permintaan beras dari berbagai negara. Ia pun bersyukur kondisi Indonesia tidak seperti negara lainnya, karena diklaim telah berhasil swasembada pangan.

“Juga banyak negara sekarang mau beli beras dari kita. Bayangkan kalau kita tidak swasembada, kalau kita tidak buru-buru beresin masalah pertanian,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. (Foto: tangkapan layar Sekretariat Presiden)

Rupiah Tembus 17.600 per Dolar AS, Analis Ungkap Penyebabnya

Sebelumnya, nilai tukar rupiah mencapai 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi geopolitik global di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga data ekonomi AS dinilai menjadi faktornya.

Berita Lainnya  Diduga Cabuli 2 Anak Kandung, Mantan Kepala KUA Ditangkap Polisi Setelah Selesai Jadi Imam Salat Berjamaah

Analis Pakar Uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS. Terutama adanya faktor dari memanasnya perang AS dan Iran.

“Selain gejolak Timteng dan harga minyak yang masih di level tinggi, Ini juga karena data ekonomi AS yang masih bagus sehingga menurunkan peluang Bank Sentral AS untuk memangkas suku bunga acuannya tahun ini,” kata Ariston kepada Liputan6.com, Jumat (15/5/2026).

Dia mengatakan, data penjualan ritel AS menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini menandai perbaikan ekonomi di Negeri Paman Sam.

“Indeks dolar AS sudah menguat 1,18% sejak penutupan Jumat pekan lalu dari 97.84 ke area 90.00 pagi ini,” katanya.

Dia memprediksi, pelemahan nilai tukar rupiah masih akan terjadi jika perang AS-Iran berkepanjangan. Namun, pelemahan tak hanya terjadi pada rupiah, melainkan mata uang negara lainnya terhadap dolar AS.

Berita Lainnya  Bupati Aep Resmi Lepas 689 Personel Atlet yang Berlaga di Porprov XV Jabar 2026

“Hari ini kelihatannya semua nilai tukar melemah terhadap dolar AS. Selama gejolak Timur Tengah belum reda dengan kenaikan harga minyak mentah, rupiah masih dalam tekanan,” jelas dia.

Rupiah Tertekan ke Level Rp 17.600

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin tertekan. Pada Jumat, (15/5/2026), rupiah menyentuh posisi 17.600 per dolar AS. Adapun analis prediksi, salah satu faktor pelemahan rupiah dipicu geopolitik global.

Berdasarkan data google finance Jumat pagi, rupiah sempat tembus 17.612 per dolar AS. Kemudian bergerak di kisaran 17.579.

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) disinyalir masih terdampak oleh kondisi geopolitik global. Perang yang memanas antara AS dan Iran di Timur Tengah terus menguatkan indeks dolar AS.***

Sumber : Liputan6.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan