Kamis, November 5, 2026
Google search engine

Sering Disebut Melakukan Pemujaan dan Kelenik, ini Jawaban Dedi Mulyadi

BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk mengubah total cara pandang terhadap peninggalan sejarah Sunda.

Pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan bahwa situs dan benda purbakala harus dipahami melalui pendekatan akademik dan peradaban, bukan sekadar dikaitkan dengan hal-hal mistis atau klenik.

Pesan kuat itu disampaikan KDM saat menghadiri diskusi kecagarbudayaan bertajuk “Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake” di Museum Pajajaran Batutulis, Kota Bogor, Kamis (14/5/2026).

“Kegiatan ini adalah kita ingin mengubah cara pandang yang klenik menjadi cara pandang yang teknokratis. Sehingga ketika memahami benda-benda kepurbakalaan, maka kita harus melihat dari sudut peradaban,” ujar Dedi Mulyadi tegas.

Berita Lainnya  KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules, Terkait Korupsi Kementerian ATR/BPN - PT. Summarecon

Menurut KDM, benda bersejarah seperti Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih merupakan bukti nyata dari kecerdasan berpikir serta kemajuan peradaban leluhur Sunda pada masanya.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya kajian ilmiah yang komprehensif, mulai dari pencatatan tanggal pembuatan, material yang digunakan, hingga makna filosofis di balik tulisan kuno tersebut.

Lebih lanjut, KDM menggarisbawahi bahwa hasil kajian sejarah ini nantinya harus dibukukan sebagai naskah akademik yang bisa menjadi fondasi pembangunan daerah, termasuk dalam konsep tata ruang dan identitas kawasan.

“Situs sejarah harus kembali jadi situs sejarah. Bukan untuk pemujaan, tetapi untuk konservasi, akademik, dan juga kenyamanan lingkungan,” tambahnya.

Berita Lainnya  Ricuh Demo di Bandung, Massa Berpakaian Serba Hitam Serang Armada Polisi, 11 Personel Terluka

Komitmen Pemprov Jabar dalam melestarikan budaya Sunda tidak main-main. Langkah nyata ini dibuktikan lewat rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertema “Nitis Wanci Batu Tulis” yang digelar di Kota Bogor pada Jumat (8/5/2026) malam lalu.

Dalam momen tersebut, KDM mengumumkan penggelontoran anggaran sebesar Rp9 miliiar untuk memperbaiki Museum Pajajaran. Selain itu, perbaikan infrastruktur secara masif seperti penataan jalan, trotoar, lampu, hingga taman akan dilakukan di sepanjang rute kirab untuk disulap menjadi kawasan terpadu yang estetik.

“Kami akan melakukan penataan jalan, trotoar, lampu serta tamannya, agar Pak Wali Kota fokus penataan kelurahan-kelurahan. Nanti, namanya Palataran Binokasih,” ungkap KDM.

Berita Lainnya  Barrier Gate di Mapolresta Karawang Disorot, Hanya Kendaraan Polisi yang Boleh Masuk, Masyarakat Diarahkan Parkir Berbayar

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KDM yang dinilai sukses membawa kembali keagungan budaya Sunda ke tengah masyarakat, termasuk mengarak Mahkota Binokasih dari Sumedang hingga ke Kota Bogor.

Dedie menilai, rangkaian kirab budaya dan diskusi ilmiah ini merupakan momentum penting untuk menghargai warisan leluhur.

“Termasuk menyampaikan nilai-nilai luhur untuk dijadikan pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya kepada generasi muda,” pungkas Dedie.***

Sumber : tvonenews.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan