Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Jadi Sorotan Satelit NASA, Kota Bekasi Disebut Salah Satu Kota Paling Beracun di Dunia

KOTA BEKASI – Di tengah bakal adanya proyek pengelolaan sampah energi listrik (PSEL), Kota Bekasi kembali jadi sorotan internasional setelah hasil pemantauan satelit mengungkap tingginya emisi gas metana dari kawasan TPST Bantargebang.

Data terbaru menunjukkan lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia itu melepas sekitar 6,3 ton metana per jam ke atmosfer.

Temuan tersebut membuat Bantar Gebang disebut sebagai salah satu titik emisi metana terbesar di dunia dari sektor pengelolaan sampah. Bahkan, dalam sejumlah pemantauan global, kawasan ini disebut menempati posisi kedua sumber emisi metana terbesar yang terdeteksi satelit.

Berita Lainnya  Prabowo : "Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan"

Pantauan itu diperoleh melalui teknologi satelit canggih seperti Carbon Mapper, satelit Tanager-1 milik Planet Labs⁠, hingga instrumen EMIT milik NASA⁠. Teknologi tersebut mampu mendeteksi kebocoran gas metana dari permukaan bumi secara detail, termasuk dari area penumpukan sampah skala besar.

Besarnya emisi dari Bantar Gebang menjadi alarm serius bagi krisis lingkungan di kawasan perkotaan padat penduduk. Gunungan sampah yang terus bertambah setiap hari disebut menjadi faktor utama tingginya produksi gas metana akibat pembusukan limbah organik.

Berita Lainnya  Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

Metana sendiri dikenal jauh lebih berbahaya dibanding karbon dioksida dalam mempercepat pemanasan global. Dalam periode 20 tahun, daya pemanasan gas metana disebut puluhan kali lebih kuat dibanding CO2.

Selain memicu perubahan iklim, gas ini juga berkontribusi terhadap pembentukan ozon troposfer yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Sorotan dunia terhadap Bantar Gebang juga memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas sistem pengelolaan sampah di kawasan metropolitan. Pasalnya, TPST tersebut selama ini menjadi lokasi penampungan utama sampah dari Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Berita Lainnya  Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Sejumlah pengamat lingkungan menilai data satelit ini harus menjadi momentum perbaikan serius, mulai dari pengurangan sampah organik, peningkatan teknologi pengolahan, hingga pengendalian emisi gas rumah kaca secara lebih agresif.

Jika tidak segera ditangani, tingginya emisi metana dari Bantar Gebang dikhawatirkan akan terus memperburuk kualitas lingkungan dan memperbesar kontribusi Indonesia terhadap krisis iklim global.(*)

Sumber : inijabar.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan