Kamis, Juni 11, 2026
spot_img

Maksud Hati Cuma Ingin Redam Tangisan, Seorang Ibu di Subang Tak Sengaja Malah Bunuh Anaknya

SUBANG – K (29), seorang ibu tiba-tiba menyerahkan diri ke Mapolsek Subang – Jawa Barat, setelah ia mengaku tidak sengaja membunuh anaknya yang baru berusia 6 tahun.

Kepada polisi, sang ibu menuturkan jika peristiwa tersebut terjadi pada Jum’at (13/2/2026), di sebuah kontrakan Jalan Pelabuhan Kelurahan Sukamelang, Kabupaten Subang, sekitar pukul 10.00 WIB.

Mendapatkan laporan tersebut, pihak kepolisian bersama ibu korban mendatangi TKP, guna memastikan laporan tersebut.

“Anak korban berinisial MA (6) ditemukan tak bernyawa di kamar kontrakan dalam posisi memeluk bantal guling di atas kasur, dengan kondisi wajah, kaki, dan tangan sudah pucat,” ujar Kapolsek Subang, Kompol Endang Suganda, Sabtu (14/2/2026).

Berita Lainnya  Heryanto, Pelaku Pembunuhan Karyawati Minimarket Divonis Hukuman Mati

Di lokasi, polisi langsung memasang garis polisi, kemudian pihak Inafis melakukan olah TKP dan pemeriksaan korban oleh pihak medis.

Dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban.

Korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi, guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Sebelumnya orangtua atau ayah korban yang sedang bekerja di Cirebon, menolak untuk diotopsi. Namun setelah diberikan pemahaman oleh pihak kepolisian, ayah korban menyetujuinya. Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Indramayu,” ucapnya.

Berita Lainnya  Dari Rebutan Anggaran hingga Merasa Paling Penting, AHY Sentil Kerja Kementerian Era Prabowo

Sementara itu, berdasarkan keterangan Ibu korban, ia tak bermaksud menghilangkan nyawa anaknya. Ia mengaku cuma ingin merendam suara tangis korban.

“Ibu korban saat itu mencoba menenangkan korban, yang saat itu sedang rewel, ngamuk nangis, agar suara tangisan korban tidak terdengar ke tetangga kontrakan takut mengganggu, korban dibekap dengan bantal,” tutur Endang.

Ternyata, tindakan sang ibu menyebabkan korban kehabisan napas hingga meninggal dunia.

Saat ini, ibu korban sedang menjalani pemeriksaan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Subang.***

Berita Lainnya  Relokasi Pasar Rengasdengklok Dinilai Gagal, Diduga Ada Pungli Rp 2 Juta kepada Pedagang yang Bertahan di Pasar Lama

Sumber : Kompas.com
Ket foto : Pihak kepolisian sedang melakukan olah TKP.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Dugaan Gratifikasi Anne Ratna Mustika, LM Kembali Diperikza Kejari Purwakarta

PURWAKARTA – Mantan anggota DPRD Purwakarta berinisial LM kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Senin (9/6/2026). Pemeriksaan terhadap LM berlangsung cukup lama. Ia...

Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Dilaporkan ke Kejari Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Berlarut-larutnya revitalisasi Pasar Kranji Baru membuat para pedagang resah. Para pedagang yang tergabung dalam Rukun Warga Pasar Kranji Baru menilai terdapat...

Pemkot Bekasi Larang ASN ‘Ngonten’ Pakai Seragam dan Atribut Dinas

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran (SE) untuk aparatur sipil negara (ASN). Isinya terkait larangan ASN Pemkot Bekasi membuat konten mengenakan...

Polres Karawang Amankan 5 Pemuda dalam ‘Video Viral Pesta Gay’ di Theatre Night Mart

KARAWANG - Pasca viral video diduga pesta gay sekelompok pemuda di Theatre Night Mart - tempat hiburan malam di Jalan Tuparev Karawang - Jawa...

Desak ‘THM Sarang Maksiat’ Ditutup Total, Santri Pondok Pesantren Bakal Kepung Kantor Bupati Karawang

KARAWANG - Jamiyyah Nahdatul Ulama (JNU) mendesak agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh segera menutup total Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga menjadi sarang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan