Senin, September 21, 2026
spot_img

Mulai Februari, Pedagang di Pasar Tumpah SGC akan Direlokasi ke Jalan Tumaritis

BEKASI – Untuk mengatasi persoalan kemacetan di area simpang Sentra Grosir Cikarang (SGC) di Kecamatan Cikarang Utara, Pemkab Bekasi akan merelokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Rencananya, relokasi para pedagang di pasar tumpah SGC ini akan dilakukan secara bertahap mulai Februari 2026 mendatang.

Hal ini ditegaskan Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat meninjau pasar tumpah di SGC, Rabu (21/1/2026).

“Relokasi adalah solusi penataan pasar sekaligus mengurai kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan ini,” tuturnya.

Melalui kesempatan ini, Plt Bupati Bekasi berdialog dengan para pedagang dan warga sekitar.

Berita Lainnya  Wujudkan UMKM Digitalisasi, Disperindagkop UKM Kolaborasi dengan GOKAR

Hasilnya, disepakati penataan dilakukan bertahap dan mengedepankan pendekatan secara persuasif.

“Kita tadi sudah diskusi dengan masyarakat sekitar. Insya Allah penanganan dilakukan bertahap, mulai Februari pedagang yang berada di pinggir jalan akan kita relokasi ke Jalan Tumaritis,” katanya.

Asep Surya menjelaskan, Jalan Tumaritis merupakan aset pemerintah yang selama ini dikenal sebagai jalan mati dan dinilai cukup representatif untuk dijadikan lokasi baru bagi para pedagang.

Dengan upaya relokasi itu, ruas jalan utama di depan Sentra Grosir Cikarang akan difungsikan kembali sepenuhnya untuk lalu lintas kendaraan.

Berita Lainnya  IWOI Karawang Gelar Doa Bersama dan Renungan untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak

“Nanti di sini akan kita relokasi semua pedagang. Jalan di depan SGC hanya difungsikan untuk kendaraan besar maupun kecil, tidak ada lagi pedagang di membuka lapak badan jalan,” katanya.

Plt Bupati mengungkapkan, berdasarkan data sementara terdapat lebih dari 500 lapak pedagang yang akan direlokasi. Jumlah itu dinilai masih mampu ditampung ke lokasi baru sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.

Berita Lainnya  Diungkap KDM Terlibat Transportasi Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia, Anggota DPRD Jabar H. Jenal Arifin Sampaikan Klarifikasi

“Ini salah satu solusi penanganan kemacetan. Kita tidak memungkiri, sampai sekarang kemacetan masih sering terjadi, terutama saat menjelang malam dan di pagi hari,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga berencana melakukan penataan secara menyeluruh, mulai dari merapihkan jalan hingga perbaikan saluran air agar kawasan pasar yang baru nanti lebih tertata, nyaman dan aman bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang berakhir damai setelah pelaku pemuda bersenjata tajam menyampaikan permohonan maaf...

Ibu Guru ini Didatangi Pejabat Kampar, Setelah Viralkan Bangunan Sekolah Berdinding Triplek

Pada Rabu, 16 September 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi Kelas Jarak Jauh UPT SDN 007 Desa Sungai...

Kapal Ikan China Tabrak Kapal Kargo di Perairan Singapura, 8 Orang Dilaporkan Hilang

Kapal ikan berbendera China, Luqing Yuanyu 108, bertabrakan dengan kapal kargo berbendera Panama bernama First Margaux di perairan dekat Singapura pada Minggu, 20 September...

Heboh ‘Mata Air Keramat’ di Gunung Sindur, Warga Ambil Air hingga Berdoa

Warga di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dihebohkan oleh Mata Air Keramat Kareo yang airnya mendadak berubah warna menjadi merah...

Stafsus Menang Turun Tangan Selesaikan Masalah Pembubaran Tempat Ibadah Jemaat GKPI di Tangerang

Ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, dibubarkan sekelompok warga pada Minggu (20/9/2026). Peristiwa tersebut...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan