Kamis, September 24, 2026
Google search engine

50 Pelajar SMP di Karawang Ikuti Pendidikan Bela Negara

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) resmi memberangkatkan 50 pelajar jenjang SMP untuk mengikuti Program Pendidikan Bela Negara di Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Minggu (7/12/2025).

Pelepasan peserta dilakukan di Plaza Pemda Karawang dan dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. Program pembinaan ini dilaksanakan selama satu minggu dengan fokus pada peningkatan karakter, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan siswa.

Bupati Aep menyampaikan bahwa ke-50 peserta berasal dari 42 sekolah menengah pertama di Karawang, terdiri dari 47 siswa dan 3 siswi. Para peserta terpilih melalui proses evaluasi oleh guru Bimbingan Konseling, wali kelas, serta kepala sekolah terhadap catatan kedisiplinan dan perilaku siswa.

Berita Lainnya  Kadisdikbud Wawan : "300 Ribu Siswa Sudah Terima Modul Ajar Gratis, Masih Belum Sempurna"

Aep menjelaskan upaya pembinaan tidak hanya fokus pada disiplin dan bela negara, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan kerohanian. Dinas kesehatan dilibatkan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya obat-obatan, mengingat sebagian peserta sebelumnya sempat terpapar obat keras tertentu.

“MUI juga kita libatkan untuk pendidikan kerohanian, dimana para siswa dididik secara spiritual untuk lebih memahami dampak terkait dengan kegiatan negatif yang mereka lakukan. Bagaimana cara berbakti kepada orang tua dan lainnya,” lanjutnya, dilansir dari Detik.com.

Seluruh peserta yang diberangkatkan merupakan hasil evaluasi sekolah selama lima bulan terakhir. Mereka diketahui memiliki riwayat kenakalan remaja seperti tawuran, penggunaan obat keras tertentu (OKT), bolos sekolah, hingga perundungan. Dari evaluasi tersebut pula muncul tiga siswi yang masuk kategori perlu pembinaan intensif.

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

“Ini tentu hasil evaluasi pihak sekolah selama 5 bulan terakhir yah, mereka yang memang sering tidak masuk sekolah, terlibat tawuran, pem-bully-an, dan mengkonsumsi obat keras tertentu, makanya ada 3 diantaranya merupakan siswi,” ungkap Aep.

Menariknya, Aep juga memberangkatkan satu siswa berprestasi yang dinilai mampu menjadi teladan. Siswa tersebut dikenal disiplin, hidup sederhana meski berasal dari keluarga mampu, dan selama ini kerap menjadi panutan bagi teman-temannya. Kehadirannya di program bela negara diharapkan dapat menjadi agen perubahan ketika kembali ke lingkungan sekolah.

Berita Lainnya  FH UNSIKA Gelar Seminar Jurnalistik, Bahas Peran Media dalam Membentuk Kesadaran Publik

“Ini memang tugasnya nanti menjadi agen perubahan si sekolahnya maupun murid lain secara umum, karena prinsipnya bela negara ini juga pendidikan yang positif yang harusnya dirasakan semua siswa,” paparnya.

Melalui kegiatan pendidikan bela negara ini, Aep berharap terjadi perubahan karakter yang signifikan pada para peserta. Program tersebut diharapkan mampu menekan angka kenakalan remaja dan menciptakan situasi belajar yang lebih kondusif di sekolah.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan