Kamis, Oktober 15, 2026
Google search engine

Tak Kunjung Direlokasi, 3 SDN di Bekasi Terdampak Proyek Tol Japek II Selatan

BEKASI – Sebanyak tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.

Ketiga sekolah tersebut yakni, SDN Burangkeng 03, SDN Burangkeng 04, dan SDN Ciledug 03. Lokasi ketiga sekolah ini berada dekat proyek pembangunan tol.

Akibatnya, sejumlah gedung sekolah rusak, bahkan kegiatan belajar murid terganggu karena suara bising dari deru alat berat. Kini, ketiga sekolah masih menanti langkah pemerintah merelokasi ke tempat yang steril.

Pelajar ketakutan Kepala SDN Burangkeng 03 Ike Kurniasih mengungkapkan, kegiatan belajar anak didiknya ketakutan akibat getaran dan suara bising dari deru alat berat proyek pembangunan tol.

“Bahkan kadang ada getaran, anak-anak khawatir, sampai anak-anak pada keluar kelas karena ketakutan,” kata Ike dalam rapat dengar pendapat bersama Anggota Komisi VI Rieke Diah Pitaloka di SDN Burangkeng 03, Selasa (5/8/2025).

Lokasi SDN Burangkeng 03 hanya berjarak sekitar 15 meter dari proyek pembangunan ruas tol.

Berita Lainnya  Oknum Polisi Bengkulu yang Julurkan Lidah ke Pendemo Dijatuhi Sanksi Disiplin

Kondisi ini membuat wali murid khawatir setiap kendaraan berat lalu lalang yang menuju area proyek.

Kondisi tak berbeda dialami SDN Ciledug 03. Lingkungan sekolah ini bahkan bersinggungan langsung dengan proyek ruas tol.

Namun, pembangunan konstruksi pada ruas jalan tol di titik ini berhenti sementara.

Hal ini disebabkan karena pembangunan ruas terhalang salah satu ruang kelas SDN Ciledug 03.

Komite Sekolah SDN Ciledug 03, Muhammad Hanafi menuturkan, proyek tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dari anak didik.

Ia berharap SDN Ciledug 03 segera direlokasi ke lokasi lain demi para murid bisa kembali merasakan kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Sekarang ini kegiatan belajar mengajar sudah tidak nyaman lagi, dan sudah dua tahun lalu kita mengajukan relokasi. Mudah-mudahan ada penyelesaian lebih cepat lagi,” ungkap dia.

Murid terkena ISPA

Puluhan murid SDN Burangkeng 04 terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) imbas debu proyek pembangunan ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan (Japek Selatan).

Berita Lainnya  KIIC Masih Bungkam, Klaim Sertifikat HGB Kawasan Industri Tidak Ada Masalah

“Ada puluhan yang terkena ISPA karena debu proyek beberapa tahun terakhir,” ujar salah satu wali murid, Ema (43) kepada Kompas.com, Jumat (25/7/2025).

Sejak proyek dimulai pada tahun 2022, lingkungan sekolah yang semula bersih dan asri berubah menjadi gersang. Kondisi itu disebabkan debu yang dibawa kendaraan bertonase besar pengangkut material tanah yang berlalu-lalang di sekitar sekolah.

Lahan hijau di lingkungan sekolah semakin terkikis ketika area pepohonan turut ditebang untuk pembangunan dua tiang pancang jalan tol yang berlokasi di depan dan belakang bangunan sekolah.

Dengan kondisi ini, debu yang tersapu angin semakin leluasa merangsek ke lingkungan sekolah.

Nasib puluhan murid tersebut juga dirasakan kedua anak Ema yang duduk di bangku kelas 3 dan 6 SDN Burangkeng 04.

“Anak sering sakit batuk dan flu. Mereka imunnya masih rentan, jadi dampaknya kerasa banget, terutama debu itu,” ungkap dia.

Terjepit Jalan Tol

Berita Lainnya  Setelah Ikut Meresmikan, Kini KDM Hentikan Sementara Pembangunan Proyek AI Data Center

Sementara SDN Burangkeng 04 mengalami dampak paling parah dari proyek ini. Sekolah ini “terjepit” proyek jalan tol.

Pada sisi samping, jarak sekolah sangat berdekatan dengan pembangunan jalan tol. Sementara di sisi depan dan belakang, sekolah tersebut “terjepit” dua tiang pemancang ruas tol layang.

Selama proyek sekolah ini berjalan, sejumlah gedung sekolah mengalami retak akibat getaran yang ditimbulkan dari alat berat proyek.

Tak hanya itu, lingkungan sekolah kini diselimuti debu yang berasal dari tanah proyek pembangunan. Kondisi ini membuat banyak pelajar terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala SDN Burangkeng 04, Ace Komarudin berharap sekolahnya segera direlokasi.***

Ket foto : SDN 04 Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi menjadi gersang dan tidak aman usai pembangunan tol Japek Selatan.(KOMPAS.com/Achmad Nasrudin Yahya)

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Selebgram Berlliana Lovell Alami Pelecahan Saat Sedang Live TikTok

Selebgram Berlliana Lovell baru-baru ini mengalami pelecahan verbal saat sedang melakukan siaran langsung (live) di platform TikTok. Insiden tidak menyenangkan ini terjadi setelah ia secara...

Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan BNPB, KPK Tetapkan dan Tahan 5 Tersangka

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan dan menahan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa terkait Dana Siap...

Kantor ATR/BPN Karawang Mengamali Kebakaran Hebat, 5 Unit Damkar Dikerahkan

KARAWANG - Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, mengalami kebakaran hebat pada Rabu...

Taklukan TC Viettel 1- 0, Maung Bandung Bertengger di Puncak Klasemen Grup E

BANDUNG - Persib Bandung berhasil menaklukan TC Viettel dalam laga lanjutan matchday 2 ACL Two 2026/27 pada Rabu (14/10/2026). Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan...

Jika Divonis Bebas, Febrie Adriansyah Siap Kembali Bertugas Berantas Korupsi Besar

JAKARTA - Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah menyatakan siap kembali bertugas di Kejaksaan Agung jika dirinya dinyatakan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan