KARAWANG – Satu tahun masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh – H. Maslani, banyak mendapatkan tanggapan beragam dari publik Kota Pangkal Perjuangan. Ada yang berpendapat bahwa kepemimpinan Aep-Maslani merupakan pemerintahan yang apresiatif dengan sistem pengelolaan anggaran yang transpran dan akuntabel, tetapi ada juga yang menyampaikan kritik terkait masih banyaknya fasilitas infrastruktur yang belum merata.
Namun demikian, dalam beberapa kali kesempatan saat memberikan arahan kepada ASN di kegiatan apel pagi maupun saat diwawancarai wartawan, Bupati Aep menegaskan bahwa kepemimpinannya masih on the track terhadap program RPJMD yang tertuang dalam visi ‘Karawang Maju’.
Bupati Aep menyadari bahwa Karawang bukan sekedar perahu yang bisa dinahkodai oleh satu orang nelayan. Melainkan sebuah kapal besar dengan berbagai problematika tantangan pembangunan, sehingga harus dijalankan oleh banyak orang atas dasar semangat kebersamaan, gotong royong, serta niatan baik untuk membangun Karawang.
Sehingga dalam beberapa kali kesempatan memberikan arahan kepada ASN, Bupati Aep selalu menegaskan kalimat ‘Kita Bukan Superman’ dan kalimat warning ‘Jangan On Man Show’. Artinya, Bupati Aep menyadari bahwa ia tidak bisa bekerja sendiri. Dan Bupati Aep selalu mewanti-wanti agar setiap ASN selalu mengindahkan setiap intruksinya.
“Iya tentunya kita ini kerja super team, bukan supermen. Saya selalu mengajak untuk berubah dengan etos kerja yang melayani masyarakat, jagan acuh dan tidak pernah peduli,”
“Selama ini saya selalu mengajak ayo bekerja bersama-saama. Enak aja mereka dapat gaji, terus TPP gak dipotong, tapi gak bisa menunjukan komitmen kerjanya,” tutur Bupati Aep, kepada Redaksi Opiniplus.com, pasca mencak-mencak kepada ASN di kegiatan apel pagi di Lapangan Plaza Pemkab Karawang, pada Jumat (28/11/2025) lalu.
Arahan Sekda ke Setiap Kepala Dinas dan ASN
Sementara dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, Sekda Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah memiliki ‘kode intruksi’ yang menarik untuk para kepala dinas maupun seluruh ASN di lingkungan Pemkab Karawang.
Berbicara mengenai taline ‘Karawang Maju’, Sekda Karawang selalu menyingung istilah ‘Si Eta’. Yaitu sebuah akronim dari kepanjangan Efekti-efisien, Transparan dan Akuntabel.
Istilah ini sudah familiar di kalangan para kepala dinas, ketika mereka meminta arahan Sekda dalam menyusun program kerja maupun menyelesaikan persoalan pembangunan di masyarakat.
Istilah ini diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappeinda), M. Ridwan Salam, saat berkesempatan menjadi narasumber ‘Diskusi Publik’ yang digelar Pusat Studi Ngawarak Luhur yang berlangsung di Lapak Ngopi – Karawang, Sabtu (31/1/2026) lalu.
“Di internal kami terus melakukan evaluasi, alat kontrol kami banyak dari mulai BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan lain sebagainya. Kita menyadari tidak cukup penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut. Tetapi harus ada hal yang dilakukan lebih,” tutur Ridwan Salam.
Pernyataan Bupati Aep di Satu Tahun Pemerintahan
Sementara dilansir dari instagram @aep_syaepulohse , berikut adalah pernyataan resmi Bupati Aep dalam satu tahun pemerintahannya :
Bagi kami, Karawang adalah rumah kita bersama. Di sinilah anak-anak kita tumbuh, petani kita menanam harapan, pelaku usaha berjuang, dan para pemimpin keluarga membangun masa depan.
Tepat pada 20 Februari yang lalu, saya dilantik oleh Bapak Presiden Republik lndonesia di Istana Negara bersama seluruh Kepala Daerah se-Indonesia.
Tak terasa, sudah satu tahun saya bersama Wakil Bupati mengemban amanah dan menjaga kepercayaan masyarakat Kabupaten Karawang yang kami cintai sepenuh hati.
Menjadi pelayan masyarakat bukan sekadar jabatan, tapi panggilan jiwa. Amanah ini adalah kepercayaan yang sangat besar, yang kami rasakan setiap hari dalam setiap keputusan dan langkah yang kami ambil.
Kami menyadari sepenuhnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami tuntaskan. Masih ada harapan-harapan masyarakat yang harus terus kami perjuangkan.
InsyaAllah, setiap langkah yang kami tempuh akan terus kami evaluasi dan perbaiki. Kami ingin Karawang semakin maju dalam pembangunan, semakin kuat di sektor pertanian sebagai lumbung padi, semakin baik
layanan kesehatannya, semakin tertata fasilitas publiknya, dan semakin sejahtera masyarakatnya di setiap sudut desa dan kelurahan.
Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan, kritik, dan kepercayaan yang terus diberikan. Tanpa dukungan masyarakat, kami bukan apa-apa. Mohon terus bimbing kami. Karena membangun Karawang bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama.
Bupati Aep Paparkan Capaian Pembangunan
Satu tahun pemerintahan Aep-Maslani, Bupati Aep memaparkan sejumlah capaian pembangunan. Disampaikannya, Pemkab Karawang terus mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk kepentingan masyarakat dengan prinsip efektif dan tepat sasaran.
Menurut Aep, salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah penyediaan hunian layak bagi warga kurang mampu. Sepanjang periode berjalan, sebanyak 2.870 unit rumah tidak layak huni telah direalisasikan menjadi rumah layak huni.
Ia menyebut, konsistensi pengelolaan keuangan daerah juga membuahkan hasil. Kabupaten Karawang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut pada 2025. Raihan tersebut dinilai menjadi indikator tata kelola keuangan yang semakin baik.
Tak hanya itu, sepanjang tahun terakhir Karawang mencatatkan 33 penghargaan dari tingkat provinsi hingga nasional. Capaian tersebut disebut sebagai tren positif yang menunjukkan komitmen daerah dalam inovasi dan peningkatan kinerja pemerintahan.
Di sektor infrastruktur, seluruh proyek fisik yang direncanakan pada 2025 diklaim telah rampung. Pemerintah daerah melakukan rehabilitasi terhadap 38 sekolah sekaligus peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Selain pendidikan, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas. Pemeliharaan jalan dilakukan sepanjang lebih dari 1,18 juta meter. Tercatat pula pelebaran jalan menuju standar nasional, penggantian 42 jembatan, rehabilitasi 14 jembatan, serta pembangunan 17 jembatan baru.
Sejumlah proyek strategis juga telah diresmikan, di antaranya Jembatan Bakan Tambun Ciselang, Gedung IGD RSUD Karawang, Stadion Singaperbangsa, serta Pasar Cibuaya. Pembangunan GOR Panatayudha dan underpass Gorowong juga masuk dalam agenda prioritas pemerintah daerah.
Ke depan, Aep menegaskan pihaknya akan memprioritaskan penataan jalur transportasi guna memperlancar mobilitas ekonomi masyarakat serta memperkuat ekosistem industri. Hal itu dinilai penting mengingat Karawang merupakan salah satu kawasan industri strategis di Jawa Barat.
Dalam bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Karawang pada 2024 tercatat di angka 73,82. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan menjadi 74,6 pada 2025 dan mengklaim target tersebut telah tercapai.
Aep mengatakan peningkatan IPM menjadi landasan untuk memperkuat kualitas layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial. Ia juga menegaskan komitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan di berbagai sektor.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan. Kami ingin Karawang semakin maju, sektor pertanian semakin kuat sebagai lumbung padi, layanan kesehatan membaik, serta fasilitas publik semakin tertata,” ujar Aep, dilansir dari pojoksatu.id, Minggu, 22 Februari 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa berjalan tanpa partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Yang masih kurang akan kami tingkatkan. Yang sudah baik akan kami jaga dan sempurnakan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, pembangunan berkelanjutan, serta pelayanan publik yang lebih berkualitas ke depan. ***









