Kamis, September 24, 2026
Google search engine

RSUD Kota Bekasi Tanggung Utang Rp 70 Miliar, Walkot Tri : Manajemen Harus Lakukan Efisiensi Anggaran

KOTA BEKASI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmajid (CAM) Kota Bekasi menanggung utang operasional sekitar Rp 70 miliar.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD CAM Kota Bekasi, dr Sudirman mengatakan, utang itu merupakan kewajiban yang harus dibayarkan kepada para vendor dan sepenuhnya menjadi tanggungan RSUD CAM sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Iya, angkanya sekitar segitu (Rp 70 miliar). Itu semacam utang operasional untuk barang habis pakai, gas medis, reagen laboratorium, terutama obat,” ujar Sudirman saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (12/1/2026).

Utang tersebut diketahui setelah dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan rumah sakit.

Salah satu temuan utama audit adalah besarnya porsi belanja pegawai yang dinilai terlalu tinggi. Sebagai langkah penyelesaian, manajemen RSUD CAM mulai melakukan efisiensi, terutama pada pos belanja pegawai.

Berita Lainnya  KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

“Efisiensi itu kami lakukan dari belanja pegawai. Selama ini belanja pegawai kita mencapai 60,4 persen, padahal itu sebenarnya terlalu tinggi,” ujar Sudirman.

Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan hasil audit Inspektorat, porsi ideal belanja pegawai seharusnya berada di kisaran 45 persen.

“Hasil audit inspektorat juga salah satu temuannya adalah belanja pegawai yang terlalu tinggi,” imbuh dia.

Sudirman menilai, utang operasional merupakan hal yang lazim dalam dunia pelayanan rumah sakit, selama masih dalam batas kemampuan operasional.

Namun, tingginya belanja pegawai berdampak pada terganggunya belanja operasional.

“Utang itu wajar selama operasional masih berjalan. Tapi dengan belanja pegawai sebesar itu, akhirnya berimbas ke belanja operasional,” jelas dia.

Berita Lainnya  Sempat Mangkir, Tersangka HJ Akhirnya Penuhi Panggilan Penyidik, Langsung Dijebloskan ke Jeruji Besi

Ia menambahkan, utang operasional tersebut merupakan akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Diketahuinya tahun ini setelah audit, tapi operasionalnya dari tahun-tahun sebelumnya. Dari 2024 ke 2025 juga sudah ada utang operasional,” kata Sudirman.

Menanggapi persoalan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, kondisi keuangan RSUD CAM harus dilihat dalam konteks keberlanjutan layanan kesehatan.

“RSUD saat ini memiliki tanggungan sekitar Rp 70 miliar yang memang harus diselesaikan terkait proses operasional,” ujar Tri.

Menurut Tri, manajemen RSUD harus melakukan efisiensi secara internal agar operasional tetap berjalan.

“Oleh karena itu, tentu harus ada manajemen efisiensi agar ada keberlanjutan operasional RSUD. Saya sudah memerintahkan manajemen untuk melakukan langkah-langkah yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi yang ada,” katanya.

Berita Lainnya  Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Audit dilakukan bersamaan dengan proses serah terima Direktur RSUD yang baru, sehingga diperlukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi keuangan rumah sakit.

“Ini kondisi yang harus kita perbaiki. Harus ada kontribusi dari internal melalui efisiensi, tetapi pemerintah daerah juga harus ikut melakukan chipping-in,” ujar dia.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah penyesuaian belanja pegawai, termasuk terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Secara teknis nanti akan dijelaskan oleh Direktur RSUD. Tapi kebijakannya secara umum adalah bagaimana kita sama-sama menanggulangi persoalan yang sudah berlangsung cukup lama ini,” kata Tri.***

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/01/12/11510671/rsud-kota-bekasi-tanggung-utang-rp-70-miliar-manajemen-efisiensi-belanja?page=2.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan