Sabtu, Oktober 10, 2026
Google search engine

Perusahaan di Karawang Pelit CSR Hewan Kurban

Sikap kekecewaan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh atas minimnya kontribusi perusahaan yang menyalurkan CSR hewan kurban melalui pemda, disorot oleh pemerhati kebijakan Asep Agustian SH.MH.

Bayangkan saja, dari 1.400 lebih perusahaan/pabrik di Karawang, hanya sekitar 37 perusahaan yang menyalurkan CSR hewan kurban lewat pemda. Padahal momentum berbagi hewan kurban di perayaan hari raya idul adha tersebut hanya sekali dalam setahun.

Tak ayal, Askun (sapaan akrab) menilai jika selama ini perusahaan di Karawang memang pelit berbagi CSR hewan kurban.

“Siapapun bupatinya pasti akan kecewa. Bayangkan saja, dari ribuan perusahaan hanya perusahaan itu-itu saja setiap tahunnya yang kasih hewan kurban ke masyarakat lewat pemda”, tutur Askun, Sabtu (7/6/2025.

Berita Lainnya  Lahan Bekas PT. Beesco Indonesia Berubah Fungsi Jadi Gudang, Benarkah Belum Lengkapi Perizinan?

Menurut Askun, hal ini harus menjadi catatan penting bagi Pemkab Karawang. Karena jika untuk hal kecil seperti berbagi hewan kurban saja sulit, bagaimana dengan hal besar seperti soal membantu masalah pengangguran dengan menyediakan lowongan kerja bagi warga Karawang.

“Dari kasuistik ini kita bisa menggambarkan kenapa selama ini warga Karawang masih sulit kerja di industri. Ya, karena kalau berbagi hewan kurban saja sulit, gimana dengan hal besar seperti ketenagakerjaan,” katanya.

Berita Lainnya  Penyegelan Hanya Formalitas, Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia Ketahuan Masih Beroperasi

Askun menyebut, sebagian perusahaan yang tidak menyalurkan hewan kurban lewat pemda beralasan sudah berkuban di lingkungan sekitar. Tetapi jika dihitung-hitung, Askun memprediksi hanya segelintir perusahaan yang menyalurkan hewan kurban langsung di lingkungannya.

“Coba didata saja ada berapa perusahaan gang menyalurkan kurban untuk lingkungan sekitar. Perkiraan saya paling cuma beberapa saja, masih jauh dari jumlah 1.400 perusahaan/pabrik di Karawang,” katanya.

Atas persoalan ini, Askun meminta Pemkab Karawang untuk mengevaluasi semua perizinan keberadaan perusahaan/pabrik di Karawang. Tujuannya tentu saja bukan untuk menghambat investasi. Melainkan untuk memberikan penegasan bahwa betapa pentingnya CSR hewan kurban perusahaan di setiap momentum idul adha.

Berita Lainnya  Ghazali Center Soroti Tumpang Tindih Ratusan Hektar Lahan KIIC dengan Kawasan Hutan

“Kalau saya sih melihatnya ini bukan kesalahan Tenaga Kerja Asing (TKA) di perusahaan. Tetapi lebih kepada para HRD perusahaanya yang tidak peka. Evaluasi saja nanti mereka semua saat melakukan perpanjanhan izin perusahaan,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Sengaja Dibakar Setelah Rusuh Razia HP, Lapas Merauke Kebakaran, Sejumlah Narapidana Melarikan Diri

MERAUKE - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Merauke, Papua Selatan, diduga dibakar hingga sejumlah narapidana atau warga binaan melarikan diri. Kebakaran diduga dipicu kerusuhan...

Cekcok dan Perkelahian Anak Punk di Karawang Berakhir 2 Orang Dikabarkan Hilang Tenggelam

KARAWANG - Dua orang pemuda yang diduga anak punk bernama Abdullah (asal Sukamandi, Subang) dan Rian (asal Bayur) dilaporkan hilang tenggelam di Saluran Irigasi...

Loncat dari Lantai 3 Gedung, Aksi Heroik Seorang Ibu Saat Selamatkan Bocah dari Kebakaran

JAKARTA - Kebakaran melanda sebuah rumah makan (RM) Padang di Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim). Saat kebakaran terjadi, ada aksi heroik seorang wanita yang...

Diduga Jadi Markas Peredaran Narkoba, Polisi Gerebek Eks Prostitusi Saritem, 21 Orang Positif

BANDUNG - Eks lokalisasi prostitusi di Kota Bandung, Saritem digerebek jajaran Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, karena diduga menjadi markas peredaran narkoba. Dalam penggerebekan itu...

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 7...

Hukum

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 7...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan