Jumat, April 17, 2026
spot_img

Pengusaha Muda ini Berharap Kementerian Haji dan Umroh Jadi Solusi Terbaik

KARAWANG – H. Rafiudin Firdaus, S.I.Kom, pengusaha muda sekaligus Direktur Sanema Tour Kabupaten Karawang – Jawa Barat ini berhadap agar terbentuknya Kementerian Haji dan Umroh menjadi solusi terbaik atas berbagai persoalan haji dan umroh di Indonesia selama ini.

A Rafi (sapaan akrab) menyampaikan beberapa persoalan haji dan umroh yang selama ini memberatkan pengusaha travel dan jama’ah. Yaitu seperti harus adanya rekomendasi dari Kementerian Agama saat akan mendaftar paspor umroh ke Imigrasi.

Kemudian, belum terintegrasinya antara sistem haji dan umroh di Saudi Arabia dengan Indonesia.

“Ya, mudah-mudahan banyak program yang bisa bermanfaat untuk haji dan umroh Indonesia dengan adanya Kementerian baru ini,” tuturnya, saat kesempatan kegiatan ‘Karawang Bersolawat & Berzikir’ di Masjid Al-Jihad Komplek Islamic Center, Sabtu kemarin.

Berita Lainnya  Ciptakan Iklim Dunia Usaha Produktif, NHRI Siap Kolaborasi dengan Kadin

A Rafi juga menyambut antusias rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan mendirikan kampung haji Indonesia di Arab Saudi. Yaitu dimana program kampung haji ini sedang digarap Badan Pengelola Investasi Danantara dengan total luas lahan mencapai 80 hektar.

“Ya, sekali lagi mudah-mudahan banyak kemudahan yang didapatkan para jama’ah dengan adanya kementerian baru ini. Karena memang paling banyak jama’ah ya dari Indonesia, khususnya untuk haji,” katanya.

Sementara dilansir dari TribunJabar, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan alasan Presiden RI Prabowo Subianto membentuk Kementerian Haji dan Umrah dalam kabinet Merah Putih.

Menurut Gus IrfanPresiden Prabowo ingin pelaksanaan ibadah Haji berjalan dengan baik-baik saja.

Hal itu disampaikannya saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Berita Lainnya  Program Rumah Subsidi Serap 44 Ribu Buah Genteng Purwakarta

“Jadi beliau (Presiden Prabowo) membentuk (Kementerian Haji dan Umrah) untuk memberikan pelayanan yang jauh lebih baik dari yang terjadi selama ini. Logikanya seperti itu,” kata Gus Irfan.

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Hasyim Asy’ari ini juga menceritakan soal hasil diskusinya dengan Presiden Prabowo soal permasalahan yang ada di dalam penyelenggaraan Ibadah Haji.

Presiden Prabowo tak menutup mata soal dugaan praktik korupsi yang terjadi di Kementerian lain.

Sehingga, kata Gus Irfan, Prabowo menitipkan pesan agak tidak ada permasalahan yang terjadi di Kementerian Haji dan Umrah ini.

“Tapi beliau minta di Kementerian ini zero tolerance terhadap berbagai permasalahan. Dan itu harus saya pegang dan selalu saya ulang-ulang ke tim kita di Kementerian Haji,” jelasnya.

Berita Lainnya  SC Muskab KADIN Jawab Isu 'Cawe-cawe', Bupati Aep : Semua Calon Orang-orang Terbaik dan Berintegritas

Gus Irfan menyadari bahwa Kementerian Haji dan umrah ini akan mengelola uang jemaah hingga kisaran Rp 20 triliun. Sehingga, kebocoran uang sekecil apapun akan berdampak dan menelan uang cukup besar.

Dia pun mencontohkan bagaimana 1 persen dari seluruh total uang jemaah jika dikorupsi. Nominalnya mencapai Rp 200 miliar.

“Saya tekankan pada tim kami, kalau sampai kalian bocor 1 persen, itu Rp200 miliar, 1% itu kan sudah sangat baik untuk ukuran Indonesia saat ini, tapi saya pastikan 1% itu sudah Rp200 miliar, hati-hati saya bilang gitu,” tegasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

46 Warga Karawang Keracunan MBG, Mayoritas Balita dan Ibu Menyusui

KARAWANG - Sebanyak 46 warga Desa Cariumulya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Mayoritas dari mereka adalah balita...

Dalih Ade Kunang : itu Uang Pinjaman Pribadi untuk Lunasi Utang Biaya Pilkada

BANDUNG - Pengakuan mengejutkan keluar dari mult Bupati Bekasi Nonaktif, Ade Kuswara Kunang, yang terseret dalam pusaran suap ijon proyek ratusan miliar di lingkungan...

Kenapa Polri dan TNI Boleh Punya 1.000 SPPG? Ini Penjelasan BGN

JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengungkapkan alasan diperbolehkannya pihak Polri dan TNI untuk mengelola 1.000...

Kasus Ijon Proyek Ade Kunang, Anggota Polisi Terima Duit Rp 16 Miliar

JAKARTA - Seorang anggota polisi aktif bernama Yayat Sudrajat alias Lippo mengakui menerima uang imbalan hingga Rp 16 miliar. Uang itu terkait proyek-proyek di...

Perang Dingin Abang Ijo dengan Om Zein

PURWAKARTA - Isu dugaan 'perang dingin' antara Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta belakangan ramai diperbincangkan publik. Namun, Wakil Bupati Purwakarta, Abang ljo Hapidin, secara...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan