Selasa, Maret 31, 2026
spot_img

KDM Datangi Polres Subang, Jadwal Klarifikasi dr. Maxi Mendadak Dibatalkan, Ada Apa?

SUBANG – Situasi politik di Kabupaten Subang kian memanas setelah mencuatnya dugaan setoran gratifikasi bernilai miliaran rupiah di lingkaran pejabat daerah.

Ketegangan memuncak pada Kamis (20/11/2025), ketika jadwal klarifikasi Dr. Maxi di Polres Subang tiba-tiba dibatalkan, bertepatan dengan kunjungan mendadak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pembatalan mendadak ini, ditambah absennya Bupati, Forkopimda, serta pejabat daerah yang biasanya mendampingi Gubernur, memicu spekulasi liar.

Aktivis antikorupsi menilai Subang tengah berada dalam kondisi darurat politik.

Klarifikasi Dibatalkan: Skandal Setoran Rp 1 Miliar Makin Panas

Kasus ini bermula dari laporan polisi yang diajukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang, Heri Sopandi, pada Rabu (12/11/2025).

Didampingi pengacara Pemkab, Dede Sunarya, serta advokat Irwan Yustiarta, Heri melaporkan Dr. Maxi atas dugaan pencemaran nama baik.

Heri menilai pernyataan Dr. Maxi yang menyebut dirinya sebagai perantara setoran ratusan juta rupiah dari para kepala dinas yang diduga ditujukan untuk Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita telah mencoreng reputasinya.

Berita Lainnya  Pastikan Keamanan Liburan Lebaran, Kapolres Metro Bekasi Tinjau Lokasi Wisata

Undangan Klarifikasi Bersifat Pasif, Bukan Panggilan Wajib

Meski massa dan aktivis siap mengawal kehadiran Dr. Maxi, ternyata surat dari Polres Subang hanya berupa “Undangan Klarifikasi”.

Undangan ini bersifat tidak mengikat sehingga kehadiran terlapor sepenuhnya menjadi pilihan.

“Undangan klarifikasi itu pasif, tergantung penerimanya mau datang atau tidak,” jelas Shandy Rizky Nugraha (Kinoy), Ketua Komunitas GBL Elit Subang.

Informasi terbaru menyebutkan Dr. Maxi tidak hadir, sementara undangan dari Polres telah dibatalkan atau dijadwal ulang.

Momen Janggal: Dedi Mulyadi Datang Tanpa Forkopimda

Yang membuat publik makin curiga adalah momen kedatangan Gubernur Dedi Mulyadi ke Polres Subang untuk meresmikan papan elektronik (Videotron).

Acara itu berlangsung tertutup dan hanya dihadiri Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, beserta jajaran internal.

Berita Lainnya  Bupati dan Kapolres Berangkatkan Mudik Gratis Purwakarta

Hal paling mencolok adalah tidak hadirnya Bupati, Wakil Bupati, DPRD, maupun unsur Forkopimda lainnya.

“Tidak ada satu pun pendamping dari Forkopimda. Biasanya Bupati atau DPRD hadir,” ujar Kinoy.

Spekulasi Publik: Ada ‘Efek KPK’?

Ketidakhadiran Forkopimda serta sikap tertutup Gubernur memunculkan dugaan bahwa Dedi Mulyadi sengaja datang sendiri untuk melihat langsung kondisi Subang yang tengah bergolak pasca laporan dugaan korupsi Dr. Maxi ke KPK.

Biasanya ramah pada awak media, kali ini Gubernur Dedi tak memberi pernyataan apa pun dan langsung masuk ke mobil Lexus LX600 berpelat D 901 DM. Sikap ini menambah kuat anggapan bahwa ada dinamika serius di balik layar.

Manuver Hukum: Dr. Maxi Didukung Jadi Justice Collaborator

Pembatalan undangan klarifikasi memberi ruang gerak baru bagi kubu Dr. Maxi.

Berita Lainnya  Puncak Arus Balik di Karawang Diprediksi Terjadi Sabtu-Minggu

Para kuasa hukumnya sejak awal menolak opsi Restorative Justice, karena mereka menilai kasus ini justru harus diungkap secara tuntas.

Mereka mendorong Dr. Maxi menjadi Justice Collaborator (JC) untuk menguatkan laporannya ke KPK terkait dugaan gratifikasi di lingkungan pejabat Subang.

Di sisi lain, sikap Polres yang memberi undangan pasif dan kemudian menunda jadwal memunculkan persepsi bahwa ada upaya meredam sorotan publik.

Aktivis menilai kini bola panas berada di tangan Dr. Maxi apakah ia akan memperkuat laporannya di KPK atau membiarkan drama politik lokal berlanjut di tengah sorotan masyarakat tentang transparansi pejabat publik.***

Artikel ini telah tayang di PorosJakarta.com : https://www.porosjakarta.com/nusantara/066859311/subang-memanas-usai-laporan-ke-kpk-dr-maxi-batal-klarifikasi-di-polres-saat-dedi-mulyadi-datang-tanpa-forkopimda?page=2

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ancam dan Peras PNS, Oknum Wartawan di Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Polres Subang mengungkap kasus dugaan tindak pidana pemerasan dan/atau pengancaman yang terjadi di lingkungan Kantor Bidang Panwasrik Bapenda Subang. Kasus ini melibatkan...

Potongan Tubuh Ditemukan di Bogor, Pelaku Mutilasi di Bekasi Ditangkap

BEKASI - Misteri temuan mayat termutilasi dalam freezer kios ayam geprek di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi mulai terkuak. Korban berinisial AH itu ternyata dibunuh oleh dua...

Geger Temuan Jasad Tanpa Tangan dan Kaki di Dalam Freezer

BEKASI - Warga Kabupaten Bekasi digegerkan dengan penemuan jasad seorang penjaga ruko yang juga diketahui bekerja sebagai karyawan freelance ayam geprek, di dalam freezer...

2 Wanita Diduga Jadi Korban Pelecehan, Pelaku Nyebur ke Got

KOTA BEKASI - Dua wanita menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang pria di kawasan Harapan Indah, Kota Bekasi. Usai kejadian, korban sempat mengejar...

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban ‘Kecelakaan Maut’ Truk Box Tabrak Warung di Subang

SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung membantu keluarga korban kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi di wilayah Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. Bantuan...

Hukum

Kejari Subang Musnahkan Barang Bukti Hasil Kejahatan

SUBANG - Pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (Inkrah) dilakukan Kejaksaan Negeri Subang, Senin (30/3/2026). ‎ ‎Kepala Kejaksaan Negeri Subang,...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan